White Roses

White Roses
Eps 28


Seperti yang ia rencanakan sebelumnya, Alice kembali ke galeri untuk menemui Moza agar membantunya bersiap. Alice tiba lebih awal di galeri, sementara itu Moza menyusul sekitar lima menit kemudian.


Setibanya disana Alice lalu mulai menyiapkan dress yang akan dia pakai dan tak lupa menyiapkan satu set make-up pribadinya. Moza segera menghampiri Alice diruang make-up khusus di galeri milik Alice.


"Nona ! Maaf saya terlambat" ucap Moza


"Aku hanya datang lebih awal dari perkiraan" Alice menimpali dengan santai


"Sebaiknya saya membantu anda berias ~" ucap Moza menyarankan


"Tunggu ~ emm sebaiknya aku menggunakan riasan seperti apa Moz ? Karena ini malam hari seharusnya sedikit bold dari biasanya" tanya Alice sambil mempertimbangkan pilihan


"Tentu saja harus lebih dari biasanya nona ~" ucap Moza sambil mengikat rambut Alice


"Aku ingin mempertegas bagian mataku nanti" ucap Alice memberitahu


"Baik saya paham, berhenti mengoceh dan percaya padaku sebagai sahabat baikmu ~" ucap Moza sambil mengganti mode sekretaris menjadi mode sahabat baik


"Baiklah ~ aku percayakan padamu" ucap Alice tersenyum lebar mendengar ucapan Moza barusan


Moza mulai mengaplikasikan step by step make-up diwajah Alice dengan hati-hati. Sesekali Moza meminta prsetujuan Alice mengenai mix and match warna yang akan ia aplikasikan.


"Kali ini ingin warna nude seperti biasanya atau mencoba warna merah yang cantik ini ?" Tanya Moza pada Alice


"Aku mau menggunakannya tapi lakukan dengan teknik ombre seperti biasa" ucap Alice


"Sudah kuduga kau tidak akan mau menggunakannya dengan berani ~" ucap Moza berceloteh


"Aku tidak menyukai sesuatu yang mencolok Moz ~" Alice mencoba menjelaskan.


"Iya aku tahu dengan sangat baik ~" Jawab Moza sambil melanjutkan merias Alice


"Orang-orang akan fokus pada bibirku jika aku menggunakannya ~ sedangkan aku ingin fokus ada dibagian mataku" ungkap Alice


"Hampir selesai ~ setelah ini kau bisa berganti pakaian lalu aku akan menata rambutmu" Moza memberitahu Alice


"Baiklah ~ " Alice menjawab dengan pasrah


Setelah proses make-up wajahnya selesai Alice segera menuju ruang ganti. Beberapa saat kemudian Alice keluar dengan balutan midi dress warna hitam yang memperlihatkan bahunya. Alice memilih dress off-shoulder dengan aksen ruffle dibagian dada.


Setelah melihat Alice memakai dress off-shouldernya, Moza mulai menemukan gaya rambut yang sesuai dengan Alice. Tentunya akan membuat Alice semakin mempesona untuk malam ini.


"Duduklah aku akan menata rambutmu" ucap Moza tidak sabar


"Wow ! Wow ! Apa yang terjadi dengan sorot matamu yang menakutkan itu ~" ucap Alice sambil tertawa kecil


"Jangan banyak bicara kau bisa membuat make-upnya rusak !" Ucap Moza khawatir


"Baiklah ~ baiklah ~ aku akan diam " ucap Alice


Moza mulai melepas tali rambut Alice lalu menyisirnya dengan lembut, kemudian ia mengambil sebagian rambut luar Alice lalu mengepangnya secara horizontal. Moza membiarkan sebagian rambut Alice tergerai lalu bertanya apakah Alice ingin meletakkan rambutnya di satu sisi atau ingin tetap tergerai seperti semula.


"Jika aku meletakkan rambutmu disatu sisi kau bisa menggunakan anting panjang untuk mengalihkan fokus" kata Moza


"Sebentar ~ aku ingin memastikannya " ucap Alice sambil mempertimbangkan saran Moza


"Kau bisa mengikatnya disebelah kanan dan membiarkannya seperti ini" ucap Alice memberitahu Moza


"Oke aku setuju" ucap Alice


Lalu Moza segera menata rambut Alice dengan cekatan. Kemudian memberikan sentuhan akhir dengan membantu Alice memilih aksesoris.


"Sebaiknya aku tidak perlu memakai kalung ~" ucap Alice dengan mantap setelah memakai anting berwarna silver menjuntai hampir sebahu.


"Baiklah lalu periksa sekarang pukul berapa ? Bukankah kau harus menghubungi tunanganmu ?" Ucap Moza mengingatkan


"Astaga ! Kau benar aku hampir lupa ~" Alice menjerit


Lalu Alice segera mengambil smartphone miliknya dan menghubungi Raymond


"Halo Ray ~ " sapa Alice


"Aku baru sampai, kau dimana ?" Tanya Raymond to the point


"Aku masih didalam, aku akan segera keluar tunggu sebentar" ucap Alice sedikit panik


Moza membantu mengambilkan cluth bag warna cream milik Alice lalu membantunya berjalan keluar untuk menemui Raymond.


"Hati-hati ! Ohh iya ini coat yang kau siapkan" ucap Moza memberikan coat berwarna cream senada dengan cluth bag ke bahu Alice.


"Thanks Moz ~ antar aku ke depan" ucap Alice pada Moza


Alice berjalan menuju lobi didampingi Moza dengan hati-hati. Moza berkali-kali mengingatkan agar Alice berjalan dengan pelan-pelan.


"Hati-hati Alice ~ rambutmu bisa berantakan jika kau berjalan dengan secepat ini ~"


"Aku gugup Moz !" Ucap Alice pada Moza sambil menghela nafas


"Lihat kita akan segera sampai ~ tetap jadilah The Frozen Queen malam ini kepada setiap orang kecuali keluarga dan tunanganmu dan juga orang tua Raymond" pesan Moza pada Alice


"Kenapa kau ikut-ikutan menggunakan istilah itu ?' tanya Alice heran


"Image itu sangat bagus untukmu" jawab Moza singkat


Lalu mereka berdua sampai dilobi dan menemukan Raymond sedang berdiri menatap Alice dengan takjub.


"Sekarang sudah pukul tujuh lebih nona ~" Moza mencoba menyadarkan dua sejoli yang hanya saling pandang seperti ABG yang sedang dimabuk asmara.


"Ah ! Maaf aku membuatmu menunggu" ucap Alice pada Raymond


"Tak apa ~ aku baru saja tiba" ucap Raymond berbohong


Sebenarnya ia telah sampai sejak 20 memit yang lalu. Namun untuk menghormati Alice ia tak ingin membuatnya merasa bersalah.


"Kita bisa berangkat sekarang ?" Tanya Raymond


"Emm ~" ucap Alice sambil mengangguk


Raymond lalu membukakan pintu untuk Alice dan mereka berdua segera berangkat setelah berpamitan dengan Moza.


*


to be continued...