
Abraham menyampaikan isi percakapannya dengan Raymond di telepon dan memberikan izin agar Alice mengambil cuti, namun Alice menolaknya dan menyampaikan bahwa ia bisa masuk kerja meskipun hanya sampai waktu makan siang tiba. Selain itu Abraham juga mendapatkan penjelasan dari Alice bahwa meeting ditunda juga akibat dari ulah yang ditimbulkan oleh Raymond. Akhirnya Alice tak bisa menutupi apa yang seharusnya menjadi bagian dari agenda rahasia.
Setelah obrolan antar orang tua dan anak itu selesai Alice meninggalkan ruang tengah dan menuju ke kamarnya.
"Hmp ! Dasar pria aneh.."
"Entahlah apa yang sebenarnya dia pikirkan tentang diriku... ahh sudahlah aku harus segera istirahat untuk pertunjukan besok"
~Tring~
Sebuah email masuk saat Alice baru saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dengan malas Alice mengambil smartphone miliknya dan mengklik email masuk itu.
Raymond :
"Jangan lupa jadilah tunangan yang nurut besok, karena ada beberapa hal yang harus kita urus"
Alice mendecak kesal
"Tsk seharusnya pria itu bisa membereskan rubah betina itu sendirian saja !"
Kemudian ia membalas email Raymond dengan setengah hati.
Alice :
"Baiklah ... Anda bahkan tidak pandai untuk berbasa-basi lebih dulu Tuan Raymond"
Raymond :
"Aku tidak suka basa-basi Nona Alice, selamat menikmati waktu istirahat besok akan ada peetunjukan yang akan mengejutkanmu"
Alice :
"Semoga saja aku tidak akan jadi korban pertunjukan itu 😴"
*
Waktu begitu saja berlalu setelah memberikan pengarahan pada karyawan Spring Garden di pagi hari Alice akhirnya dapat menghela nafas sejenak. Begitu banyak design yang harus diperbaiki lalu pengerjaan dan pemilihan bahan memerlukan persetujuan dari Alice sepenuhnya.
Perusahaan Spring Garden yang di geluti Alice ini bergerak dibidang tata busana. Perusahaannya bekerja sama dengan beberapa label yang cukup bagus di industri tanah air.
Meskipun perusahaannya jarang menerima pembuatan langsung tapi cukup menguras pikiran untuk mengerjakan design disetiap musim. Namun untuk event tertentu Alice akan mengerjakan rancangannya bersama tim terbaiknya.
Tok ~ Tok~
"Masuk~" ucap Alice sambil bersandar dikursinya
Moza memasuki ruangan sambil membawa beberapa set pakaian casual dan sepatu.
"Barang yang nona pesan sudah datang" ucap Moza pada Alice
"Moza kamu selalu aja panggil aku nona~ nona~ padahal kita sahabat dari dulu, cobalah untuk santai jangan pasang wajah dingin terus-terusan" ucap Alice sambil tertawa menggoda sahabat sekaligus sekretarisnya itu.
"Ini dikantor nona, kalau saya memanggil boss dengan nama itu akan berbahaya" ucap Moza dengan tegas
"Baiklah aku tidak pernah berhasil mempengaruhi pendirianmu itu, letakkan barang-barang itu dan mari kita bersantai sejenak sebelum jam makan siang tiba" ucap Alice lalu berjalan menghampiri Moza yang sedang berdiri dihadapannya.
"Aah... Bersantailah sedikit Moza~ hari ini aku berbaik hati padamu" ucap Alice tersenyum menanggapi teriakan galak sekretarisnya.
"Nona jangan lupa posisi anda" ucap Moza lalu duduk dikursi malas disamping Alice
"Aku merasa kamu lebih galak dari boss-nya Moza... Aku lelah biarkan aku seperti ini sebentar" ucap Alice
"Ada masalah apa nona?" Tanya Moza
"Jika kau bertanya tentang ini jangan panggil aku nona~ kau harus mengubah mode sekretarismu menjadi mode sahabat sejatiku" ucap Alice menggerutu
"Sungguh menyebalkan sekali kau Alice cepat katakan" ucap Moza
"Aku akan segera bertunangan dan menikah" ucap Alice datar
"M E N I K A H ?!" Moza memekik saking terkejutnya
"Pelankan suaramu itu bodoh" ucap Alice sambil tertawa
"Pria br*ngs*k mana yang berani mengancammu untuk menikah?!" Tanya Moza dengan tatapan tajam dan geram
"Pernikahan ini sudah ditentukan sejak awal bahkan aku belum lama ini baru tahu dari papa" ucap Alice datar
"Apa kau menerimanya begitu saja?" Tanya Moza menyelidik
"Kau tahu ? Aku kalah telak sebelum berhasil menyerang sedikitpun" jawab Alice tersenyum pahit
"Pria seperti apa yang dijodohkan denganmu?" Moza tak henti mencari kejelasan dari sahabatnya itu.
"Kesan pertamaku cukup baik ... Dia bahkan dengan berani melamarku saat pertemuan keluarga hari itu" ucap Alice
"Hmm menarik sekali..." Ucap Moza
"Baiklah, hampir jam makan siang aku harus ganti baju" ucap Alice seraya berdiri dan mengambil barang-barang yang akan dipakainya siang ini.
"Kau akan pergi kemana wahai boss-ku ?" Tanya Moza yang telah berubah ke mode sekretaris
"Aku lupa... Hari ini aku ada urusan, kutinggalkan persiapan meeting padamu Moza" ucap Alice sambil mengedipkan matanya pada Moza
"Boss macam apa kau ini Alice" ucap Moza sambil memegangi kepalanya
"Ahaha ! Akhirnya kau mengeluarkan kalimat jengkel mu itu " ucap Alice sambil tertawa riang
"Ohh iya kalau ada pria bernama Raymond datang mencariku biarkan dia masuk" ucap Alice sambil berlalu menuju bilik kecil disebelah toilet didalam ruang kerjanya.
"Ahh apa jadinya kalau bukan aku yang jadi sekretarisnya Ohh Tuhan ??" Ucap Moza lalu keluar dari ruangan Alice menuju keruangannya sendiri
*
***Sepatah kata dari writer :
~Saya hanyalah seseorang yang jauh dari kata sempurna yang sedang mencoba hal baru 😜 semoga kalian yang mampir suka dan jangan ragu sampaikan masukan kalian agar kedepan bisa lebih baik lagi 🙏🙏 jangan lupa klik ikon 👍 yaa terimakasihh 😍😘
~Kalian boleh berimajinasi bahwa tokoh seperti idola kalian masing-masing 😁😁 imajinasi yang tinggi itu bagus untuk kesehatan asal jangan berlebihan yaa teman-teman 😉🙏🙏**