BE MY LOVE

BE MY LOVE
22. SEMAKIN CURIGA


Apabila seseorang sudah sekali berbohong maka kemungkinan besar akan kembali berbohong lagi apalagi jika dalam menjalani kebohongan itu sudah merasa aman dan tidak ada yang mencurigai.


Tapi bila ada yang mencurigai maka seseorang itu akan berusaha mencari kebohongan yang lebih dan lebih lagi.


Seperti saat ini Lulu yang sedang berada di kantor pun tidak merasa tenang, karena sikap sang tunangan juga semakin hari semakin aneh, meski Arka masih memperlakukan Lulu dengan baik dan penuh cinta tapi bagi Lulu ada sesuatu hal yang aneh yang terjadi pada diri Arka.


Dan keadaan ini berimbas pada pekerjaannya yang terbengkalai karena Lulu juga sering tidak fokus dalam bekerja dan banyak melamun.


“Lu, lo ngapain sih gue perhatiin dari kamarin kaya nggak fokus gitu lo kerjanya?” Siska yang memperhatikan teman satu kubikelnya itu akhirnya mengungkapkan apa yang mengganjal di hati sejak beberapa hari lalu.


“Iya lo kan karyawan divisi marketing yang sangat profesional dan paling cekatan kenapa beberapa hari ini lo jadi kayak gini sih Lu, ada apa? Lo sakit?” Yuni ikut menyerukan pendapat pada Lulu.


“Ah nggak kok gue nggak apa-apa” sangkal Lulu


Siska dan Yuni tidak percaya begitu saja tapi mereka tidak mau memaksa Lulu untuk bercerita, karena nantinya Lulu akan bercerita sendiri.


“Ya udah kalau lo udah siap lo bisa cerita sama kita” Siska menambahkan


“Ya udah sekarang kita selesaikan pekerjaan kita nanti pulang kantor kita ke mall, refresh otak hari ini kan kita gajian ya nggak.... ya nggak....” Yuni memberi saran yang langsung disetujui oleh Siska dan Lulu yanya tersenyum tanda ia juga setuju dengan ide Yuni.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, pekerjaan pun hampir selesai ada pula yang sudah selesai dan memilih untuk istirahat sebelum jam pulang kerja, begitu pun dengan Siska dan Yuni mereka tinggal merevisi perkejaan mereka.


Lulu yang masih berkutat dengan komputer didepannya itu sesekali mengesah dan terdengar hingga ke kanan dan kiri mejanya.


Pekerjaannya sudah selesai tapi hatinya yang masih memikirkan Arka.


Lagian hari ini Arka juga katanya ada tinjauan lapangan, tapi katanya akan akan menjemput Lulu, tapi Lulu menolak karena sudah ada janji dengan Yuni dan Siska, entah itu bohong atau tidak apa yang Arka bilang tapi bagi Lulu pria itu tetap di curigai.


Saat jam kerja sudah selesai, dua gadis yang berada di samping Lulu itu sangat semangat karena mereka bisa pulang cepat dan jalan-jalan, ditambah hari ini mereka gajian.


Nikmat mana yang kau dustakan,,,,


Tapi berbeda dengan Lulu yang pikirannya masih seputar Arka dan sikapnya, bukan sikap berubah tidak mencintainya lagi, menurut pengamatan Lulu pria itu terlalu berlebihan dalam bersikap, lebih romantis tiap kali bertemu, lebih posesif dan lebih manja


Tapi kalau ditanya tentang pekerjaan dan proyek bersama PT ACD Arka selalu mengelak dan berusaha mengallihkan pembicaraan.


“Udah siap girls?” Yuni yang paling semangat.


Mereka bertiga keluar kantor dan menuju salah satu mall di tengah kota.


Lulu seperti terhipnotis oleh suasana mall, sejenak lupa akan Arka yang mngganggu pikirannya.


Mereka bertiga asyik bercanda gurau, sesekali seperti anak kecil yang mencoba wahana permainan anak-anak yang tentunya bisa di mainkan oleh orang dewasa.


Mereka juga memasuki beberapa toko seperti toko sepatu, toko baju juga toko aksesoris, meski bukan toko dengan merk ternama, mereka akan membeli kebutuhan yang bisa digunakan untuk bekerja.


Wanita bila sudah belanja dan melihat diskon pasti langsung diserbu, tak terkecuali Siska, Lulu dan Yuni.


****


Akhirnya disinilah mereka di sebuah restauran di dalam mall yang mereka pilih untuk makan malam bersama sebelum melanjutkan acara bersenang-senan atau malah memutuskan untuk pulang.


Siska mengambil buku menu dan memilih makanan untuk dirinya sendiri dan temannya “Lu, lo mau pesen apa? Gue pesenin sekalian aja” Siska menawarkan


“Gue samain aja deh kayak punya lo, nih Yuni sekalian pesenin, dia ke toilet sebentar kebelet” Lulu sekalian memberi tahu kalau Yuni ke toilet.


Saat asyik bercerita sambil menunggu makanan datang tiba-tiba mata Siska tertuju pada sosok pria tampan yang bagi Siska tidak asing.


“Lu, itu Pak Arka bukan? Terus itu sampingnya kayaknya Bu Stefi deh?” tanya Siska yang penasaran


Lulu akhirnya memutar kepala mengikuti arah yang ditunjuk Siska dan benar saja itu Arka bersama wanita yang siapa tadi Siska bilang, Bu Stefi?


“Bu Stefi siapa sih Sis?” Tanya Lulu penasaran apa hubungannya Stefi sama Arka


“Itu lho bu Stefi yang perwakilan dari PT ACD yang kerja sama dengan perusahaan dan Pak Arka sendiri yang turun tangan langsung


Lulu hanya ber Oh ria menangapi kata-kata Siska meski sebenarnya dalam hati Lulu juga penasaran.


“Sis jangan sampai Pak Arka tau kita disini ya” Pinta Lulu yang diangguki kedua temannya


Dan untungnya Arka dan Stefi duduk agak jauh dari Lulu dan teman-temanya, tapi mereka masih bisa menjangkau pembicaraan antara Arka dan Stefi.


Di meja Arka dan Stefi, mereka awalnya terlihat formal mereka masih profesional dengan membahas pekerjaan dengan di selingi makan malam.


Tapi lama-lama tangan Stefi memegang tangan Arka dan bicara sudah mulai ngelantur tapi Arka segera menarik tangannya agar lepas dari pegangan tangan Stefi, gadis itu masih berusaha menggoda Arka meski Arka hanya menampakkan sikap datar dan dingin.


Dan semua itu tertangkap oleh indra penglihatan Lulu yang menyorotkan mata yang sedang marah, cemburu, kecewa dan semua hal negatif tentang Arka.


Hingga tak berselang lama mata Arka bersibrobrok dengan mata Lulu dan seketika itu pula jantung Arka seakan terhenti begitu pun Lulu dengan sorot mata kecewa.


Akhirnya kecurigaan Lulu semakin terbukti kalau ada wanita lain di hidup Arka.


Dan seketika itu Lulu berpamitan dengan kedua temannya dan langsung pulang tanpa alasan yang jelas.


Kedua temannya itu seketika menjadi heran dengan sikap Lulu.


Arka menahan nafas, hingga Arka merasa untuk menyudahi acara makan malam ini dengan Stefi, karena bagi Arka sudah tidak ada hal penting lagi tentang pekerjaan yang dibahas.


Ada hal yang lebih penting untuk dijelaskan pada Lulu. Pasti Lulu salah paham.


Akhirnya Arka pergi meninggalkan restauran, tidak peduli Stefi berteriak memanggil nama Arka