
Ciittt.......!!!!!
Brakk...!!
Seorang gadis hampir saja menjadi korban kecelakan untung saja hanya jatuh dari motor maticnya. "Eh Lo bisa nyetir nggak sih? Main tabrak aja!!" Kesal Lulu. Yah gadis itu adalah Lulu, seorang gadis dengan perawakan tinggi dengan rambut panjang sedang mengendarai motor maticnya untuk pergi bekerja di perusahan ternama Soraya corp.
Seorang pria dengan setelan jas mahal berwarna biru tua dipadupadankan dengan kemeja biru muda dan dasi warna coklat turun dari mobil sport warna merah yang dikendarainya.
"Lo itu yang gak bisa naik motor, tu lihat sampai lecet kan mobil gue, udah sekarang Lo tanggung jawab!" seru Leydarka.
Yah dia adalah Leydarka Alvaro Soraya anak semata wayang dari Agung Bramantyo Soraya pemilik Soraya corp. Yang sering dipanggil Arka
"Enak aja Lo bilang gue yang salah gak bisa naik motor, Lo tu yang gak lihat! noh lihat lampu merah coy... Lo yang nyelonong aja, untung sepi gak ada polisi, kalau ada Lo abis sama polisi, dah ah gue mau kerja udah mau telat gue, stres gue ngadepin orang kaya seperti Lo, songong banget sih!" Lulu tampak ngegas dalam berbicara dan langsung pergi gitu aja, untung saja motornya gak kenapa kenapa.
****
Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti dengan gedung bertingkat 15 lantai itu, Lulu memarkirkan motornya diparkiran khusus motor. Lulu dengan tergesa-gesa segera masuk dan naik ke lantai 4 dimana tempatnya bekerja di divisi marketing, Lulu segera duduk dan menyalakan komputer yang ada dimeja kubikel.
"Haah.... Sial banget gue hari ini, udah bangun kesiangan, dijalan macet, sekalinya mulus malah hampir tabrakan sama orang kaya tapi gila gak punya hati" desis Lulu sambil mulai mulai mengerjakan tugasnya.
"Hey... Lo kenapa pagi-pagi udah sewot aja, sarapan apa tadi Lo ha?" Siska meja sebelah kubikel Lulu mendekatkan kursinya ke meja Lulu. "Stttt...... Ntar gue ceritain,sekarang gue mau fokus dulu, kerjaan gue deadline, pokoknya hari ini gue sial banget". Lulu menjawab pertanyaan Siska tanpa menoleh ke arah temannya.
Jam sudah menunjukan waktu makan siang dan kerjaan Lulu selesai setengah jam yang lalu, ia tidak langsung menyerahkan kerjaan ke kepala divisi, ia merenggangkan otot jari dan mata karena sedari pagi bergelayut di depan komputer. "Huft.... Akhirnya kelar juga kerjaan gue, tinggal serahin aja ke Pak Bowo bentar lagi deh, masih capek gue." Monolog Lulu sambil membersihkan meja kerjanya, "Woy... Lo masih hutang penjelasan sama gue ya Lu!! Awas kalau Lo kabur atau pura-pura lupa" Siska mengingatkan Lulu yang hendak menuju ruangan Pak Bowo.
****
Jam makan siang pun telah tiba Lulu, Siska dan Yuni sedang makan siang di kantin kantor, mereka duduk di meja paling pojok, biar kalau mereka ngeghibah jarang ada yang dengar, "udah cepetan lo mau jelasin apa sama kita, dari tadi muka Lo kusut banget kaya habis ketemu sama penagih hutang aja" Siska memulai pembicaraan setelah makanan mereka tinggal separo,
"Gue hampir kecelakaan tadi" jawab Lulu santai
"What!!!!???" Seru Siska dan Yuni bersama
" Tapi Lo nggak kenapa kenapa kan Lu? Ada yang luka nggak? Mana yang luka Lulu? Terus orang yang nabrak lo tanggung jawab nggak? Serentetan pertanyaan yg Siska ajukan sambil meneliti tubuh Lulu dengan teliti. "Lo itu tanya apa wawancara? Tanya itu satu satu napa, bingung gue jawabnya" Lulu menjawab pertanyaan Siska dengan pertanyaan yang diakhiri kekehan kecil.
"Ya udah gue tanya deh, elo ada yang luka nggak?" Itu Yuni yang bertanya
"Gue nggak kenapa kenapa, untung aja tadi pas lampu merah, tu cowok main nyelonong aja, mentang-mentang orang kaya, bukannya tanya gue baik-baik aja apa nggak eh malah mikirin mobilnya. Haaaahh sial...." Lulu menceritakan apa yang dialami tadi pagi.
"Yang nabrak lo cowok Lu? Ganteng nggak, keren nggak, Lo tanya namanya nggak? Seloroh Siska
"Yaa elah elo Sis, klo denger cowok aja mata Lo jadi ijo" samber Yuni dengan memasukan bakwan ke mulut Siska
"Cowok ganteng keren tapi kalau nggak tanggung jawab buat apa" jawab Lulu santai
Mereka akhirnya makan siang dengan canda tawa dan saling bercerita tentang keseharian mereka. Yah mereka bertiga memang dekat. Mereka kenal dan mulai dekat waktu sama-sama kerja di perusahaan besar Soraya Corp.