
Pukul 12:30 WIB Raymond tiba di Spring Garden, ia sengaja tiba lebih awal untuk memastikan persiapan calon tunangannya itu. Raymond melangkah menuju resepsionis dan mengatakan ada kepentingan dengan Alice sang pemilik Spring Garden.
Resepsionis menghubungi Alice lewat Moza sang sekretaris. Dan benar saja Moza mengingat dengan baik pesan Alice beberapa saat lalu, kemudian dia menyuruh agar menunggu sebentar karena Moza yang akan mengantarnya ke ruangan Alice.
Beberapa saat kemudian Moza tiba di resepsionis dan memandu Raymond keruangan Alice.
Tok~ Tok~
"Permisi Nona Alice, ada tamu yang ingin menemui anda" ucap Moza sembari membuka pintu
Alice yang sedang merapikan baju gantinya segera menoleh kearah pintu lalu tersenyum dan mempersilahkanny masuk.
"Masuklah ..." Ucap Alice
"Saya permisi nona" ucap Moza meninggalkan mereka berdua
Raymond masih berdiri mematung di depan pintu memperhatikan Alice yang menggunakan dress casual dusty nude selutut dipadukan dengan ankle-boots warna cream dan membiarkan rambutnya tergerai.
"Maaf apa aku salah kostum?" Tanya Alice dengan ragu-ragu
"Ti.. Tidak" ucap Raymond tergagap
"Syukurlah silahkan duduk aku masih belum selesai" ucap Alice
"Aku datang lebih awal karena khawatir, tapi ternyata aku tidak perlu mengkhawatirkan apa pun" ucap Raymond sambil tersenyum
Alice hanya tersenyum menanggapi ucapan Raymond. Lalu duduk dikursi malas di sebelah Raymond.
"Maaf ruanganku tidak ada sofa mewah karena aku butuh sesuatu yang santai setelah bekerja" ucap Alice ringan
"Tidak masalah aku cukup nyaman, aku lupa memberitahumu bahwa kita akan sedikit santai hari ini" ucap Raymond
"Tapi penampilanmu sesuai dengan tema" ucap Raymond menambahkan
"Aku sempat bertanya-tanya kenapa kau dengan mudahnya menerima perjodohan ini?" Tanya Alice dengan mengumpulkan segenap keberaniannya
Raymond tersenyum mendengarnya
"Aku tidak bisa menyangkal pada mereka karena aku tidak memiliki kekasih" ucap Raymond
"Lalu ?" Tanya Alice serius
"Aku menerimanya dengan senang hati, aku tidak memerlukan alasan lain" ucap Raymond sambil mengulurkan tangannya pada Alice
"Baiklah... Aku butuh rincian mengenai agenda hari ini" ucap Alice menyambut uluran tangan Raymond sembari berdiri lalu berjalan disampingnya.
"Makan siang lalu setelah itu fitting baju" ucap Raymond sambil mengedipkan matanya
"Fitting baju ?" Alice mengerlingkan matanya
Karyawan Spring Garden terkejut melihat boss mereka berdampingan dengan pria asing yang belum pernah mereka temui. Mereka bertanya-tanya apakah pria itu client baru atau seseorang penting lainnya ?
Moza sang sekretaris mengikuti dari belakang mengantar Alice hingga ke lobi. Sesampainya di lobi Alice berhenti sejenak dan berbincang dengan Moza.
"Moza aku akan pergi sekarang, aku akan langsung pulang setelah acara jadi kuserahkan urusan kantor padamu" ucap Alice
"Baik nona, nikmati perjalanan anda" ucap Moza dengan mode sekretaris
"Aku hanya pergi makan siang bukan traveling" ucap Alice sambil tertawa ringan
Raymond hanya mengangguk pada Moza lalu meninggalkan Spring Garden bersama Alice.
Selama perjalanan Raymond berbincang ringan dengan Alice agar mulai terbiasa tanpa rasa canggung yang berlebihan. Meskipun sejak awal mereka bisa bersikap senatural mungkin tapi tetap saja banyak hal yang mungkin mengganjal dibenak Alice. Disela-sela perbincangan Alice mencoba membicarakan mengenai fitting baju yang sempat dikatakan Raymond beberapa saat lalu.
"Mengenai baju pertunangan.. Aku hanya perlu menyiapkannya sendiri" ucap Alice
"Aku ingin ikut memilih untukmu, apa kau keberatan ?" Tanya Raymond
"Aku punya beberapa rancangan yang mungkin cocok" ucap Alice
"Benarkah ?" Tanya Raymond
"Iya aku sempat diam diam menyiapkannya jika suatu waktu aku bertemu orang yang tepat" ucap Alice tersipu
"Bukankah sekarang sudah bertemu dengan orang yang tepat?" Tanya Raymond
"Hentikan omong kosong itu" ucap Alice sambil menutup wajahnya karena malu
"Ahaha jangan khawatir aku setuju dengan rancanganmu nanti aku akan melihatnya" ucap Raymond mengelus kepala Alice
Alice hanya diam menutup mulutnya karena merasa malu digoda seperti itu.
"Benar-benar pria br*ngs*k dia berani menggodaku ! " umpat Alice dalam hati
"Apa aku membuatmu tidak nyaman?" Tanya Raymond
"Apakah aku boleh jujur ?" Tanya Alice balik
"Tentu saja ... dan tolong mulai sekarang kita harus terbiasa memanggil nama satu sama lain" Ucap Raymond sambil tersenyum
"Aku merasa kurang nyaman sepertinya jika kau selalu menggodaku" ucap Alice dengan polos
"Maafkan aku... aku tidak pandai berurusan dengan wanita tapi aku akan berusaha agar kau nyaman berada disisiku" Ucap Raymond tulus
"Baiklah terimakasih" ucap Alice datar dan masih belum mampu memanggil nama Raymond
*