BE MY LOVE

BE MY LOVE
CEO. GANTENG


Jam makan sudah berakhir dan semua pegawai Soraya Corp. kembali ke kubikel masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka, tiba-tiba ada pengumuman untuk semua karyawan berkumpul di lobi perusahaan untuk memberi sambutan kepada CEO baru yang sebentar lagi akan datang.


Lulu, Siska dan Yuni memberekan pekerjaan mereka lalu turun ke lantai satu menuju lobi perusahaan.


Para karyawan berbaris sesuai dengan divisi masing-masing. Siska yang centil terus saja membenarkan pakaian dan make up nya.


Tiba-tiba segerombolan pejabat dengan seorang pria muda tampan tinggi dengan rahang tegas memakai setelan jas mahal berjalan paling depan dari segerombolan pejabat perusahaan tersebut.


“Muke gile.... itu ada dewa turun dari mana Lu, Yun” Siska melongo hingga mulutnya menganga lebar melihat CEO baru di perusahaan tempat kerjany itu.


Spontan Yuni langsung membekap mulut Siska dan kembali mendengarkan sambutan kedatangan CEO baru


“Ganteng banget Pak bos kita Lu, itu manusia apa dewa sih?” Yuni juga ikut-ikutan menatap Arka dengan tatapan memuja dengan sebelah tangan membekap mulut Siska.


Lulu hanya memutar bola mata malas karena melihat teman-temannya pada terpesona sama bos baru itu, sedangkan Lulu masih merasa dongkol dan sedikit khawatir karena ternyata orang yang diajak ribut tadi pagi di jalan adalah bos baru Lulu.


Khawatir Lulu akan kena SP (Surat Peringatan) atau malah di pecat karena berbuat tidak sopan terhadap bos besar.


Yah mungkin itu apa yang sedang dipikirkan Lulu saat ini hingga tidak fokus pada sambutan dari beberapa direktur perusahaan.


"Selamat siang semuanya,, perkenalkan ini adalah pak Arka beliau adalah CEO baru kita yang menggantikan Bapak Agung selaku CEO lama yang juga ayah dari Bapak Arka. Beliau akan bekerja mulai hari ini" Seru Pak Johan salah satu direktur keuangan di Soraya corp.


Arka selaku CEO baru diperusahaan sang ayah hanya tersenyum samar. Yah Arka kembali ke Indonesia untuk melanjutkan kepemimpinan perusahaan karena sang ayah sudah cukup usia untuk pensiun dan menjadikan Arka sebagai penerus Soraya Corporation.


"Selamat siang pak Arka,," jawab para karyawan serentak


Selamat siang, semoga kita bisa bisa bekerja sama dengan baik, terimakasih sambutan dari karyawan Soraya corp". Balas Arka dengan muka datar.


Lulu yang hampir 3 tahun bekerja di Soraya Corp memang belum tau bagaimana wajah bos besar yang bernama Agung itu, meski pernah melihatnya juga Cuma dari belakang atau samping, begitu sebaliknya CEO yang bernama Agung itu belum pernah bertemu dengan Lulu.


Ketika Arka akan berjalan menuju lift tiba-tiba matanya menangkap sosok gadis dengan perawakan tinggi, yang bagi Arka tidak asing lagi, dan setelah di lirik terus ia baru ingat bahwa dia gadis yang mengajaknya ribut ditengah jalan tadi pagi.


"Ah sial ketemu cewek rese tadi pagi, ternyata dia kerja di sini" batin Arka sambil tersenyum smirk berlalu menuju lift untuk naik ke lantai 14 lantai khusus CEO.


****


Hari mulai gelap, dan ternyata Lulu masih lembur, hingga pukul 7 malam Lulu baru keluar, ia buru-buru menuju tempat parkir tapi sayangnya dia bertabrakan dengan Arka saat berada di basemen.


"Lo yang jalan gak pakai mata!" Arka dengan nada tinggi


"Eh Pak Arka maaf Pak, saya tidak sengaja, maaf ya Pak saya duluan" Lulu minta maaf sama Arka sambil memilin ujung blouse yang ia kenakan sambil meringis takut.


Arka tidak membalas, dan saat Lulu ingin berjalan tiba-tiba kakinya tersandung heels yang ia kenakan, reflek Arka menangkapnya, sejenak mereka berpelukan, tapi mata Arka tertuju pada sebuah luka dilengan kanan Lulu yang Arka seperti tidak asing dengan luka itu.


Lulu yang kesadarannya sudah terkumpul ia melepaskan pelukan Arka dan akan kembali menuju ke parkiran. Tapi tangan Arka mencekal lengan Lulu


"Kenapa lengan kamu?" Tanya Arka dingin. Sejenak mata mereka bertemu dan Lulu merasa tidak asing dengan sorot dan tatapan mata itu.


"Bukan urusan Bapak, maaf permisi" Lulu langsung pergi meninggalkan Arka.


Arka masih terdiam dan penasaran siapa Lulu sebenarnya, dan luka itu? Tatapan mata Lulu itu juga?


Kenapa dengan Arka, sepertinya Arka tau sesuatu tentang luka yang seperti luka di lengan kanan Lulu itu. Akhirnya Arka memutuskan untuk pulang ke apartemen miliknya.


***


Dilain tempat, tepatnya disebuah rumah sederhana Lulu baru saja merebahkan tubuhnya untuk istirahat tapi tiba-tiba ia ingat akan Arka


"Kenapa gue jadi nggak asing ya sama tatapan Pak Arka?? Kaya pernah lihat gitu, terus kenapa dia kaya kaget gitu lihat luka gue ini??" Lulu bergumam sambil melihat ke arah lengan kanan yang ada bekas luka.


yah bekas luka yang udah sejak 15 tahun yang lalu, dan belum bisa hilang tapi luka itu juga yang buat Lulu lebih semangat dalam menjalani hidup.


Saat hampir memejamkan mata karena capek dan besok harus kerja lagi ponsel Lulu berdering sekali menandakan pesan masuk, lalu ia buka aplikasi pesan sejuta umat dan ternyata dari Tari, sahabat Lulu waktu SMP, dia menyampaikan undangan reuni SMP yang udah 3 kali dilakukan selama 14 tahun semenjak lulus SMP.


Lulu seketika langsung semangat karena dengan adanya reuni tersebut ia akan berusaha bertemu dengan teman masa kecilnya, sahabat Lulu yang selalu melindungi Lulu meski terlihat cuek saat berada didekat Lulu.


Sahabat Lulu yang selalu ada, dan ia selalu bilang bisa jadi teman sampai kapanpun tidak akan pernah melupakan dan meninggalkan Lulu, tapi ternyata setelah lulus SMP sahabat Lulu itu pergi entah kemana hingga saat ini.


Tapi sejak ada reuni itu menjadi ajang Lulu untuk bisa bertemu dengan teman-teman SMP nya dulu dan mungkin Leley sahabat Lulu SMP meski kesempatan itu sangat tipis.


Yah.. sahabat Lulu itu bernama Leley aslinya Leydarka tapi Lulu lebih senang panggil Ley atau Leley dan kemarin waktu perkenalan dengan CEO baru di lobi kantor, Lulu tidak begitu mendengarkan siapa nama CEO itu karena fokus dengan cowok yang hampir menabraknya waktu itu.