You're The Last

You're The Last
Eps. 15


****


Aku sudah bersiap untuk turun ke bawah, ku lihat dari tangga seseorang yang ku kenal sudah duduk di sofa. Aku tersenyum.


"Mas" sapa ku


"Udah siap?" tanya nya


"Udah kok" ucapku tersenyum


"Davin udah berangkat sekolah?" Tanya nya, ia memang sangat perhatian sama Davin. Oleh karena itu Davin juga sangat menyukai Bagas.


"Udah, tadi dia di jemput teman nya mas" jelasku


"Baiklah, mari kita berangkat tuan putri" Aku tersenyum melihat perlakuan nya padaku, mengulurkan tangannya padaku. Sungguh aku ingin seperti ini selamanya dengan Mas Bagas


****


***Author Pov***


Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam kantor. Banyak sorot mata yang memandangnya, namun Bagas dan Melati sudah terbiasa dengan tatapan para karyawan di kantor nya.


"Aku ke ruangan dulu ya" ucap Bagas setelah mengantar Mela ke meja kerja nya


"Iya Pak" jawab Mela dengan formal, Bagas hanya tersenyum


Melati mulai mengeluarkan pekerjaan nya, kini saat nya dia berkutat dengan lembaran-lembaran di atas meja nya yang sudah menanti nya.


"Mel, lihat itu siapa yang jalan sama Pak Yudha" Sari menyenggol lengan Melati, sontak ia mengedarkan pandangan ke arah yang di tunjuk Sari


"Mungkin keponakannya" sahut Mela santai


"Kok aku curiga ya" ucap Sari


"Hsssttt, udah balik kerja sana" sahut Mela mencoba tidak peduli. Namun sesungguhnya ia sangat ingin tahu siapa wanita yang berjalan dengan Pak Yudha. Ia menggeleng kan kepala seolah tak ingin berpikiran yang macam-macam.


****


Di ruangan Bagas


Bagas tengah sibuk berkutat di depan laptop. Tak lama seorang laki-laki paruh baya masuk ruangannya dengan perempuan yang ia kenal kemarin lusa.


"Bagas" suara berat sang Papa memanggil nya


"Ada apa Papa ke sini?" ucap Bagas cuek


"Selly mengajak mu makan siang bersama"


"Tidak bisa, Bagas tidak istirahat" acuh dengan perkataan Yudha


"Jangan menolak Bagas" ucap sang Papa seolah tak mau di bantah. Namun lagi-lagi Bagas hanya acuh, bahkan ia tidak menatap Papa nya sama sekali.


"Nak Selly tunggu di sini dulu, Om ada urusan sebentar" ucap nya pada Selly


"Iya om silahkan"


Yudha berlalu meninggalkan Selly dengan Bagas di ruangan nya. Hening! itulah keadaan di ruangan Bagas


"Kau tahu kalau aku sudah memiliki kekasih?" ucapan Bagas kemudian membuat Selly mendongakkan kepala


"Ya aku tahu itu mas"


"Lalu kenapa kau menerima perjodohan ini?"


"Aku tidak bisa menolak keinginan orang tuaku" ucap Selly santai, namun Bagas tak menanggapi perkataan Selly. Ia beranjak ke luar ruangan, meninggalkan Selly seorang diri


"Mas mau kemana?" tanya Selly, namun Bagas mengacuhkan pertanyaan nya


"Huh dasar pria dingin" gumam nya kala melihat Bagas pergi. 30 menit sudah ia berada di ruangan seorang diri, tak lama Yudha datang bersama Bagas.


"Nak Selly, mari kita keluar" ajak nya pada Selly


****


"Ekhemmm" deheman dari Yudha seolah menginstruksi para karyawan untuk memperhatikan nya


"Perhatikan semua nya" sontak para karyawan menatap Yudha, begitupun dengan Melati.


"Saya ingin memperkenalkan seseorang disini. Perkenalkan dia Selly, calon istri Bagas Wijaya" ucap nya memperkenalkan Selly di kantor. Bagas hanya terdiam, ia sangat kecewa dengan Papa nya. Banyak bisikan-bisikan dari para karyawan


"Demi apaa?"


