BE MY LOVE

BE MY LOVE
16. LAMARAN


Acara kejutan pesta ulang tahun Lulu berjalan dengan lancar berkat Dika dan para sahabat Lulu.


Dan semua orang menikmati pesta tersebut, tak terkecuali dengan Putri dan Dika, mereka yang paling berpengaruh dengan pesta ini.


Putri dan Dika sengaja didekatkan oleh Arka untuk membuat pesta ini.


Karena Arka tahu sejak dulu waktu masih SMP Dika sering godain Putri dan itu membuat Arka tahu jika sejujurnya Dika menyukai Putri, meski waktu itu bisa dibilang cinta monyet, tapi apa salahnya kalau Arka mendekatkan kembali cinta monyet milik Dika.


Mereka kini duduk di sebuah meja, “Akhirnya sukses juga kerja keras kita, tinggal satu langkah lagi” kata Dika sambil minum jus jeruk yang ada di gelasnya.


“Iya nggak nyangka banget, bisa happy gini, penantian Lulu selama ini nggak sia-sia” balas Putri dengan wajah ceria


“Lo sendiri kenapa nggak nggajak pasangan lo datang? Dan sorry beberapa hari ini gue menyita waktu lo buat ngurusin pesta ini”


“It’s ok no problem” Jawab Putri santai


“Emang cowok lo nggak marah gitu, secara kita ngurusin pesta ini berhari-hari kadang sampai larut juga kan?” Dika yang merasa tidak enak pada Putri dan ia merasa bersalah


“Hahahah.... cowok dari mana, lo ngadi-ngadi deh kerjaannya, gue nggak punya cowok, makanya gue bisa nyantai dan happy juga nggak terbebani ketika Arka minta gue buat bantuin lo ngurusin pesta ini” jawab Putri setelah ketawanya reda


“Ah yang bener lo belum punya cowok? Dika merasa penasaran dan tidak percaya


“Beneran suer deh, kalau nggak percaya noh tanya sama Lulu dan Tari, mereka yang tau gue luar dalam”


“Really?” Dika sampai mengerjap tidak percaya dan Putri hanya tersenyum dan menganggukkan kepala sebagai jawaban. Dan entah kenapa hati Dika merasa senang dan ada sesuatu yang tidak bisa dijabarkan oleh kata-kata.


****


Setelah semua menikmati hidangan makan malam di kafe tersebut, Arka menuju ke panggung dan membuat semua orang yang ada di kafe tersebut seketika menghadap ke Arka.


“Selamat malam semua teman-teman yang ada disini, terima kasih atas waktunya mau meluangkan waktu untuk datang ke acara ulang tahun teman kita, Lulu,. Dan selain untuk merayakan ulang tahun Lulu saya pribadi ingin mengatakan sesuatu pada Lulu.” Kata Arka sambil menatap Lulu.


Lulu yang seketika diam kini melongo dan menerka-nerka apa yang akan di bicarkan Arka padanya.


“Ley mau ngomong apa sih kok mukanya serius banget, gue jadi deg deg an gini.


Tuhan.... tolong normalkan detak jantungku” Kata Lulu dalam hati.


“Lulu, bisakah kamu kemari sebentar?” kata Arka yang membuyarkan lamunan Lulu. Dan tanpa disadari oleh Lulu, dibelakangnya sudah ada Dika.


Dika membawa Lulu ke depan menghampiri Arka. Lulu yang masih bingung dengan keadaan hanya memandang Arka dengan tatapan yang sulit diartikan


Tiba-tiba arka berlutut dengan satu kaki dan memegang kotak beludru berwarna merah yang berisi cincin bermata berlian, simpel tapi elegan


“Lulu, San-San, wii you merry me? Aku tau ini mendadak karena kita sebelumnya tidak pernah saling menyatakan cinta apalagi membahas tentang pernikahan. Tetapi apa yang aku rasakan selama ini terhadap kamu itu bukan rasa sayang sebagai sahabat saja, ada rasa lebih dari dalam diriku yang sulit aku jelaskan, kenyamanan, ketenangan hidup, kebahagiaan seolah hidupku hanya berporos padamu Lu.” Arka menjeda perkataannya karena Lulu masih terdiam lalu melanjutkan isi hatinya.


