
Makan malam ini terasa sepesial bagi Lulu, karena setelah sekian lama ia dan Arka berpisah kini ia bisa menikmati makan malam tapi dengan hadirnya Dika.
Yah tidak apa-apa bagi Lulu karena Sahabat Dika adalah sahabat Lulu juga.
Dika mengetahui persahabatan Lulu dan Arka waktu kecil, dan Dika pula yang mengetahui bagaimana kesepian dan kesedihan Arka yang harus menempuh pendidikan di Inggris.
Andai Dika tidak bertemu dengan Arka di Oxford University mungkin Dika tidak pernah tahu tentang Arka yang ternyata meninggalkan Lulu sendirian di Indonesia, apalagi kepergian Arka tanpa memberi tahu Lulu.
Dika kini tersenyum melihat Arka kembali ceria karea telah menemukan gadis kecilnya kembali, Arka yang kini lebih ceria dan bahagia sejak ketemu dengan Lulu, persis seperti anak ABG yang sedang fall ini love.
Ya itu yang Dika lihat dari sikap dan raut wajah Arka akhir-akhir ini.
“Ley, aku kok merasa nggak asing ya dengan tempat ini ya?” Lulu bertanya kembali kepada Arka karena dari tadi Arka hanya senyum tanpa menoleh
Tapi sayangnya Arka masih senyum-senyum tidak jelas dan itu membuat Lulu semakin kesal
“Leley!!!!!” Lulu meninggikan suaranya sambil memukul lengan pria yang ada di sebelahnya itu
“Apa sih San, kamu nggak ingat ini dimana?” Arka bukannya menjawab pertanyaan tapi malah memberi pertanyaan kepada Lulu
“Kalau aku ingat aku nggak mungkin tanya sama kamu Leley....!!” Jawab Lulu sambil mencubit perut kotak-kotak Arka
Deg.....
Perasaan apa ini, kenapa tiba-tiba Arka jadi sulit menelan saliva, jantung Arka seakan bertalu dengan kencang dan rasanya hampir copot, hanya gara-gara perutnya di cubit oleh Lulu.
Perasaan asing kini mulai hadir, entah apa namanya. Bahkan dulu saat Arka menjalin cinta saat kuliah rasnya tidak seperti ini, entah keapa terhadap Lulu ada perasaan aneh seperti ini
Dika yang memperhatikan interaksi kedua sejoli di depannya itu hanya tersenyum ikut merasakan kebahagiaan. Mereka lalu bercanda dan saling bertukar cerita hingga makanan pesanan Dika datang.
Dika tidak perlu tanya apa makanan favorit dua sejoli itu, karena Dika sudah hafal.
Hampir tiap bulan Arka memesan atau memasak makanan favorit Lulu waktu sewaktu masih kuliah dengan Dika
“Lho Dika kamu tau makanan favorit aku? Padahal kan aku tadi belum pesan makanan” Tanya Lulu karena merasa terkejut atas hidangan yang sudah tersaji di atas meja itu adalah makanan kesukaan Arka dan Lulu.
Lo tau sendiri kan susahnya rempah-rempah di Inggris” kata Dika sambil menoyor kepala Arka.
Dan yang bersangkutan hanya senyum doang
“Oh jadi selama ini kamu di Inggris Ley?” tanya Lulu karena ia juga belum tahu kemana perginya sang sahabat hingga belasan tahun tanpa kabar sedikitpun dan munhgkin juga dengan kesibukan masing-masing jadi ia lupa menanyakan keberadaan Arka
“Sekarang kamu makan dulu yang bener, jangan cepet-cepet kalau makan ntar blepotan kaya anak kecil, nanti setelah makan aku akan cerita kemana aku selama ini, tapi hanya garis besarnya saja. Karena kalau semuanya secara detail bisa-bisa kita nginep disini” itu Arka yang menjawab dengan mengusap kepala Lulu.
Akhirnya mereka makan dalam diam karena kalau Arka sudah ada perintah maka yang lain harus menuruti karena ia adalah big boss dari Lulu dan Dika
Setelah selesai makan Arka memesan desert untuk menemani mereka mengobrol, atau lebih tepatnya Arka yang bercerita tentang kepergian pria itu selama ini.
“Jadi intinya aku pergi juga mendadak, Waktu itu Kakek aku lagi sakit di London dan parah. Kami sekeluarga sudah berencana untuk mengunjungi kakek, tapi belum juga papa dan mama berpamitan sama keluarga kamu, ada telfon dari London katanya kakek kritis." Arka menjeda ceritanya sambil mengingat kejadian dimana Arka terpuruk karena sang kakek kritis
"Otomatis kami sekeluarga panik dan nggak pikir panjang kami langsung pergi ke London hari itu juga, bawa barang juga seadanya.” Arka lanjut bercerita tentang kepergiannya
Lulu dan Dika hanya diam mendengarkan dan tidak ada yang menyela cerita Arka
“Dan setelah sampai London ternyata kakek memang kritis, kakek meminta papa untuk mengelola perusahaan kakek yang ada di London itu. Jadi otomatis aku juga mau nggak mau harus langung sekolah SMA dan kuliah di London.
Dan untuk aku tidak bisa menghubungi kamu dan keluarga kamu kita semua minta maaf, karena waktu itu kita sempet mengalami musibah saat dibandara, tas mama yang kebetulan ada HP aku sama papa di copet, untungnya orang suruhan kakek sudah menjemput di bandara, karena kita semua panik” sambung Arka
“Kenapa HP kamu sama HP om Agung ada di tas tante Maya?” Tanya Lulu karena penasaran
“Karena saking paniknya denger kakek kritis, aku sama papa udah bingung duluan, mama yang udah persiapan sebelum dapat kabar kakek jadi untungnya itu pasport udah di bawa mama semua. Papa yang waktu itu baru pulang dari kantor ya langsung aja kita semua berangkat hanya bawa HP sama dompet di saku doang, nah pas sampai di London aku memang titip HP sama mama. Dan yah musibah itu terjadi saat di luar bandara. Makanya aku dan keluarga nggak bisa menghubungi kamu. Papa juga mulai mengurus semuanya dari nol dan itu ribet banget.” Sambung arka
Arka lalu mengawasi raut wajah Lulu yang sudah merasa sedih kemudian Arka memeluk Lulu dari samping untuk menenangkan hati Lulu.
Lulu yang merasa nyaman dipeluk oleh Arka tiba-tiba saja terisak menahan tangis.
“Udah nggak usah nangis, semuanya udah berlalu, yang penting sekarang aku sudah kembali, aku baik-baik saja, begitu juga denganmu, aku melihat kamu baik-baik seperti sekarang aja udah bikin aku bahagia” Arka berusaha untuk menenangkan gadis cantik itu.
Dika kemudian mengambil alih suasana supaya mereka tidak sedih lagi dengan candaan Dika dan berakhir dengan menikmati sisa makan malam mereka bertiga.