
Rumah Sakit Theresa
Michelle datang mengunjungi Alice bersama Abraham dengan membawakan beberapa buah segar untuk Alice.
"Pagi sayang ~ gimana keadaan kamu sudah lebih baik ?" Tanya Michelle dengan penuh kasih sayang
"Pagi ma ~ Alice udah pulih kok ma " jawab Alice sambil tersenyum
"Syukurlah kalau sudah lebih baik... Ohh ya Moza mana ?" Tanya Michelle pada Alice
"Emm ? Mo~ Moza udah berangkat ke kantor ma haha" Alice berbohong sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal
"Ke kantor ? Kamu nggak kasih dia cuti dulu ? Kasihan loh dia" ucap Michelle sambil memberikan potongan buah apel pada Alice
"Nggak apa ma ~ Moza bilang harus memastikan keadaan di kantor " Alice membuat alasan
"Ohh iya papa belum berangkat ke kantor ?" Tanya Alice pada Abraham
"Maunya si papa libur dulu ~ tapi papa ada jadwal bertemu client hari ini, akan papa usahakan pulang cepat" ucap Abraham
"Emm ~ Alice mengerti pa~ hati-hati dijalan" ucap Alice
"Maaf ya papa cuma bisa mampir sebentar" ucap Abraham sambil menepuk pundak putrinya lalu segera meninggalkan ruangan setelah berpamitan dengan Michelle.
Sementara itu Michelle berbincang ringan bersama putrinya sambil membuatkannya infus water.
"Alice ~ " panggil Michelle
"Iya ma ~ " jawab Alice sambil fokus dengan laptop yang ada di hadapannya
"Kamu harus istirahat jangan pikirkan urusan kantor" Michele mengingatkan
"Alice harus check laporan dari Moza ma ~ "
"Ohh iya apa Raymond belum tahu kondisi kamu ?" Tanya Michelle
"Ah ? Kenapa ma ?" Tanya Alice pura-pura gagal fokus
Michelle menggelengkan kepalanya mendengar jawaban putrinya.
"Apa hubungan kamu dengan Raymond kurang baik akhir-akhir ini ?" Tanya Michelle kemudian
"Baik-baik aja kok ma~ lagi pula Raymond sibuk" ucap Alice
"Mama tahu dia sibuk~ mama hanya khawatir kamu nggak kasih kabar ke Raymond" ucap Michelle
"Sebaiknya kamu istirahat, mama akan menemui dokter dan menanyakan kapan kamu boleh pulang" Ucap Michelle lalu mengambil laptop Alice dan meletakkannya di atas meja
"Emm iya ma ~ Alice mulai ngantuk mungkin pengaruh obatnya mulai bekerja" ucap Alice sambil berbaring
Michelle tersenyum sambil mengusap kepala putrinya dengan lembut,
"Emm ~ mama pergi dulu ~" ucap Michelle lalu melangkahkan kakinya keluar.
Dokter mengatakan bahwa Alice diperbolehkan pulang besok siang. Namun dokter memberitahukan jika Alice tidak mengimbangi waktu istirahat dan bekerja maka bisa saja kejadian serupa akan terulang kembali.
*
Keesokan harinya Alice bersiap untuk pulang, ia berkemas bersama Moza. Orang tuanya ingin menjemputnya namun Alice menolak. Ia berpesan agar orang tuanya menunggunya dirumah saja. Dia merasa lebih nyaman bersama sekretarisnya dibandingkan dijemput orang tuamya dengan membawa kehebohan di rumah sakit.
Lagi pula keadaan Alice tidak begitu parah hingga kepulangannya harus disambut begitu meriah. Ia memilih Moza karena ingin mendengar laporan perusahaan dan jadwal apa saja yang harus segera ia lakukan. Jika orang tuanya datang maka dia tidak akan bisa membahasnya dengan tenang. Tentu saja akan dilarang membahas urusan kantor dihari yang indah itu.
Alice telah mengganti baju pasien dengan dress selutut warna mauve favoritnya dipadukan dengan coat berwarna cream yang membuat penampilannya terlihat lebih segar. Moza telah bersiap membawa koper yang berisi barang-barang milik Alice lalu mereka berdua berjalan berdampingan menuju ke area parkir.
Alice fokus berjalan kedepan dengan tatapan mata yang tajam. Dan diiringi Moza berjalan dengan tegap bak bodyguard yang mengawal the devil boss. Mereka berdua akan segera terjun ke medan pertempuran yang sesungguhnya setelah melewati lorong panjang Rumah Sakit Theresa.
"Nona ~ schedule anda siang ini bertemu owner Sunshine cafe" Moza mengingatkan jadwal Alice begitu mereka berdua keluar dari bangunan rumah sakit.
"Sunshine cafe ? Ahh mengenai pesanan mereka yang waktu itu ?" Alice memastikan sambil menerima kacamata hitam dari Moza lalu memakainya sambil terus berjalan menuju tempat parkir
"Iya benar, anda harus datang tepat waktu dan mengenai undangan makan malam dari Wintermount grup juga sudah tiba pagi ini" ucap Moza terus melaporkan situasi
"Baiklah ~ aku akan bersiap menuju medan perang yang sesungguhnya" ucap Alice sambil masuk kedalam mobil dan memasang safety belt.
"Maaf anda baru keluar dari rumah sakit tapi tidak punya waktu untuk bersantai" ucap Moza sambil melihat ke arah Alice yang duduk disampingnya
"Aku sudah cukup bersantai beberapa hari ini, sekarang sudah waktunya memperbaiki schedule yang berantakan" Alice menjawab dengan tenang
"Baiklah kita akan menuju kerumah anda lalu menuju Sunshine.cafe" ucap Moza memastikan perjalanan.
"Emm~ nyonya Michelle tidak akan mengampuni kita jika kita tidak pulang kerumah lebih dulu" ucap Alice dengan senyum lebar
"Anda benar nona ~ " Moza mengangguk setuju
*
to be continued...