White Roses

White Roses
Eps 9


Kediaman keluarga Randy Putra Utama


Raymond mengunjungi ruang baca milik ayahnya sepulang kerja. Biasanya disaat-saat seperti ini ayahnya sedang sibuk diruang bacanya sambil melakukan cross check laporan dari perusahaan.


*Kriet~


Tak*~


"Ayah~" panggil Raymond


"Iya Ray~ kemarilah" ucap Randy


"Ayah selalu sibuk saat Ray pulang kerja" ucap Raymond menghampiri ayahnya


"Ayah hanya mengisi waktu saja, ada apa sampai kamu datang ke ruang baca ayah?" Tanya Randy


"Ray ingin saran dari papa" ucap Raymond datar


"Saran yang seperti apa?" Tanya Randy


"Mengenai hubungan Ray dengan Alice, sepertinya dia bukan tipe yang mudah percaya" ungkap Raymond


"Jangan terlalu dipikirkan... Yang terpenting jangan mengecewakannya dengan kebohongan yang tidak perlu saat kamu mencoba mendekatinya" Randy menasehati putranya dengan bijak


Raymond mengangguk tanda mengerti dengan nasehat yang diberikan ayahnya.


"Tapi Ray sempat tidak percaya kalau Alice bahkan saat ini nggak punya pacar ..." Ucap Ray lirih


"Bukankah itu bagus buat kamu?" Tanya Randy pada putranya dengan heran


"Ray merasa nggak mungkin kalau nggak ada seorangpun yang dekat dengannya" ucap Raymond


"Ini terlalu mudah untuk sebuah perjodohan" ungkap Raymond


Randy sang ayah tertawa mendengar ucapan putranya. Ia tak menyangka putranya bisa secemas ini.


"Ayah tahu kamu khawatir tapi untuk apa kamu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu?" Ucap Randy


"Ayah benar..." Jawab Ray datar


"Persiapkan pernikahan kalian dengan baik... Jangan pikirkan hal-hal yang tidak perlu" ucap Randy mengingatkan


"Baiklah ayah... Raymond pergi dulu" ucap Raymond sambil meninggalkan ruang baca ayahnya


*


Raymond merebahkan dirinya diatas tempat tidur dengan gusar. Ia merasa gelisah sejak hari pertunangannya dengan Alice berlalu. Lalu ia mengeluarkan ponsel pintarnya dari dalam saku celananya. Kemudian muncul nama Alice di barisan paling atas dan meneleponnya.


Beberapa detik kemudian Alice menjawab teleponnya.


"Halo~"


"Dimana?" Tanya Raymond


"Dirumah aku baru pulang kerja"


"Emm sedikit... Ada apa?"


"Apa kau ada waktu ? Aku ingin makan malam sebentar saja denganmu"


"Kau terdengar menyedihkan sekali"


"Itu karena aku merindukanmu"


"Benarkah ? Baiklah tapi..."


"Kau boleh menentukan tempatnya"


"Baiklah... Kita bertemu di cafe Moonlight jam 7 "


"Aku akan menjemputmu bersiaplah"


"Baiklah jangan terlambat" ucap Alice mengingatkan


"Emm sampai nanti Alice" ucap Raymond lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


*


Kali ini Alice memilih atasan v-neck hitam dipadukan dengan baggy pants berwarna grey. Ia sedikit melakukan sentuhan curly pada rambutnya. Belum sempat memilih sepatu tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.


Tok~ Tok~


"Alice ... Ada yang datang nyariin kamu sayang" ucap Michelle


"Iya ma... Tunggu sebentar" ucap Alice sedikit tergesa mengambil wedges hitam sekenanya


"Siapa yang datang ma?" tanya Alice sambil membuka pintu


"Ada dibawah... Mau kemana udah rapi begini ?" Tanya Michelle tersenyum menggoda putrinya


"Dinner sebentar ma..." Jawab Alice santai


Raymond tersenyum melihat Alice turun dari lantai dua bersama Michelle sang mama.


"Itu Alice sudah datang ... Hati-hati dijalan" ucap Abraham


"Om~ tante~ saya mohon izin makan malam sebentar dengan Alice " Raymond meminta izin


"Emm~ nikmati waktu makan malam kalian " ucap Abraham mengangguk tanda setuju


"Hati-hati dijalan, jangan pulang terlalu larut" ucap Michelle berpesan pada kedua sejoli itu


"Iya om tante terimakasih" ucap Raymond lalu membawa Alice menuju ke mobil


*


to be continued...