BE MY LOVE

BE MY LOVE
28. MENGEMBALIKAN KEPERCAYAAN


Semakin hari kondisi Lulu semakin membaik, dan Arka juga memenuhi janjinya untuk menemani Lulu dan bekerja dari rumah sakit. Sudah seminggu Lulu di rawat di rumah sakit dan selama itu pula Arka tidak pernah beranjak dari sisi Lulu, meski bunda Rita dan mama Maya sering mengingatkan Arka untuk masuk kantor, tapi Arka tetap pada pendiriannya sebelum Lulu keluar dari rumah sakit, Arka akan terus menjaga Lulu dan bekerja dari rumah sakit.


Dengan kekeras kepalaan Arka dan juga rasa bersalah Arka terhadap Lulu, maka dengan terpaksa para orang tua membiarkan Arka dengan pendiriannya, asal tanggung jawab di kantor tidak ia abaikan.


Tapi yang masih menjadi beban Arka saat ini Lulu masih belum sepenuhnya percaya sama Arka, gadis itu lebih banyak diam dan bicara seperlunya.


Karena Lulu merasa ia masih sangat terluka karena merasa dibohongi.


Ini akan menjadi tugas Arka untuk membalikan kepercayaan Lulu kepadanya, Arka akan berusaha semampunya untuk membuat Lulu kembali seperti dulu lagi.


Seperti sekarang ini, ini adalah hari ke delapan dimana Lulu berada di rumah sakit, keadaan Lulu semakin membaik, dan kata dokter kalau perkembangannya bagus lusa Lulu sudah bleh pulang.


Hari ini adalah hari dimana Arka ada meeting penting dengan salah satu klien yang sangat berengaruh bagi Soraya Corp tetapi Arka bingung apakah ia akan mewakilkan kehadirannya kepada Dika atau dirinya sendiri yang harus menghadiri meeting tersebut.


Arka dilema sejak kemarin karena baru ingat hari ini ada meeting besar. Pria tampan bak dewa Yunani itu bimbang, karena Lulu masih cuek.


“Kamu kenapa sih Ka, dari tadi mondar mandir nggak jelas gitu?” tanya Lulu karena ia jengah melihat tunangannya mondar mandir dan gelisah sejak tadi malam.


“Aku ada meeting sama klien, dan ini meeting penting banget, tapi aku nggak tega ninggalin kamu sendirian disini” Arka mengesah dengan raut wajah frustasi


“Ya udah kalau mau meeting ya pergi aja, aku nggak apa-apa kok sendirian, aku juga udah baikan. Kali aja sekretaris klien kamu itu cantik, terus bisa deh di ajak makan malam” Sarkas Lulu


"Kok kamu nggomongnya gitu sih sayang, aku kan udah minta maaf, masa masih di sarkasin sih” Arka memelas di depan Lulu


Lulu diam saja karena ia masih sangat kesal sama Arka. Dan akhirnya Arka diam saja dan masih memikirkan bagaimana keluar dari masalah meeting kali ini.


Tak berselang lama akhirnya Bunda Rita datang dan Arka sangat bahagia dengan hal ini, karena ia bisa meeting dengan tidak meninggalkan Lulu sendirian di sini.


Lulu yang mengetahui bundanya datang menunjukkan muka Lulu sedikit memberenggut dengan bibir sedikit maju kedepan, karena ia berniat untuk memberi Arka pelajaran.


Sebenarnya Lulu sudah tahu siapa yang menjadi klien penting Arka hari ini, Dika yang sudah memberi tahu tentang ini kepada Lulu, karena Dika merasa Arka tidak mungkin meninggalkan Lulu dan Lulu juga perlu tahu, Dika takut kejadian seperti kemarin terjadi lagi.


Tapi Lulu Cuma ingn mengetes Arka sampai mana kesabaran Arka.


“Alhamdulillah, akhirnya bunda datang juga” Arka mengesah lega


“Memangnya kenapa nak Arka apa Lulu buat masalah? keadaan Lulu baik-baik saja kan?” kata bunda karena melihat Arka sedang tidak baik-baik saja kalau di lihat dari mukanya.


