BE MY LOVE

BE MY LOVE
21. KECURIGAAN LULU


Hari – hari Arka kini lagi disibukkan dengan proyek baru yang sialnya Stefi yang memegang proyek itu.


Hal itu membuat Arka semakin tidak bisa menjaga jarak dengan Stefi, karena saat meeting atau tinjauan lapangan Stefi selalu minta waktu buat makan siang lah, ngaterin pulang lah, ini lah itu lah, sikap Stefi yang seperti itulah yang membuat Arka merasa jengah.


Kalau bukan karena pimpinan perusahaan dimana Stefi kerja sudah menjadi langgaan kerjasama dengan Soraya Corp dan Arka juga mengenal dengan baik pimpinan Stefi Arka juga tidak sudi buat kerja sama dengan Stefi, atau setidaknya jika Arka maupun Dika tau sejak awal jika yang menghendel proyek ini adalah Stefi Wiratmaja mantannya Arka sudah tentu Arka atau Dika minta pengganti saja.


Karena yang tertera dalam proposal kerja sama itu hanya menulis nama Stefi, dan Arka juga tidak menyangka bahwa Stefi yang di maksud adalah Stefi Wiratmaja. Karena yang namanya Stefi di dunia ini pasti ribuan.


Seperti saat ini hari sudah menjelang sore dan Arka harus mengantar Stefi pulang karena Stefi beralasan mobilnya mogok, dan itu juga usul dari Diana rekan kerja Stefi dengan dalih kalaurumah Diana berawanan arah engan Stefi. Jadi mau nggak mau Arka harus mengantar Stefi pulang.


Padahal sore ini Arka ada janji sama Lulu buat makan malam, lagi dan lagi Arka harus bohong sama Lulu.Tapi sebelum mengantar Stefi pulang Arka menghubungi Lulu lewat pesan instan


My San-San : “Sayang”


My San-San : “Maaf ya hari ini aku lembur gak bisa jemput kamu terus makan malam, kerjaan aku masih banyak ini yank, maaf ya sayang tadi udah aku kebut lho kerjaannya tapi ternyata ada yang urgent jadi mau nggak mau aku harus selesaiin hari ini”


My San-San : “Ntar malam kalau sempet aku kerumah deh”


Lulu yang sudah selesai dengan pekerjaannya dan sedang membereskan meja kerja seketika berhenti karena notif pesan di ponsel Lulu.


Ia lalu membuka ruang chat dengan kekasihnya yang akhir-akhir ini sikapnya aneh.


Setelah membaca pesan dari Arka, tiba-tiba perasaan Lulu menjadi gelisah karena bukan hanya sekali dua kali arka membatalkan janji mendadak seperti ini, Lulu menjadi semakin curiga tapi ia berusaha tenang dan sabar.


Dengan berat hati Lulu membalas pesan Arka


My Leley : “Iya nggak apa-apa kok, selesaikan dulu aja kerjaannya”


My Leley : “gak usah kerumah, takut kemalaman ntar, besok harus kerja lagi kan? Tinjauan proyek lagi kan?”


Setelah itu Lulu keluar dari ruangannya dengan hati yang dongkol. Saat tiba di lift Lulu kaget karena ada Dika di dalam lift, Lulu segera menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya.


“Kamu nangis Lu?” Dika yang megetahui Lulu sedang menghapus air matanya segera menghampiri Lulu


“Nggak kok, Cuma kelilipan aja” Lulu sedang berdusta


“Pak Dika, memangnya pak Arka ada sedang tinjauan lapangan kemana sih? Terus kerjasama dengan perusahaan mana lagi sih pak?” Lulu bertanya dengan nada rendah. Dan Dika sudah mengetahui maksud dari pertanyaan Lulu itu.


“Arka masih ada proyek sama PT ACD” jawaban Dika membuat Lulu mengkerutkan kening


“PT. ACD?? Bukanya proyek dengan ACD sudah selesai sejak seminggu yang lalu, tinggal finishing aja kan pak? jadi untuk apa Pak Arka masih sering keluar buat tinjauan lapangan tiap hari sampai mau minta tanda tangan aja susah banget, jarang di kantor” Pertanyaan Lulu seakan membuat Dika juga merasa bersalah, karena Dika tau Arka nggak mungkin dengan mudah bisa lepas dari Stefi, entah itu jurus Stefi buat dapatin Arka lagi atau mungkin Arka yang belum bisa move on sepenuhnya dari Stefi.


Entahlah..


“Kamu itu mau tau tentang pekerjaan Arka apa mau tanya dimana Arka sekarang, kenapa Arka jarang ke kantor gitu kan?? Sok-sok an pakai bicara formal terus alasan pekerjaan segala”


Dika berusaha buat tenang, karena sebenarnya Dika tahu kalau pekerjaan Arka sudah selesai. Tapi ia juga penasaran apa yang dilakuin Arka ke Stefi bahkan sebaliknya


“Iya iya gue mau tanya dimana Arka, kenapa akhir-akhir ini sering banget batalin janji secara mendadak dengan alasan tinjauan lapangan, ada pekerjaan urgent lah, masih meeting lah, masih di lapangan lah” Lulu akhirnya jujur apa yang di rasakan saat ini kepada Dika.


“Masa sih? Ntar deh gue tanya si Arka, kebetulan gue juga mau ketemu dia minta tanda tangan, di ruangannya udah ada tumpukan berkas yang perlu perhatian Arka” Dika terpaksa mebelokkan topik pembicaraan dengan Lulu bersamaan dengan lift terbuka di lantai basment


“Mau gue anter pulang?” tawar Dika tapi Lulu menggelengkan kepala lesu


"Makasih gue bareng Siska, dia udah nungguin di mobilnya” balas Lulu lalu pergi menuju parkiran dimana mobil Siska terparkir


****


Malam terasa sepi dikala hati sedang gundah, malam terasa lebih mencekam dikala pikiran lagi berkelana.


Angin malam terasa lebih dingin seperti apa yang dirasakan Lulu malam ini. Malam yang entah ke berapa Arka tidak ke rumahnya dengan alasan pekerjaan dan pekerjaan.


Lulu yang masih setia dengan memeluk guling di dalam selimut sejak pulang kerja tadi. Hati Lulu seakan masih merasakana kesal yang mendalam terhadap Arka.


Lihatlah hingga jam menunjukkan pukul delapan malam, Arka masih belum menghubungi Lulu, ini juga yang membuat Lulu curiga sebenarnya ada apa dengan Arka? Kenapa sikapnya akhir-akhir ini berubah? Apa Arka memiliki kekasih lain? Apa Arka selingkuh di belakangnya?


Yah pikiran-pikiran itu yang terus berputar di benaknya, selalu berputar tiada ujungnya sambil memeluk guling dan memeras air mata hingga bantal guling Lulu basah karena airmata Lulu, ia menangis dalam diam hingga tanpa terasa matanya mulai berat dan tak lama kemudian terpejam dengan nafas teratur gadis itu mulai memasuki alam mimpi.