White Roses

White Roses
Eps 21


Terjadi keributan di kediaman Randy Putra Utama pagi itu. Putra semata wayangnya menghilang setelah makan malam dan tak pulang hingga matahari terbit. Siena sang ibu sibuk menelepon nomor Raymond namun tak kunjung dijawab.


"Ayah ! Lihat apa yang telah dilakukan putramu ? Dia kabur dari rumah~ " Siena mengomel


"Raymond sudah dewasa bu, jangan panik ayah coba hubungi Alice" ucap Randy dengan tenang


"Raymond tidak mungkin bersama Alice ! Betapa kurang ajar jika dia berani berlaku macam-macam pada calon menantuku hah !" Siena berjalan kesana kemari sambil mengomel


"Putraku tidak akan mempermalukan keluarga" ucap Randy sambil mencoba menghubungi Alice


Tut ~ !


Trek !


"Halo ~ " sapa Alice dengan lembut saat sedang menikmati menu sarapannya di atas ranjang


"Emm~ Alice ini Om Randy, maaf pagi-pagi begini menelepon" ucap Randy


Raymond yang sedang berada disamping Alice mengerlingkan matanya melihat Alice menatapnya.


"Ohh ~ Om Randy ? Ada apa om ?" Tanya Alice sambil mengaktifkan mode loudspeaker


"Begini~ apa Raymond sempat menghubungi kamu ? Semalam dia pergi dan belum kembali, dia juga tidak menjawab telepon dan ibunya khawatir~" ucap Randy berterus terang


"Ah~ begitu... Raymond bilang dia akan pulang pagi ini om, Tante Siena tidak perlu khawatir" Alice menjawab sekenanya karena ia tak berani mengatakan bahwa semalam ia bersama Raymond. Yap Raymond memberikan kode silang dengan tangannya agar tidak memberitahu keberadaanya


"Baiklah kalau begitu terimakasih nak Alice" ucap Randy lalu mengakhiri telepon


Randy memandang istrinya sambil tersenyum setelah mengakhiri telepon dengan Alice.


"Apa Alice tahu dimana Raymond ?" Tanya Siena dengan tidak sabar


"Putra mu akan pulang pagi ini dia punya urusan mendadak semalam, mungkin mempersiapkan hadiah pernikahan" ucap Randy menerka-nerka apa yang dilakukan putranya


"Ah ! Begitu rupanya !" ucap Siena merasa lega mendengar ucapan suaminya


*


Sementara itu di Rumah Sakit Theresa Alice melanjutkan sarapannya dengan tenang. Sesekali ia mencuri pandang pada Raymond yang sedang duduk disampingnya. Alice memperhatikan Raymond yang sedang memainkan jarinya di lengan kursi.


"Apa kau sedang sibuk mencari alasan ?" Tanya Alice sambil menghentikan aktifitas makannya


"A ~ alasan apa ?" Raymond tergagap menanggapi pertanyaan Alice


"Kau kehilangan ketenangan sejak aku menerima telepon dari ayahmu" Jawab Alice dengan tersenyum


"Hah ~ mungkin aku akan jujur saja pada mereka" ucap Raymond frustasi


"Uhuk ! " Alice tersedak saat menyeruput mushroom sup favoritnya


"Apa yang kau lakukan ? Hati-hati aku tidak akan berebut dengan mu~ " ucap Raymond sambil memberikan tissue pada Alice


"Jangan ! Jangan katakan pada mereka bahwa kau menginap disini !" Ucap Alice sambil memegang lengan Raymond


"Ah ? Apa aku menyuruhmu kemari ? Ha ? Sekarang kau menyalahkan aku ?" Tanya Alice dengan kejam


"Benar-benar ~ aku bahkan akan menikahi wanita jahat sepertimu ~ " ucap Raymond melepaskan lengannya dari cengkeraman tajam Alice


"Ya ! Daebak !" Teriak Alice


"Aku harus pulang sekarang ~ ingat habiskan sarapanmu" ucap Raymond meninggalkan Alice


Brak !


"Benar-benar ! Ah aku bisa gila !" Umpat Alice kesal


Awalnya Alice hanya ingin menggoda Raymond namun tak disangka dia sendiri yang kesal dibuatnya. Raymond bahkan menyebutnya sebagai wanita jahat.


"Wanita jahat ? Heh si br*ngs*k itu lihat saja nanti" Alice bergumam sendiri sambil menatap lurus kearah pintu yang baru saja dilewati Raymond


*


Raymond tersenyum puas saat meninggalkan ruangan Alice. Untuk pertama kalinya dia membuat Alice berteriak seperti itu. Bahkan dia meninggalkan Alice dengan perasaan kesal tapi itu membuatnya tersenyum senang.


"Mungkin saja ini yang disebut pertengkaran kekasih ? Hehe~" Raymond bergumam


Raymond bergegas menuju ke parkiran dan segera pulang. Dalam perjalanan dia sibuk memikirkan alasan yang tepat untuk dikatakan pada orang tuanya. Dia tidak mungkin memberitahukan bahwa ia bersama Alice semalaman meski di rumah sakit sekalipun. Orang tuanya tentu akan berpikir yang terlalu jauh jika ia mengatakan semalam menemani Alice.


"Ck ! Mungkin aku akan bilang semalam keluar kota karena urusan kantor~" gumam Raymond


Raymond memarkir mobilnya dihalaman depan lalu bergegas masuk kedalam rumah.


Ceklek !


Tak disangka Siena berdiri didepan pintu sedari tadi untuk menyambut putra tercintanya.


"Ah ! Ibu ?" Raymond terkejut


"Bagus ! Darimana saja kau nak ?" Tanya Siena sambil menyilangkan kedua tangannya didada


"Ibu aku lapar sekali ~ semalam aku sedang meninjau lokasi..."


"Lokasi apa ? Kenapa tidak mengangkat telepon ibu ?" Tanya Siena menginterogasi


"Ah ! Iya aku tidak mendengarnya karena mode silent bu maafkan aku" ucap Raymond


"Aku mau mandi dulu bu, sudah siang aku akan terlambat pergi ke kantor" ucap Raymond lalu pergi meninggalkan ibunya


"Lokasi apa yang dikunjunginya ? Apa benar dia menyiapkan kejutan untuk Alice ? Ah sudahlah" Siena bertanya-tanya pada diri sendiri


*


to be continued....


[NB : kali ini sampai keluar kebiasaan nonton drama aku kedalam cerita 😁🙏🙏 bawa bawa daebak ! wkwkw terus baca dan berikan kritik dan saran 🙏🙏 jangan bosen dan maaf aku agak nge blank akhir-akhir ini... akibatnya beberapa episode narasi ku sedikit amburadul dan terkesan seperti di skip 🙏🙏**]