
Setelah makan siang berakhir Raymond mendiskusikan mengenai desain gaun yang akan digunakan kemudian mereka berdua juga memilih tempat yang akan dipakai untuk sesi prewedding. Sejauh ini berjalan lancar sesuai rencana. Raymond berusaha agar kebih dekat dengan Alice senatural mungkin. Ray berpikir bahwa setidaknya mereka harus nyaman satu sama lain karena mereka akan terikat pernikahan yang sakral.
"Gaun untuk pertunangan kita sudah sepakat, lalu untuk sesi prewed aku ingin dengar ide darimu Alice"
"Aku suka yang lebih simpel dan sedikit berani" ucap Alice menyeringai
"Apa kau punya sketch-nya ?" Tanya Raymond
"Bukankah ini terlalu berjalan mulus untuk sebuah perjodohan ? Kenapa kita tidak bertengkar atau saling menghindar seperti cerita di dalam novel atau film ?" Alice tidak menghiraukan pertanyaan Raymond
"Apa kau ingin aku punya karakter jahat dan mendominasi seperti didalam film kebanyakan? " Tanya Raymond sambil menahan tawa
"Tidak... Aku hanya merasa kita terlalu normal seperti pasangan yang sangat harmonis" ucap Alice
"Bukankah itu bagus?" Raymond gemas melihat tingkah Alice yang seperti ini
"Kita memang belum lama bertemu tapi aku suka karena kau adalah wanita yang bisa diajaj kompromi"
Alice tersenyum menanggapi ucapan Raymond.
"Benarkah ? Aku tidak suka bertele-tele Ray... Bukankah lebih baik cepat selesai lalu kita bisa menikmati waktu untuk istirahat ?"
"Kau benar ... Aku suka cara berpikirmu yang seperti ini, tapi aku juga ingin agar kau merasa nyaman disisiku" ucap Raymond tanpa basa basi
"Dasar pria ini bisa-bisa dia mengatakan hal seperti itu padahal ini pernikahan tanpa cinta !" Ungkapan kesal Alice dalam hati yang tak mampu keluar dari mulutnya
"Ahaha apakah kita harus saling merasa nyaman?" Ucap Alice tertawa menyembunyikan isi hatinya
"Tentu saja ... bukankah setelah menikah kita akan sering bertemu dan bersama?" Ucap Raymond dengan tenang
"Iya tentu ... tentu saja kau benar " jawab Alice dengan tersenyum
"Untuk kostum prewed akan aku beritahu segera karena aku tidak membawa file yang cocok sekarang" ucap Alice menambahkan
"Baiklah kalau begitu cukup sampai disini dulu hak yang perlu kita bahas, selanjutnya aku akan mengantarmu pulang" ucap Raymond dengan ramah
*
Saat tiba dirumah Alice segera menyalakan laptop dan mencari beberapa sketch gaun yang sudah lama ia buat untuk disodorkan kepada calon tunangan sekaligus calon suaminya.
Pertunangannya dilaksanakan minggu depan lalu setelah itu photoshoot dan dalam satu bulan akan dilangsungkan pernikahan. Sungguh waktu yang sangat berharga bagi Alice untuk mengerjakan rancangannya sendiri dan selesai tepat waktu.
Dua buah gaun sudah siap pakai dan satu gaun lagi masih dalam proses finishing dan butuh waktu yang lama jika ingin pengerjaanya bagus. Maka mau tak mau Alice melimpahkan sebagian pekerjaannya pada Moza sang sekretaris.
"Iya ada apa?" Ucap Moza dalam mode sahabat sejati
"Untuk beberapa minggu kedepan kau yang akan handle masalah perusahaan, aku akan mengambil cuti sampai hari pernikahanku" ucap Alice santai
"A-P-A KATAMU ?!" Moza berteriak
"Aku harus mengurus gaunku sendiri , dengar kau yang akan handle masalah perusahaan titik" ucap Alice mengakhiri panggilan teleponnya.
"Tuhan ?? Apa yang harus kulakukan untuk memberi pelajaran pada boss-ku ini ?!" Ucap Moza kesal
*
Raymond pov
Makan malam dikeluarga Raymond
"Bagaimana kencan pertama sama calon menantu ibu Ray ?" Tanya Siena sang ibu
"Lancar kok bu... Alice bukan tipe wanita pemberontak jadi Ray nyaman aja sama dia" jawab Ray memaparkan pendapatnya
"Benarkah ? Bagus dong kalau gitu ... Ibu pikir dia akan berusaha menolak mentah-mentah waktu kita makan malam hari itu" Siena menanggapi
"Ibu nggak perlu khawatir... Ayah yakin Alice itu wanita baik dan dia punya pola pikir yang terbuka" ucap Randy sang ayah
"Emm ayah benar bu, jadi tidak perlu khawatir lagi pula Alice tidak menunjukkan sikap penolakan saat bertemu" ucap Raymond dengan tenang
"Hahaha Ayah pikir Alice akan bersikap cuek padamu karena marah " ucap Randy menggoda putranya
"Ayah jangan mengolok-olokku seperti itu... Alice benar-benar wanita yang tenang, awalnya aku takut dia akan membenciku" Raymond menerangkan
"Baiklah ... Berjuanglah lebih keras agar Alice memberikan hatinya untukmu" ucap Randy dan disambut anggukan tanda setuju dari istrinya
*
🌻 Sketch beberapa gaun yang berhasil dipilih untuk prewedding
Btw ini gambar aku nyomot dari pint*r*st 🙏🙏🙏