"Kasihan Melati"


"Melati pasti hati nya hancur"


"Padahal baru pagi tadi Pak Bagas dan Melato berangkat bersama"


"Cocok banget sama wanita itu, daripada sama Melati"


Begitulah bisikan-bisikan para karyawan di kantor. Mata Mela memanas, sebulir air mata menetes. Ia berlari menuju kamar mandi.


"Kenapa rasa nya sakit" menepuk dada nya sesak melihat pemandangan di depan mata nya. Yudha memperkenalkan calon menantu nya di depan semua karyawan.


"Mel" Ratna datang menyusul Melati, ia tahu sahabat nya itu pasti sangat hancur. Dadanya sesak melihat sahabatnya menangis seperti ini, ia memeluk Melati penuh sayang.


"Kenapa Rat, kenapa di saat aku udah membuka hati dan menerima Pak Bagas, kenapa semua nya jadi begini?" ucapnya dengan Isak tangis. Ratna tak menyahuti ucapana Mela, ia membiarkan Mela menangis sepuasnya. 15 menit sudah mereka berdua berada di kamar mandi.


"Udah ya jangan nangis lagi" ucap Ratna menghapus air mata di pipi Melati


"Kalau memang Pak Bagas jodoh kamu, dia pasti akan kembali dengan kamu. Percayalah!" ucap nya menenangkan Melati, namun Melati hanya menunduk menahan tangis nya


"Kita keluar ya" ajak nya pada Mela, ia hanya mengangguk lemah


Banyak sorot mata memandang nya dengan iba, ada juga yang memandang nya remeh.


Namun Melati tak memperdulikan itu, ia kembali ke meja kerja nya.


"Mel" sapa Adit, ia tahu bahwa Melati sedang tidak baik-baik saja. Ia juga merasakan sakit kala melihat seseorang yang pernah di cintai nya hancur.


"Aku gapapa" Mela menguatkan diri, mencoba tersenyum meskipun ada rasa sakit yang menjalar.


****


**Flashback**


Bagas keluar dari ruangan nya meninggalkan Selly seorang diri. Ia menuju kamar mandi, namun setelah ia keluar dari kamar mandi ia bertemu dengan Ayah nya.


"Bagas" Panggil Yudha, membuat Bagas mau tak mau berhenti melangkah


"Papa ingin bicara" ucap nya dan melangkah pergi dengan diikuti Bagas di belakangnya.


"Papa sudah memutuskan semua nya, Papa akan memperkenalkan Selly hari ini juga pada karyawan kantor" ucap Yudha membuat Bagas mengepalkan kedua tangannya


"Maksud Papa apa" tanya nya tersulut emosi


"Bagas tidak mau menikah dengan Selly"


"Jika kau menolak permintaan Papa, bersiap lah untuk tidak melihat nya lagi" ancaman Yudha membuat Bagas tak mampu berkutik. Ntahlah apa yang sedang di rencanakan sang Papa


"Papa akan membuat mu jauh dengan wanita itu, bahkan tidak akan pernah menemui nya lagi jika kau menolak nya"


****


**Flashback off**


Perkataan sang Papa masih terngiang di kepala nya, benar-benar membuat nya tidak habis pikir. Ia benar-benar kecewa dengan Papa nya, Papa nya sangat egois. Bahkan selalu menganggap rendah orang lain.


Bagas pergi meninggalkan ruangan Papa nya dengan dada bergemuruh. Ia ingin marah, namun ia ingat bahwa itu Papa nya. Namun di lain sisi ia sangat mencintai Melati dan tak ingin meninggalkan nya. Mengingat ancaman sang papa membuat Bagas semakin emosi, ia tak mau jika semakin jauh dengan Melati. ia masih ingin melihat Melati, ia tak mau Melati kenapa-napa.


"Aarrgghh" teriak nya frustasi, melempar semua barang yang ada di meja nya. ia tak peduli itu. Sellyy? Dia melihat Bagas dengan takut. Takut Bagas akan melakukan hal di luar dugaan nya, namun tak lama Yudha pun masuk ke ruangan Bagas dan mengajak nya keluar