
Kediaman Abraham Willbert
Nyonya rumah tampak sibuk menyiapakan menu sarapan untuk menyambut putrinya. Sambil sesekali menengok keluar berharap putrinya segera tiba.
Sepuluh menit kemudian mobil berwarna hitam memasuki halaman rumah utama. Alice turun dari mobil kemudian sekretarisnya menurunkan sebuah koper berwarna silver dari bagasi dan berjalan mendampingi Alice.
Mereka berdua menuju ke ruang utama dan disana Michelle dan Abraham menyambut dengan hangat. Michelle menuntun mereka ke meja makan untuk sarapan bersama.
"Alice ~ kamu belum sarapan dari rumah sakit kan hari ini sayang ?" Tanya Michelle memastikan
"Belum ma ~ sebenarnya sudah cukup siang untuk sarapan" ucap Alice sambil tersenyum lebar
"Emm ~ setidaknya kamu harus makan mushroom soup favorit kamu dengan dimsum ayam ini" ucap Michelle
"Moza ~ cepat makan dan segera kita lanjutkan sesuai jadwal" Ucap Alice sambil memakan sup miliknya
"Jadwal apa lagi ? Bukankah kamu masih harus cuti ?" Tanya Michelle pada putrinya
"Tidak bisa ma ~ ohh iya besok malam kita akan menghadiri undangan makan malam Wintermount grup" ucap Alice dengan tenang
"Ahh papa dapat undangannya pagi ini" ucap Abraham menimpali
"Emm ~ akhirnya selesai makan dan Alice akan pergi ke kantor sekarang" ucap Alice
"Bye mama ~ bye papa ~ " ucap Alice sambil memeluk orang tuanya
"Hati-hati ! Kamu harus pulang cepat ~" teriak Michelle
"Okay mom !" Jawab Alice sambil melambaikan tangannya
*
Spring Garden Home Design
Kedatangan Alice ke Spring Garden disambut karyawannya dengan suka cita. Para karyawan berjajar rapi lalu memberikan ucapan selamat datang kembali pafa Alice.
Alice yang baru datang segera tersenyum menerima ucapan selamat datang dari para karyawan. Moza segera mempersilahkannya menuju ke ruangannya dan melihat beberapa dokumen yang harus ditangani.
"Hari ini kita hanya perlu menyampaikan beberapa sketch ini agar owner memilihnya sendiri bukankah begitu ?" Tanya Alice
"Iya benar ~ silahkan anda lihat lagi" ucap Moza
"Oke ! Lalu bagaimana dengan beberapa set baju yang aku minta waktu itu ?" Tanya Alice mengingatkan Moza
"Saya menyimpannya di ruangan saya nona ~ akan saya bawa kemari" ucap Moza lalu segera menyiapkan baju yang dipilihnya
Alice memeriksa baju yang dipilih Moza, Alice memilih midi dress warna hitam dengan potongan A-line. Warna hitam memberikan kesan cukup tegas dan elegan seperti yang dia.inginkan. Karena disana selain makan malam ia juga akan melakukan sesi wawancara eksklusif mengenai rencana pernikahannya bersama Raymond. Ia ingin memberikan kesan bahwa dirinya bukanlah wanita yang bisa dianggap remeh.
Setelah menjatuhkan pilihannya kemudian ia bersiap menuju Sunshine cafe seperti yang sudah dijanjikan. Sampai disana ia menemui sang owner dan segera menunjukkan beberapa sketch setelan yang akan dipilih. Beruntung sang owner menyukai draft yang ditunjukkan dan menjatuhkan pilihannya agar segera diproses lebih lanjut.
Pertemuan siang ini cukup menyenangkan bagi Alice karena client menunjukkan sikap ramah dan sangat kooperatif. Ia tidak perlu mengubah design terlalu banyak hanya menyesuaikan beberapa detail yang diminta. Moza juga tersenyum lega dihari pertama Alice kerja setelah pulih berjalan tanpa hambatan.
"Nona silahkan masuk ~ barusan saya mendapat telepon dari kantor ada tamu yang ingin menemui anda" ucap Moza memberitahu
"Tamu ? Bukankah hari ini tidak ada jadwal swtelah makan siang ?" Tanya Alice
"Resepsionis tidak sempat menanyakan identitas tamu tersebut, mungkin client yang jadwal pertemuannya sempat di cancel dan khawatir sulit bertemu dengan anda" ucap Moza sambil mengemudi
"Ahh ! Harusnya aku melakukan treatment untuk pertemuan besok malam~" Alice mengeluh
"Sejak kapan anda begitu peduli dengan sebuah pertemuan ?" Tanya Moza sambil mengejek boss-nya
"Jangan mencibirku ~ aku akan menikah dengan pria baik dari Wintermount grup dan aku adalah ~ "
"Putri tunggal Spring Garden Grup yang kaya raya" potong Moza
"Ahaha ~ kau salah aku adalah Alice Jossephine Willbert yang tidak suka mempermalukan diri sendiri" ucap Alice sambil tertawa renyah
"Ya ~ Ya ~ baiklah saya mengerti nona ~" ucap Moza mengiyakan
*
to be continued...