White Roses

White Roses
Eps 30


Makan malam bersama para kolega berlanjut dengan baik. Dimulai dari hidangan pembuka, menu utama lalu hidangan penutup. Semua berjalan dengan lancar sesuai harapan.


Ketika hidangan penutup yang mereka santap usai Raymond segera membuka suara untuk memberikan pengumuman resmi mengenai rencana pernikahannya dengan Alice.


"Sebelum makan malam benar-benar berakhir saya ingin memberitahukan beberapa hal ~"


"Mengenai pernikahan saya dengan Alice ~ saya sangat berterimakasih apabila kedepannya tidak ada yang mengusik ketenangan kami, karena meskipun kami akan menikah tapi saya memberikan kebebasan untuk Alice mengelola bisnisnya dan tidak akan memaksanya untuk bergabung dan turut serta dalam Wintermount grup" ucap Raymond memaparkan pendapatnya


Mereka yang mendengarkan pernyataan Raymond hanya terdiam sambil mengangguk tanda mengerti dan saling memandang satu sama lain dengan wajah bingung bagaimana akan menanggapi pendapat Raymond.


"Benarkah Nona Alice tidak akan turut serta dalam bisnis Wintermount grup ?" Tanya salah satu dari mereka dengan ragu


Alice menoleh kearah sumber suara lalu menampakkan ketenangan sembari tersenyum dihadapan para tamu,


"Saya tidak ingin bergabung sebelum ada kesepakatan kerja sama dari kedua belah pihak, selama ini papa saya berteman baik dengan Om Randy namun mereka tidak menjalin kerja sama untuk menghindari kerajaan bisnis yang terlalu besar" ucap Alice


"Bukankah dengan pernikahan ini maka akan terjalin kerja sama secara otomatis ?" Tanya mereka lagi


"Lebih tepatnya penyatuan dua keluarga, namun saya bukanlah presdir dari Spring Garden grup, saya hanya menjalankan bisnis sesuai keinginan saya dibawah naungan Spring Garden grup" ucap Alice menjelaskan


"Kemungkinan Spring Garden dan Wintermount akan bekerja sama sangat besar namun keputusan itu berada ditangan papa dan juga Om Randy, saya tidak mengharapkan apapun selain menjalankan sesuatu yang saya sukai itu saja" ucap Alice menambahkan.


Jawaban Alice membuat orang-orang tercengang, mereka pikir Alice adalah wanita angkuh yang berasal dari keluarga kaya. Sepanjang acara Alice bersikap ramah dan menunjukkan bahwa dirinya adalah wanita yang tidak menginginkan kekuasaan berlebih. Kekhawatiran mereka mengenai kerajaan bisnis Spring Garden tidak terbukti. Bahkan mereka mendapatkan sisi mengejutkan dari Alice yang tidak ingin campur tangan dalam bisnis utama keluarganya. Sebagai seorang pewaris dia memilih menjalankan bisnisnya sendiri dan tidak menyombongkan predikat yang melekat padanya selama ini.


"Putriku sudah menjelaskan bagaimana keinginannya dalam menjalankan bisnis dan aku juga tidak ingin memaksanya, saya harap hadirin tidak kecewa mendengarnya." Ucap Abraham dengan ramah kepada para tamu


"Aku menikahkan putraku bukan untuk mengambil alih bisnis kita berdua ! Ahaha ! Aku senang mereka berdua saling memahami ~ biarkan berjalan seperti yang mereka inginkan" ucap Randy sambil tertawa menanggapi ucapan Abraham, lalu mereka tertawa renyah bersama-sama


Tak lama kemudian acara makan malam berakhir setelah berbincang ringan mengenai rencana pernikahan dan juga undangan resmi kepada para dewan direksi agar menghadiri upacara pernikahan putra dan putri dari duo pebisnis Hotel dan Resort tersebut.


*


"Alice ~ " Raymond mengejar Alice dari belakang sambil memanggilnya


Alice yang sedang berbincang dengan kedua orang tua Raymond menoleh lalu tersenyum.


"Aku akan mengantarmu pulang ~" ucap Raymond tanpa menunggu persetujuan Alice


Randy dan Siena saling memandang satu sama lain melihat tingkah putranya. Sementara itu Abraham dan Michelle tersenyum mendengar ucapan Raymond.


