BE MY LOVE

BE MY LOVE
29. MASIH DI CUEKIN


Hari ini Lulu sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, tapi kata dokter Lulu harus istirahat total selama tiga hari kedepan supaya bekas operasinya benar-benar sembuh, karena mengingat yang dioperasi bagian kepala.


Arka memenuhi janjinya untuk menjaga Lulu, akan tetapi Arka masih belum sepenuhnya dipercaya oleh Lulu.


Arka mengantar Lulu pulang ke rumah dengan ditemani Mama Maya dan bunda Rita. Dan sepanjang perjalanan menuju rumah Lulu, gadis itu tidak banyak bicara apalagi terhadap Arka, ia masih ingin menguji sang tunangan.


Hingga setibanya di rumah Lulu pun masih tetap diam, dan Arka paham akan hal itu, ia juga harus ekstra sabar dan berjuang untuk mendapatkan kepercayaan gadis yang ia cintai itu.


"Bun, adek ke kamar dulu ya, kepala adek masih agak pusing" pinta Lulu kepada sang bunda dan diangguki oleh kedua wanita paruh baya itu.


"Sayang, aku antar yuk ke kamar, katanya masih agak pusing" Arka memberanikan diri untuk membuka suara


"Nggak usah aku masih bisa sendiri kok Ka, lagian kan kamu hari ini ada meeting penting dan kerjaan kamu banyak" Lulu menolak dengan halus.


"Tahu dari mana kamu kalau aku hari ini aku ada meeting penting terus kerjaan aku banyak?Pasti dari Dika ya?" Arka sedikit kaget karena Lulu tahu jadwalnya hari ini di kantor. Padahal dia ingin bicara sama Lulu di kamar dengan alasan mengantar Lulu ke kamar.


Sial!!!


gak jadi lagi kan ngomong berdua sama tunangannya?? Arka hanya bisa menghela nafas kasar


"bukan dari Dika kok, aku tahu karena aku mendengar nya langsung saat semalam kamu terima telfon, waktu itu aku belum benar-benar tidur jadi aku tau apa yang kamu omongin sama Dika di telepon...." Lulu menjeda ucapannya dengan melihat ekspresi Arka


"Udah sana ke kantor aja, aku nggak apa-apa kok Ka, kamu itu pemimpin perusahaan lebih baik beri contoh yang baik sama para karyawan kamu. Biarkan aku istirahat dulu oke" Lulu mengakhiri perkataannya dengan senyum yang tidak sampai mata lalu berbalik meninggalkan Arka menuju kamarnya.


"Oke kalau kamu maunya aku ke kantor, tapi nanti setelah pulang kantor aku akan ke sini ya sayang, istirahat ya sayangku cintaku San-San kesayangan aku" teriak Arka dan Lulu masih bisa mendengarkannya


"Terserah kamu!" jawab Lulu sambil menutup pintu kamar


****


Di dalam kamar bernuansa girly Lulu yang meringkuk di bawah tempat tidur menangis dengan memeluk kedua kakinya.


Sebenarnya Lulu juga sudah capek dengan semua ini, Lulu gak tahan dengan pura-pura cuek sama Arka, ia juga kasihan lihat wajah Arka seperti saat ini, tapi Lulu juga masih belum bisa melupakan kejadian itu dimana Arka bersama mantan kekasihnya.


Lulu menangis dalam diam, hingga akhirnya ia ketiduran dan berakhir tidur berbaring di atas lantai berlapis karpet bulu tebal yang berada di kamarnya.


sementara itu di sebuah perusahaan besar seorang pemuda gagah dengan setelan jas mahal sedang memimpin rapat di salah satu ruangan di perusahaan tersebut. Ya, dia adalah Arka seorang CEO Soraya corp.


Arka memimpin jalannya rapat tahunan untuk membahas masalah profit dan masalah proyek proyek yang harus selesai dalam tahun ini.


Arka bisa membedakan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. Terbukti hasil meeting hari ini berjalan dengan lancar meski harus ada perdebatan kecil.


