BE MY LOVE

BE MY LOVE
7. SI CUNGKRING ARKA


Takdir baik tidak akan menghianati hasil, bila kesabaran yang setia dan tekat yang kuat juga kepercayaan diri yang tinggi tentu tidak akan menghianati hasil akhir.


Seperti saat ini dua sejoli yang sedang melepas rindu karena sudah belasan tahun tidak bertemu kini nyata ada dihadapan mereka, perubahan fisik yang sangat kentara.


Lulu yang dulu adalah anak yang kecil, mungil juga bisa dibilang dekil, kini bertansformasi menjadi gadis yang periang, cantik dan juga tinggi badan yang sebagaimana mestinya.


Begitu juga dengan Arka. Pria yang dulunya adalah anak yang kerempeng, pendek, cuek, wajah biasa saja cenderung culun dan cupu, kini bertransformasi menjadi seorang CEO dengan tubuh atletis, rahang tegas, wajah tampan, dan jangan lupakan otot-otot lengan yang tercetak saat lengan kemeja digulung sampai siku. Dan yang pasti ada otot perut bak roti sobek di balik kemeja tersebut.


Mereka kini sedang duduk di taman yang masih di dalam lingkungan sekolah yang dijadikan tempat reuni, mereka akhirnya memilih disini dan tidak mengikuti acara reuni.


Karena acara juga sudah dimulai jadi belum terlalu malam juga, lagian tadi Tari dan Putri sudah mengijinkan Lulu pada bunda untuk pulang telat, Lulu juga sudah menelpon bunda untuk konfirmasi kepulangannya yang telat.


“Aku masih nggak nyangka kalau Bapak adalah Ley, secara perubahannya signifikan banget” ucap lulu untuk mencairkan suasana yang hening.


“Memangnya kenapa? Kamu juga berubah banget sekarang udah nggak dekil lagi kaya dulu, udah cantik sekarang” kata Arka sambil menekankan kalimat terakhir dengan suara seksi tepat di telinga Lulu.


“Ish.... Bapak apaan sih gombal banget” jawab Lulu sambil menahan merah merona di pipinya.”


“Jangan panggil aku Bapak, emang aku bapak kamu apa, seenaknya aja panggil bapak” Protes Arka karena Lulu masih memanggilnya Bapak.


“Kan bapak atasan saya di kantor ya harus sopan dong, kalau nggak sopan bisa-bisa saya dipecat nanti.” Lulu mengerjai Arka karena Lulu masih merasa canggung dengan suasa ini, setelah sekian lama berpisah dengan Arka.


Lulu berusaha mengerjai Arka yang sudah tampak kesal.


“Tapi kan ini nggak dikantor San-San.....” Arka semakin kesal.


“Sama saja pak, gak ada bedanya” Lulu masih belum menyerah.


“Bodoh amat.... siapa suruh pergi nggak bilang-bilang lama banget sampai belasan tahun, tau nggak kamu ninggalin aku sendirian disini udah 14 tahun 9 bulan?” sambung Lulu dengan mata berkaca-kaca karena mengingat betapa lamanya di tinggal sang sahabat.


Arka yang tidak tega melihat Lulu menanggis tiba-tiba menarik pinggang Lulu agar gadis itu masuk dalam pelukannya lagi, reflek Lulu langsung melingkarkan tangannya di perut Arka.


Arka tiba-tiba terdiam merasakan sesuatu yang bergejolak di dada, sesuatu rasa yang asing yang menimbulkan detak jantung berdetak tak karuan. Dan dengan lancang Arka mencium puncak kepala Lulu.


Lulu yang terkejut dengan tindakan Arka lalu mendongak ke atas untuk melihat muka Arka


“Yee... kaya anak cewek aja lebay, si Cungkring Leley lebay,,, masa sampai hari dihitung segala” ejek Lulu


******


Di lain tempat, Tari yang sedang mengemudikan mobilnya dan dibangku penumpang samping ada Putri yang sedang memangku Marcel yang sudah terlelap dalam tidurnya.


Tari merasa aneh dengan lelaki yang katanya bosnya Lulu, tari seperti merasa tidak asing dengan orang itu.


“Put, lo kenal nggak sama bosnya si Lulu?” tanya Tari karena masih merasa penasaran.


“Nggak kenal gue, tapi kok kaya nggak asing ya bagi gue” ucap Putri yang sama herannya dengan sosok Arka.


“Iya, gue juga kaya merasa kenal banget sama dia, kaya pernah ketemu dimana gitu” Pendapat Tari yang diangguki oleh Putri


Tari dan Putri sedang dalam lamunannya sembari mengingat-ingat siapa lelaki itu, kenapa wajahnya familiar banget. Tiba-tiba mereka saling pandang dan “Leydarka!!?” seru mereka bersamaan dengan keras hingga membangunkan Marcel.


“Aunty sama mama kenapa ketawa kecang banget, berisik tau” Marel pun terbangun karena suara Tari dan Putri yang keras itu


“Iya maaf ya sayang, mama tadi cerita Lucu makanya aunty ketawa kenceng, udah Marcel tidur lagi ya” bujuk Putri agar Marcel kembali tidur


Mereka berdua tertawa sambil tangan Putri mengelus-elus kepala Marcel agar kembali tertidur, akhirnya Marcel kembali terlelap sedangkan Tari dan Putri masih tertawa pelan dengan apa yang baru mereka sadari.


“Tapi kenapa Lulu bisa nggak ngenalin Leydarka ya Tar? Kan dia yang paling deket sama si Leley itu” Putri mengungkapkan rasa penasarannya terhadap Tari.


“Iya gue juga heran sama tu anak, kok bisa gitu, secara dia ketemu bukan sekali ini kan? Katanya dia itu bosnya Lulu, berarti dia udah sering ketemu kan? Yah meski baru beberapa hari sih.” Jawaban Tari yang diangguki oleh Putri.


“lha kita aja yang baru sekali ini lihat udah bisa tau, yah meskipun mutar memori belasan tahun yang lalu. Hahaha” kata tari sambil ketawa ringan mengingat kelakuan bodoh sahabatnya itu.


“Nggak nyangka gue sama si kerempeng itu bisa berubah drastis kaya gitu.” Kata Putri yang masih nggak percaya dengan perubahan Leydarka yang juga teman sekolah Putri dan Tari


Dan akhirnya mereka sampai dirumah Tari, mereka turun dan Putri memutuskan menginap dirumah Tari untuk menemani Tari dan Marcel. Saat Tari sudah menidurkan anaknya mereka kembali ke ruang keluarga untuk membayangkan betapa menggemaskan sahabatnya itu karena tidak mengenali Arka yang notabennya sahabat di masa kecil.