"Papa dan mamaku masih ada disini, apakah kita boleh pergi begitu saja ?" Tanya Alice bingung


"Aku akan meminta izin pada mereka ~" ucap Raymond lalu berbisik kepada Abraham dan Michelle kemudian memberi kode kepada kedua orang tuanya sendiri


"Antarkan Alice pulang ~ banyak hal yang harus kalian persiapkan mulai besok" ucap Siena mengangguk tanda mengerti kode yang diberikan putranya


"Iya sayang biarkan Ray mengantarmu pulang ~ papa dan mama masih ingin berbincang dengan Om Randy dan tante Siena" ucap Michelle dengan lembut


"Baiklah ~ Alice pamit undur diri lebih dulu" ucap Alice dengan sopan kepada mereka.


Lalu melenggang dengan Raymond menuju tempat parkir dan melaju menuju kediaman keluarga Abraham Willbert di kota S.


Selama perjalanan Raymond dan Alice tidak banyak bicara, sesekali Raymond melirik ke arah Alice.


"Aku senang kamu bersikap sangat natural malam ini" ucap Raymond bersuara setelah hampir setengah perjalanan.


"Aku hanya berusaha menyesuaikan diri ~ " ucap Alice ringan


"Benarkah ? Lalu apa kau marah dengan kejadian tempo hari ?" Tanya Raymond.


"Iya ~ maaf aku hanya ingin memberitahu mu melalui tindakan karena aku ingin kau percaya" ucap Raymond dengan sedikit kekhawatiran yang menyelimuti pikirannya


"Lain kali aku akan membalasnya dengan tinjuku ~ " ucap Alice datar


"I'm so sorry ~ lain kali aku akan meminta izin darimu sebelum melakukannya" ucap Raymond dengan wajah menyesal


"Ray ~ jangan bahas lagi !" Ucap Alice sambil tersipu


"Baiklah ~ maafkan aku " ucap Raymond mengalah pada Alice


Lalu mereka berdua terdiam untuk sesaat. Kemudian dalam diam Alice mengingat bahwa selama ini dia tidak pernah tahu dengan benar nama lengkap Raymond.


"Ray ? Apa kamu pernah menyebutkan nama lengkapmu didepanku selama ini ?" Ucap Alice dengan polosnya


Raymond terkejut mendengar ucapan tunangannya, mereka sebentar lagi menikah tapi calon istrinya bertanya hal semacam itu.


"Kau baru bertanya sekarang ?" Tanya Raymond tak percaya


"Emm ~ aku rasa selama ini tidak ada yang menyebutkan nama lengkapmu dihadapanku dan aku baru saja menyadarinya" jawab Alice


"Kau bahkan tidak tahu namaku ?" Tanya Raymond lagi


"Emm ! " Gumam Alice sambil mengangguk mantap


"Saat pertemuan pertama lalu pertunangan dan bahkan sampai saat ini aku belum sekalipun mendengarnya" sambung Alice


Raymond menggelengkan kepala seolah tak percaya, lalu dengan tiba-tiba ia menepikan mobilnya untuk berbicara dengan serius.


"Kenapa berhenti disini ?" Tanya Alice heran bercampur bingung


"Kita harus bicara Alice ~" jawab Raymond


"Bicara apa ?" Tanya Alice dengan bodohnya


"Namaku ~ " ucapan Raymond terhenti sesaat


"Hem ? Nama mu ?" Sambung Alice


"Raymond Allred Utama ~ nama belakang dan tengah menggunakan nama keluarga ayah" ucap Raymond menjelaskan


"Ini pertama kalinya aku mendengar namamu" ucap Alice dengan wajah senang sambil menyunggingkan seulas senyum.


"Kau tahu ? Setelah mengetahui namamu aku ingin memanggilmu dengan singkat 'Jo' bagaimana ?" Ungkap Raymond


" Apa ini nama panggilan spesial untukku ?" Tanya Alice sambil menertawakan Raymond


"Jangan menertawakanku ~ aku tidak ingin orang lain mengambil nama ini dariku" ucap Raymond sambil mengusap kepala Alice


"Kau boleh memanggilku dengan apapun ~ tapi orang-orang tidak akan tahu jika kau mencariku dengan panggilan itu" ucap Alice dengan tersenyum


"Aku akan menggunakannya didepan keluarga kita" ucap Raymond lalu melanjutkan perjalanan


*


to be continued...