“Nggak kok bun, Arka mau meeting dengan klien penting hari ini, nggak mungkin Arka lempar ke orang lain apalagi Papa, tapi dari tadi Arka bingung karena kalau Arka pergi siapa yang jagain Lulu, dan sekarang ada bunda di sini Arka jadi lega dan bisa meniggalkan Lulu dengan tenang bun” jawab Arka dengan raut berseri


“Oh gitu, ya udah nak Arka pergi saja biar bunda yang jaga Lulu” kata bunda sambil mengusap lengan sang calon menantu


“Terima kasih banyak ya bunda, Arka janji nggak akan lama kok selesai meeting langsung pulang”


Arka lalu siap-siap memakai jas dan berdandan rapi, kini Arka sudah rapih, wangi dan makin ganteng. Lalu mendekati brankar dan mencium kening Lulu lama hinga yang bersangkutan memejamkan mata.


“Sayang aku pergi dulu ya, doakan semoga meeting hari ini sukses dan berjalan lancar.” Kata Arka sambil membelai kepala Lulu.


"Nanti pulang kamu mau di bawain apa?” tanya Arka lagi sebelum pergi


“Terserah” satu kata itu lah yang keluar dari mulut Lulu.


Dan setelah itu Arka benar-benar keluar ruagan dan menuju tempat yang telah disepakati untuk meeting. Arka sedikit ngebut ketika mengemudikan kendaraannya karena hampir telat untuk meeting.


****


“Lu, kamu nggak boleh ah ketus dingin gitu sama Arka, kasihan lho dia nak, bunda lihat Arka itu sepertinya sayang banget sama kamu” kata bunda sambil mendekati ranjang hidrolik Lulu


“Biarin aja bun, adek masih kesel sama dia, siapa suruh dia ngebohongi adek” Lulu mencoba membela diri


“Iya tapi nggak sampai segitunya ah, bunda nggak suka kalau adek gitu terus sama nak Arka” bunda Rita masih kurang suka dengan sikap anaknya


Lulu akhirnya diam saja dan memikirkan ucapan sang bunda. Dan tak berselang lama pintu rumah sakit terbuka menampilkan gadis cantik


“Assalamualaikum .....” Putri yang datang bersama dengan seorang laki-laki yang Lulu kenal


“Walaikum salam” jawab bunda dan Lulu


“Lho Dik, kok lo ada disini? Bukannya menemani Arka meeting?” kening Lulu berkerut karena merasa ada yang aneh karen asang sekretaris Arka itu disini bersama dengan sahabatya itu.


“Oh itu, tadi om agung yang menemani Arka meeting jadi gue kesini deh sama Putri” balas Dika dengan menggaruk belakang kepala yang tidak gatal


Lulu dan bunda hanya ber Oh ria mendengar penjelasan Dika


“Udah sejauh mana usaha kalian?” Tanya Lulu sambil memainkan alis dan menahan senyum.


Dika yang mengerti pun hanya tersenyum,


“Maksud lo apa sih Lu, gue nggak ngerti” Putri yang belum paham hanya bisa menatap Lulu dan Dika secara bergantian


"Halah Put, nggak usah sok nggak tau deh, udah sejauh mana kalian?” tanya Lulu lagi.


“Ah tau ah Lu, elo nyebelin, Dik, lo paham yang di maksud Lulu.” Akhirnya Putri bertnya pada Dika


“Aku paham kok, ntar aja aku ceritain sama kamu, disini ada Lulu ntar dia kepo trus ngasih tahu Arka bisa mampus aku” jawaban Dika seketika membuat Lulu tertawa.


“Idih.... pakai aku kamu segala wah berarti udah banyak kemajuan dong” Lulu masih menggoda


Akhirnya mereka semua bercerita tentang kegiatan masing-masing, hingga akhirnya Tari menyusul ke rumah sakit bersama dengan Marcel dan mereka bercana gurau hingga waktu menunjukkan jam makan siang, dan Akhirnya Arka pulang membawa kue dan jajanan.


Saat Arka tiba di ruangan ternyata ada para sahabat Lulu. Dan Arka senang karena Lulu bisa ketawa leas dan bahagia berada orang-orang yang sayang sama dia.


Meski Arka masih berusaha keras untuk memngembalikan kepercayaan Lulu terhadapnya.