
Spring Garden Home Design
"Moza siapkan beberapa pakaian formal, berikan padaku besok sebelum makan siang" ucap Alice setelah makan siang bersama di kantin perusahaan
"Pakaian dari galeri pribadi kita ? anda menginginkan yang seperti apa ?" tanya Moza dengan cekatan
"Tentu saja Original Spring Garden, pilihkan beberapa yang memiliki kesan tegas" ucap Alice
"Baik akan segera saya lakukan" Moza mengangguk sambil melangkah menuju galeri lantai bawah sayap kiri
*
Sementara itu Alice menyelesaikan sketch terebaru musim ini dan menandatangani persetujuan pemilihan kain dengan perusahaan pemasok kain. Beberapa kali ia mengutus Moza untuk melakukan survei ke beberapa tempat dan akhirnya menemukan bahan yang sesuai dengan spesifikasi.
Tring ~
Tiriring~ ~
Smartphone miliknya kembali berdering ditengah-tengah pekerjaannya yang sedang menumpuk.
"Ya halo..." ucap Alice
"Alice ini mama~"
"Iya ma~ tumben mama telepon Alice di jam kerja"
"Mama mau mampir ke kantor kamu gimana ?"
"Boleh ma~ kapan aja mama mampir boleh kok selama Alice ada diikantor" ucap Alice ringan
"Okay mama udah nyampe di lobi, mama tutup teleponnya ya"
"Mama dilobi kantor ?" tanya Alice kaget
Tut~ Tut~
Michelle sudah menutup teleponnya begitu ia sampai dilobi. kali ini Michelle datang dengan Abraham untuk melihat bagaimana putrinya masih sibuk bekerja sementara tanggal pernikahansudah semakin dekat. Mereka ingin memastikan gaun pengantin putrinya apakah benar-benar mencapai tahap akhir.
Saat menuju ke lantai dua mereka berpapasan dengan Moza,
"Moza ?" sapa Michelle
"Nyonya besar ? Nona Alice ada diruangannya mari saya antar" ucap Moza dengan terkejut melihat kedua orang tua boss-nya datang berkunjung tiba-tiba
"Moza~ kau selalu saja bersikap terlalu kaku saat dikantor" Abraham menyapa
"Karena disini saya seorang bawahan" ucap Moza dengan ramah
"Akhir-akhir ini kau jarang bermain kerumah apa Alice memberimu segudang pekerjaan lagi ?" tanya Michelle pada Moza
Tok~ Tok~
Kriet~
"Nona orang tua anda datang" ucap Moza
"Silahkan tuan dan nyonya~ saya harus mengurus beberapa keperluan lagi, nikmati waktu anda" ucap Moza sambil berpamitan
"Terimakasih Moza" ucap Michelle
"Hati-hati dalam bekerja Moza~" ucap Abraham pada Moza
Moza hanya mengangguk kemudian meninggalkan ruangan Direktur.
Alice beranjak dari kursinya lalu menyambut papa dan mamanya.
"Mama dan papa kenapa tiba-tiba datang dijam sibuk begini ?" tanya Alice
"Papa dan mama ingin melihat hasil finishing gaun yang akan kamu pakai" ucap Abraham sambil mengusap pundak putrinya
"Tinggal menunggu hasil pengerjaan veil-nya saja pa~" Ucap Alice
"Mama papa mau minum apa ? " Tanya Alice
"Tidak perlu sayang~ mama ingin melihat kamu mencoba gaun itu bagaimana ?" tanya Michelle
"hmm~ benar papa juga ingin melihatnya " Abraham menimpali
"Baiklah~ tapi Alice ingin mendiskusikan tentang makan malam bersama dewan direksi Wintermount dengan papa" Alice bernegosiasi dengan papanya
"Dewan direksi Wintermount ? papa tidak ada hak untuk hal itu nak~" Abraham menjawab seadanya
"Alice tahu pa~ ini undangan untuk mama dan papa mungkin sekitar dua hari lagi" ucap Alice
"Ada urusan apa sayang kenapa mama dan papa harus bertemu petinggi Wintermount ?" tanya Michelle penasaran
"Raymond ingin mengumumkan rencana pernikahan di acara makan malam itu ma~" ucap Alice tanpa ragu
"Papa pikir kamu tidak akan setuju dengan hal semacam itu, tapi baguslah semakin cepat semakin baik" ucap Abraham setuju dengan rencana makan malam itu
"Untuk lebih lanjut Alice akan memberitahu papa dan mama segera" ucap Alice sambil mengajak kedua orang tuanya turun kebawah menuju galeri
*
to be continued...