
Rasa rindu yang mendalam akan membuat petemuan juga akan terasa sangat mengesankan pasti tangis haru tak kan terelakkan lagi, berbagai macam emosi pasti ikut mewarnai sebuah pertemuan.
Dan hari ini keluarga Agng akan berangkat ke rumah Lulu, perpisahan lama bukan tentang Arka dan Lulu tapi juga tentang orang tua mereka.
Kebetulan ini adalah hari sabtu, akhir pekan seperti ini pasti banyak orang yang mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka setelah lima hari bekerja.
Dalam perjalanan menuju rumah Lulu, keluarga Arka saling melempar senyum, menantikan pertemuan dengan keluarga yang sudah dikenalnya dan juga sudah ditinggalkan begitu lama tanpa penjelasan yang sebenarnya.
“Pah, nanti kita mampir dulu ke toko kue langganan mama ya pah? Mama mau beli kue buat mbak yu Rita, sama kalau ada toko buah juga berhenti dulu, mama juga mau beli buah” Maya berujar seperti memerintah.
Dan kalau sang Nyonya Agung berkehendak, maka tidak satupun orang di rumah yang bisa menolaknya.
“Asiiiaaappp Mama sayang, apapun buat mama” kata Agung sambil mengedip-kedipkan mata sambil memajukan bibir seolah sedang minta cium dan dibalas dengan kecupan diudara oleh sang istri
“Woy...woy... stop woy... ingat di belakang ada anak kecil nih, jangan pamer kemesraan di depan anak” Arka yang sedang duduk di kabin belang pun ikut berkomentar dengan tingkah laku konyol mama dan papanya.
“Idiihh.... kamu mah bukan anak kecil, tapi udah tua, udah waktunya nikah. Eehh ini malah masih jomblo, entar jadi jomblo karatan mau kamu??” itu sang mama yang senang jika menggoda Arka dengan tema Arka jomblo
****
Setelah sekitar kurang lebih menempuh perjalanan selama hampir dua jam akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Lulu setelah menghabiskan waktu di toko kue dan toko buah karena Maya bingung mau memilih buah dn kue yang akan di bawa.
Maya yang memang punya hati melow, turun dari mobil mata Maya sudah berkaca-kaca di balik sunglases coklat yang bertengger indah di hidung mancungnya.
Sedangkan Agung yang sudah berdiri di samping sang istri hanya bisa merangkul pundak sang istri sambil membayangkan betapa akrabnya kedua keluarga itu di masa lampau. Dan kini Agung akan berusaha menjelaskan kemana dirinya selama ini.
"Pah, mah jadi masuk nggak? Panas nih disini” lamunan Maya dan Agung dibuyarkan oleh sang anak
“I...iya masuk dong sayang,,,, bentar mama ambil kue sama buahnya dulu ya. Nih kamu bawa kue sayang” setelah mengambil brang yang dimaksud Maya menyerahkan papperbag berisi kue pada Arka, berniat untuk meminta bantuan
Wah ajaib sekali ternyata istri dari Agung Bramantyo Soraya
Tok
Tok
Tok
“Assalamualaikum...”
Ceklek......
“Waalaikumsalam” Jawab seorang wanita paruhbaya yang sedang membuka pintu
Jantung orang yang sedang membuka pintu itu nyaris jatuh kedasar perut begitu juga dengan Maya dan Agung yang tadi mengucap salam dan berdiri paling depan, diikuti Arka dibelakangnya.
Yah, wanita yang membuka pintu tersebut adalah bunda Rita, ibunda dari Lulu.
Lalu para orang tua wanita itu saling pandang dengan mata yang sudah memerah menahan laju air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata.
“Mbak yu....... Ya Allah mbak yu alhamdulillah akhirnya bisa bertemu dengan mba yu lagi hikz...hikz...hiz...” tangis Maya pecah saat Maya berhamburan memeluk bunda Rita.
Begitupun dengan bunda Rita yang juga menangis haru dipelukan mama Maya “Ya Allah ini kamu May? Beneran ini kamu?” Bunda Rita masih seolah tak percaya kalau yang ada di pelukannya itu adalah Maya ibu dari Lulu.
“Bun, tamunya kok nggak disuruh masuk sih. Bunda ... bunda kenapa nangis? Ini siapa bun?” tanya Lulu yang merasa aneh karena sang bunda tiba-tiba nangis.
Sang bunda hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum, Lulu seketika merasa lega karena tdak ada masalah.
Mereka semua akhirnya masuk dan Lulu tiba-tiba mengkerutkan kening karena tiba-tiba ada Arka di rumahnya. Lulu sendiri sebenarnya lupa dengan wajah orang tua Arka karena sudah sangat lama.
“P.... Pak Arka? Kenapa Bapak ada disini?” tanya Lulu pada Arka.
“Bun ini ada apa sih? Terus om sama tante ini siapa bun?” gantian Lulu bertanya pada bunda Rita.
Arka yang dari tadi senyam senyum merasa lucu karena Lulu tidak mengenali mama dan papa Arka.
“Kamu lupa sama om dan tante ini? Ini om Agung dan ini tante Maya?” bunda Rita menjawab pertanyaan Lulu sambil melihat Agung dan Maya, dan baru sadar kalau kalau ada pemuda gagah perkaya tampan yang wajahnya seakan perpaduan antara Agung dan Maya.
“May,,,, ini anak kamu? ini Arka May, yang sering main sama Lulu itu?” tanya bunda Rita sambil menoleh ke arah Maya.
Sembari tersenyum Maya hanya mengangguk. “Iya mbak, ini Arka anak kami satu-satunya, masa mbak yu sampai lupa sih” Maya menjelaskan
“Ya aku nggak ngenalin lah May, dulu waktu kecil kan Arka cungkring banget sekarang jadi ganteng gagah perkasa gini, siapa coba yang ga pangkling.” Sambil mengelus pundak Arka dan yang merasa dielus pundaknya hanya tersenyum.
Lulu yang dari tadi masih mencerna obrolan keluarganya saat tersadar langsung menghampiri Agung dan Maya lalu mencium punggung tangan mereka bergantian.
Mereka akhirnya mengobrol sambil di selingi oleh tangis tawa dan sedih bahagia hingga tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan wajah terkejutnya setelah melihat dengan mata kepalanya ada Agung dan Maya berada di rumah mereka dan sedang mengobrol dengan istri dan anaknya.
Agung berdiri dan segera memeluk Toni sambil mengucapkan maaf berkali-kali dan juga Maya yang menyusul agung untuk minta maaf kepada Toni.
Dengan kekuatan cinta dan kesabaran bunda Rita yang melihat ekspresi suaminya masih terkejut, akhirnya bunda Rita mengajak suaminya duduk dan menjelaskan semuanya kepada Toni.
Mereka pun semuanya mengerti tentang keadaan masing-masing.
Hingga tanpa terasa akhirnya hari sudah malam keluarga Agung Bramantyo memutuskan untuk pulang.