Dalam hati Lulu bahagia, ternyata rasa cintanya pada Arka tidak bertepuk sebelah tangan.


"Jadi bagaimana Lulu Santika?" Arka tersenyum ke arah Lulu


“Terima... Terima... terima...”


suara dari keluaraga teman-teman terdekat Lulu dan Arka yang berada di Kafe itu bersorak membangunkan Lulu dari lamunannya


Air mata Lulu kian mengalir deras sambil menganggukan kepala “Iya, aku mau.... Aku mau Arka, aku bersedia” ucap Lulu sambil sesenggukkan.


Suasana yang ada di kafe tersebut menjadi sangat riang karena ikut merasakan kebahagiaan Arka dan Lulu apalagi orang tua Arka dan Lulu yang sudah mengenal karena sejak Lulu dan Arka Kecil mereka sudah bertetangga dan mereka juga sudah bersahabat sejak kecil.


Arka berdiri dan memasangkan cincin itu ke jari manis sebelah kiri tangan Lulu. Sekejab Lulu memandang cincin dari Arka lalu tanpa aba-aba Lulu langsung memeluk pria dihadapannya, Arka yang tersikap lalu membalas pelukan dari sang calon istri dengan mengelus punggung Lulu dan senyum yang tak pudar dari bibirnya.


Lulu merasa hidupnya ada yang lebih indah, penantian panjang setelah belasan tahun berpisah kini berada di depannya dan baru saja melamarnya untuk menjadi istrinya.


Sesuatu yang nggak pernah Lulu bayangkan, bisa bertemu dengan sahabat kecilnya saja Lulu sudah bahagia apalagi ternyata pria itu juga mencintainya dan kini berniat akan menjadikannya istri dari seorang yang ia cintai


Dari ujung mata Lulu yang sedang memeluk Arka kini mentap sepasang muda mudi yang sedang bercengkerama dengan raut wajah bahagia. Yah siapa lagi kalau bukan Dika dan sahabat Lulu yakni Putri.


Lulu pun tesenyum bahagia bukan hanya dirinya yang baru saja dilamar, tapi bahagia melihat sahabatnya mau membuka diri untuk pria lain, meski Lulu tau pria itu adalah orang yang sangat dibenci Putri waktu SMP tapi mungkin keduanya tidak sadar kalau mereka saling mengagumi, bahkan bisa jadi suatu saat nanti bisa saling mencintai


Ah tidak.... bukan mereka tidak saling kenal tapi Putri yang tidak mengenali Dika, karena pria itu sama seperti Arka, berubah drastis.


Tapi itu pemikiran Lulu yang menganggap Putri tidak mengenali Dika, nyatanya Putri tau kalau Dika yang sekarang bersamanya itu adalah Dika yang dulu sering menggoda Putri dan pria yang di benci Putri waktu masih SMP dulu.


Mungkin setelah acara ini atau lebih tepatnya setelah projek dari Arka ini selesai Dika akan terus berusaha bertemu dengan Putri apapun alasannya.


Pesta berakhir dengan meriah, semua bahagia dihari ulang tahun lulu yang ke dua puluh sembilan dilamar sang sahabat yang merupakan sang pujaan hati, juga melihat Putri dan Dika bercanda gurau itu membuat kebahagiaan Lulu berlipat-lipat ganda.


Semua pulang ke rumah masing masing karena hari pun semakin larut Arka pun mengantar Lulu pulang, tapi tidak dengan dua sejoli yang harus membereskan acara ini siapa lagi kalau buka Putri dan Dika