Setelah rapat selesai, Arka tidak membuang-buang waktu untuk bersantai, ia segera menyelesaikan pekerjaannya di ruangan yang bergaya manly. Agar setelah selesai ia bisa langsung pulang dan bertemu dengan gadis yang ia cintai.


tok....


tok...


tok...


"Masuk" jawab Arka dari dalam ruangan tanpa memindahkan pandangannya ke arah pintu


"Arka kenapa kamu tinggalin aku begitu saja waktu itu" Stefi masuk langsung dengan ocehannya.


Arka yang tadinya fokus terhadap kerjaannya kini mau tak mau ia harus mendongakkan kepala untuk melihat orang yang baru saja masuk dengan ocehan yang nggak penting buat Arka


"Sory gue ada urusan yang lebih penting dari makan malam kemarin" Arka membalas dengan nada santai dan gaya bicara yang tidak formal karena Arka tahu hari ini tidak ada jadwal sama PT ACD


"BTW ngapain Lo ke sini? hari ini kita nggak ada meeting kan..."Arka menjeda ucapannya dengan memandang dingin ke arah Stefi


"Oh ya satu lagi, mulai sekarang urusan proyek kerja sama perusahaan kita gue limpahkan semua sama Dika, dia yang akan handle proyek ini, lagian proyek ini udah selesai tinggal finishing doang kan" lanjut Arka. Dan setelah itu Arka melanjutkan pekerjaannya


Alasan Arka mengatakan seperti itu hanya untuk menghindari kontak pertemuan dengan Stefi yang berujung kesalah pahaman antara dirinya dan Lulu


"Kok gitu sih Ka, emang Dika ngerti detailnya kaya gimana proyek ini??" Stefi terlihat kaget dengan keputusan Arka. "Kamu ini kenapa sih Ka? apa tunangan kamu itu cemburu sama kerjasama kita? kita kan cuma kerjasama doang Ka," lanjutnya yang bikin Arka semakin geram


"Udah ngomongnya? semua udah jelas, kenapa aku limpahkan proyek ini ke Dika? karena dia udah tau semuanya detailnya seperti apa. Dan jika sudah tidak ada yang penting lagi silahkan keluar dari sini, pintu keluar ada di belakang anda nona Stefi" ucap Arka dengan nada tegas dan dingin


Stefi yang tidak bisa berkata apa-apa lagi akhirnya memilih untuk keluar dari ruangan itu sambil menghentakkan Stiletto sebagai bentuk protes terhadap Arka


****


Tak terasa hari sudah petang dan Arka sudah menyelesaikan semua pekerjaannya meski sedikit terlambat dari rencana. Kini pria tampan itu segera pergi ke rumah Lulu dan tak lupa ia akan membeli martabak manis dan martabak telor kesukaan Lulu


Dan di lain tempat, tepatnya di rumah bunda Rita, gadis cantik yang sedari pagi menjelang siang ketiduran di lantai bawah tempat tidur kini akhirnya bangun, mungkin ia lelah menangis hingga bisa tertidur lama hingga membuatnya lupa akan minum obat.


Kini Lulu sudah mandi dan mencoba turun ke lantai satu untuk mencari makanan di dapur. Setelah sampai di dapur ia menemukan asisten rumah tangga yang sedang membereskan ruang keluarga


"Bi, di belakang ada makanan nggak?" tanya Lulu terhadap asisten rumah tangga itu


"Ada non, bentar ya bibi panasin dulu makanannya, soalnya dari siang tadi ditungguin bapak sama ibuk non Lulu gak keluar kamar" jawab bibi sambil berjalan menuju ke dapur dan diikuti Lulu seraya duduk di kursi meja makan.


Setelah makanan selesai di hangatkan oleh bibi Lulu lalu mulai makan dengan tenang dan setelah itu Lulu mencari obat untuk ia minum. Sesaat setelah bangun tidur Lulu seperti melupakan masalah dengan Arka.