BE MY LOVE

BE MY LOVE
3. UNDANGAN REUNI


Pagi hari terasa ringan yang dirasakan oleh Lulu, karena mendapat undangan reuni besok malam.


“Pagi Bunda....” seru Lulu sambil menghampiri sang Bunda yang sedang menyiapkan sarapan pagi.


“Pagi sayang, ayo sarapan dulu biar semangat ke kantornya” jawab Bunda sambil membelai rambut Lulu yang dikuncir ekor kuda.


“Oh ya ini kamu tadi pagi dapat undangan reuni SMP kayaknya” sambung Bunda lagi sambil menyodorkan sebuah undangan.


“Iya bunda semalam Tari juga sudah memberi tahu Lulu kalau akan ada yang ngirim undangan secara langsung” kata Lulu sambil memasukkan nasi goreng kesukaannya ke dalam mulut sambil membaca undangan tersebut.


Setelah menyelesaikan sarapan Lulu pamit kepada sang Bunda untuk pergi ke Soraya corp tempat ia bekerja selama hampir 3 tahun ini.


*****


Di dalam suasana kantor yang masih sepi hanya ada beberapa karyawan bagian resepsionis yang mengisi meja paling depan kantor tersebut. Lulu sengaja berangkat agak pagi untuk menghindari macet juga untuk mengantisipasi kecelakaan seperti kemarin, karena orang yang paling menyebalkan versi Lulu adalah CEO di perusahaan ini.


Yaa, Lulu memutuskan mulai pagi ini akan berangkat agak pagi, selain untuk menghindari kemacetan juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kemarin.


Tiba di lantai 4 dimana divisi tempatnya bekerja Lulu membersihkan meja kerjanya Lulu duduk dan mulai mengerjakan laporan bulanan tentang penjualan bulan kemarin.


“Waah.... ada anak rajin nih jam segini udah berkutat dengan komputer, rajin bener ini anak..” seru Siska yang baru saja masuk ke ruangan marketing.


“Biasa aja kelees... gue mau cepet selesaikan pekerjaan gue supaya bisa cepet pulang, dan biar besok kerjaan gue kagak numpuk kaya gunung Rinjani, gue ada acara besok malam” jawab Lulu dengan wajah berseri.


“Emang Lo mau kemana besok?” tanya Siska


“Besok gue ada acara Reuni SMP, Lo tahun acara tahunan yang diadain di sekolah gue dulu?” Lulu berharap saat reuni besok malam dapat bertemu dengan sahabat kecilnya itu.


Meski sudah beberapa kali dan menjadi acara rutin tiap tahun diadakan reuni itu sang sahabat tidak datang, dan semoga malam ini ada sahabatnya itu.


****


Dilain tempat tepatnya di ruangan CEO, Arka yang sedang berkutat dengan berkas-berkas penting yang harus dipelajari dan harus ditandatangi.


Pria dengan perawakan tinggi, rahang tegas, rambut tertata rapi dan jangan lupakan setelan jas warna abu tua dengan kemeja abu muda itu sungguh membalut tubuh atletis, sangat serius dalam bekerja hingga kemudian ada yang mengetok pintu ruang direktur utama tersebut.


Tok tok tok....


“Bro ada undangan reuni SMP kita besok malam di sekolah kita dulu” itu Dika sahabat sekaligus sekretarisnya Arka.


“Males ah lo ngasih undangan aja mendadak gini” jawab arka santai tanpa memindahkan mata menuju sahabatnya.


Arka memang lagi sibuk karena belum seminggu ia menjabat seagai direktur utama perusahaan Soraya corp jadi Arka harus benar-benar menyesuaikan diri dan mempelajari dengan betul tentang perusahaan ini.


Makanya Arka sangat serius akan tanggung jawab perusahaan yang diamanahkan sang papa dan tidak ingin main-main dengan hal tidak penting menurut Arka.


“Ya ellahh bro, ini udah berkali-kali diadakan reuni dan lo nggak pernah datang, ini udah jadi acara rutin tahunan sejak lo masih di Inggris lho Ka, ayo lah Ka kita datang, emang lo gak kangen sama San-San lo itu” bujuk Dika dengan wajah memelas.


Dika sangat tahu tentang gadis kecil yang selalu sama Arka sejak kecil, dan sejak Arka pindah ke Inggris sekeluarga secara mendadak, dan kebetulan Dika juga sekolah satu kampus dengan Arka, jadi Dika tau gimana sedihnya Arka saat meninggalkan gadis kecilnya itu.


Dika juga mengetahui dengan persis seperti apa Arka dan gadis yang disebut Dika dengan San-San itu.


Dika yang selalu ada untuk Arka saat ia baru di Inggris, dan beruntungnya Arka bisa bertemu Dika di Inggris saat kuliah, maka sejak itu Arka selalu mengandalkan Dika.


Setelah Lulus kuliah Arka juga sempat bekerja di perusahaan terbesar di London selama beberapa tahun sebelum kembali ke Indonesia untuk melanjutkan perusahaan yang sudah dirilis sejak jaman sang kakek.


Arka terdiam sambil memandang Dika didepannya setelah menutup berkas yang sedari tadi dipelajari. “San-San?” Arka membeo omongan Dika. Dika membalas pertanyaan Arka dengan anggukan kepala.


Arka tersenyum ketika mengingat nama San-San, yah San-San adalah nama sahabatnya waktu kecil, dan tanpa disadari oleh Dika maupun Arka bahwa San-San yang mereka cari ada disekitar mereka.


“Oke gue datang, apa ada dresscode tertentu atau gimana? Bawa pasangan mungkin?” tanya Arka


“Nggak ada bebas kok acaranya juga nggak terlalu formal, cuma ajang silahturahmi aja karena udah 14 tahun berlalu juga kan kita lulus SMP” Dika memberitahu


“Oke deal besok lo jemput gue, gue lupa jalan menuju sekolah dulu” balasan Arka yang membuat Dika terkekeh.


“Iya percaya deh gue kalau lo lupa jalan menuju sekolah kita dulu, kan lo orang Inggris” kekeh Dika sambil berdiri dari kursi yang ia duduki.


“Sialan lo, gue masih warga Indonesia kali, mau lihat KTP gue?” Arka yang meladeni candaan Dika hanya menoleh sedikit ke arah Dika


“Iya ya boss udah gue balik ke ruangan gue dulu, besok gue jemput lo jam tujuh malam, jangan lupa dandan yang ganteng, banyak cewek-cewek cantiknya” jawab Dika dengan mengangkat tangan membetuk bentuk hormat kepada Arka.