
Moonlight cafe resto
Sesampainya di Moonlight mereka segera mengambil tempat duduk dan memesan makanan dan minuman.
"Mushroom soup with spicy sauce satu porsi dengan dimsum ayam dan lemon tea" Alice memesan makanan favoritnya
"Saya mau menu yang sama" ucap Raymond dengan tenang
"Baik akan segera kami siapkan" ucap pelayan moonlight dengan sopan
"Aku sering makan disini bahkan bersama beberapa teman-temanku" ucap Alice dengan mata berbinar
"Benarkah ? Aku pikir kau tipe anak rumahan" ucap Raymond menanggapi
"Anak rumahan ? Mungkin benar karena aku hanya bolak-balik dari rumah ke kantor hampir setiap hari" jawab Alice
"Sesekali luangkan waktu untuk memanjakn diri" ucap Raymond sambil tersenyum
"Tentu~ " jawab Alice ringan
Tak lama kemudian pesanan datang dan mereka berdua asyik menikmati dimsum dan mushroom soup dengan tenang.
Tiba-tiba seorang pria seumuran dengan Alice berjalan mendekat kearah mereka.
"Alice ? Apa itu benar-benar kamu?" Sebuah suara memanggil nama Alice tepat dibelakang Alice
Raymond memperhatikan seorang pria yang berdiri dibelakang Alice dengan tenang. Sementara Alice menoleh kearah suara itu datang dan ia terkejut setengah mati saat melihat sosok itu.
"Se-jak ka-pan ?" Ucap Alice terbata
"Aku datang untukmu Alice ! " Ucap pria itu
"Untukku ?" Tanya Alice dengan bingung
Raymond yang sedari tadi tampak tenang mulai menunjukkan ketidak senangannya.
"Alice~ siapa?" Tanya Raymond pada Alice
Baru saja Alice mulai membuka mulutnya tapi pria itu menyela.
"Saya adalah orang yang penting dalam hidup Alice, kekasihnya" ucapnya dengan tenang
"Cukup hentikan~ " ucap Alice setelah mendengar ucapan pria itu
"Lanjutkan saya ingin dengar" ucap Raymond
"Alice siapa pria ini? Rekan kerja?" Tanya pria itu lagi
"Jangan berlebihan Za pria dihadapanku ini adalah tunanganku" jawab Alice
"Tunangan ? "
"Ray~ ini Reza teman kuliah ku dulu" Alice menjelaskan
"Alice nggak mungkin punya tunangan, kamu nggak mungkin melupakanku begitu saja ..." Ucap Reza
"Apa dia penggemarmu ?" Tanya Raymond dengan dingin
"Mungkin saja~" jawab Alice dengan cepat
"Ray ayo pergi sekarang" ucap Alice menarik tangan Raymond keluar dari cafe
"Alice jangan menghindar dariku.. besok aku akan mengunjungi Spring Garden" ucao Reza dengan licik
*
"Apa dia kekasih masa lalumu?" Tanya Raymond pada Alice
Alice menyandarkan dirinya di jok mobil sambil menghela nafas.
"Hmm~ dia bagian dari masa laluku" jawab Alice dengan berat
"Kalian tidak mengakhiri hubungan dengan baik?" Tanya Raymond
"Dia yang datang dan pergi sesuka hati.. aku tidak mengakhiri tapi hubungan seperti itu tidak akan berhasil" jawab Alice
"Kau bilang padaku tidak sedang menjalin hubungan..."
"Satu tahun menghilang tanpa ada kabar apakah itu masih pantas disebut menjalin hubungan?" Tanya Alice
Raymond terdiam mendengar pengakuan Alice barusan
"Aku lelah menghadapi pria seperti itu... Aku tidak bermaksud menipumu, maaf atas kejadian hari ini" ucap Alice dengan rasa bersalah
"Aku yang seharusnya minta maaf..." Ucap Raymond tak tahan melihat ekspresi yang tergambar jelas diwajah Alice
"Emm aku bersalah tidak memberitahumu tentang hal ini" ucap Alice
"Maafkan aku Alice ..." Ucap Raymond lagi sambil meraih bahu Alice dan memeluknya
"Hal semacam ini tidak akan mungkin kau ceritakan pada pria yang baru kau temui sebanyak tiga kali" ucao Raymond
"Aku menerima perjodohan ini agar aku tidak terluka karena kita tidak saling mencintai" ucap Alice melepaskan diri dari pelukan Raymond
"Jangan bicara lagi... Aku akan memperlakukanmu dengan baik kedepannya" ucap Raymond
Raymond tak mampu melihat Alice tersiksa dan mengucapkan kata-kata yang juga tak ingin didengarnya.
"Aku akan mengantarmu pulang sekarang" ucap Raymond sambil membenarkan safety belt miliknya
Sepanjang jalan Alice hanya terdiam sambil menatap lurus kedepan. Hatinya kembali kacau karena kedatangan pria tak diundang. Ia gelisah memikirkan hari esok apa yang harus ia lakukan untuk menghindari kunjungan Reza ke Spring Garden.
Raymond berhenti tepat di depan rumah Alice.
"Biar ku antar sampai kedalam" ucap Raymond
"Tidak perlu..." Alice menolak dengan lembut
"Aku bukan calon menantu yang kurang ajar" ucap Raymond pada Alice
"Baiklah menantu yang baik" balas Alice pada Raymond
"Besok cuti saja... Aku akan mampir waktu makan siang" ucap Raymond
"Emm baiklah~ terimakasih" Alice mengangguk
"Masuklah dan segera istirahat jangan pikirkan hal yang tidak perlu" ucap Raymond sambil mengusap kepala Alice dengan lembut
"Emm jangan khawatir~ sampai jumpa" ucap Alice lalu masuk kedalam rumah
Raymond menunggu hingga Alice hilang dibalik pintu lalu ia kembali ke mobil dan segera melaju menuju ke rumahnya.
*
to be continued...