
Begitu tiba di rumah sakit ia segera menuju kamar Alice sesuai pesan Michelle. Disana ia menemukan Alice tengah tertidur lelap. Lalu ia juga melihat suster yang sedang berjaga memeriksa Alice.
"Suster bagaimana keadaan Alice kenapa belum sadar ?" Tanya Moza cemas
"Jangan khawatir~ Nona Alice sudah sadar dan saat ini beliau sedang tidur" ucap sang suster menjelaskan
"Syukurlah ~ " ucap Moza lalu terduduk lemas dikursi tunggu.
"Kenapa kau jadi begini ! Apa kau stress menjelang pernikahan ? Sayang sekali kau tidur jika tidak aku akan memaki mu agar kau tahu betapa pentingnya istirahat !" Gumam Moza
Tak lama setelah bergumam sendirian Moza pun tertidur disamping Alice. Tak bisa dipungkiri bahwa akhir-akhir ini jadwal mereka begitu padat dan menguras tenaga. Tak heran Moza bisa terlelap sambil bersandar di kursi.
Beberapa saat kemudian Alice membuka matanya perlahan setelah ia tidur selama hampir satu jam lamanya. Ia tersenyum mendapati Moza tengah tertidur lelap bersandar di kursi tunggu tepat disampingnya. Kemudian Alice membangunkannya perlahan dengan menyentuh lengan Moza.
"Moz~ bangun..." Ucap Alice lirih
Moza bergumam sambil menggelengkan kepalanya.
"Emm~ mataku sungguh berat aku ingin tidur sebentar lagi"
"Istirahat saja dirumah, kasihan badan kecil mu besok akan sakit jika kau tidur dikursi kecil ini" Alice tidak berhenti mengoceh
"Diamlah aku lelah, Jangan memerintahku lagi ini bukan dikantor~" ucap Moza masih tetap dengan mata terpejam
"Baiklah~ baiklah~ tidur saja dulu" Akhirnya Alice mengalah karena kasihan
Tak lama kemudian Michelle datang membawa makanan dan juga baju ganti untuk Alice.
Kriet~
"Ssstt !" Alice meletakkan jari telunjuk dibibirnya memberi isyarat agar tidak menimbulkan suara
Michelle mengangguk tanda mengerti ketika melihat Moza yang tengah tidur disamping Alice. Ia kemudian berjalan mendekat kearah Alice lalu merapikan pakaian yang dibawanya ke dalam lemari kecil di sebelah tempat tidur Alice. Setelah menata pakaian dan makanan yang dibawanya lalu ia berbisik dengan lembut disamping putrinya.
"Mama bawa makanan buat kamu, nanti dimakan sama Moza ya~"
"Emm~ makasih ma" ucap Alice memeluk mamanya dari tempat tidur
"Mama istirahat dirumah aja, Alice baik-baik aja kok" ucap Alice lagi
"Kalau mama pulang siapa yang nemenin kamu ?" Tanya Michelle sambil tersenyum
"Alice udah ada Moza ma~"
"Emm~ mama akan tinggal sebentar lalu pulang" Michelle mengangguk sambil tersenyum
*
Setelah Michelle keluar dari ruangan Alice kembali merebahkan dirinya. Melihat Moza yang terlelap ia kembali ke posisi duduk dan menggoyangkan lengan Moza perlahan.
"Moz~ udah sejam lebih pulang sana gih " Alice mencoba membangunkan Moza
Moza tidak memberikan respon meskipun ia bisa mendengar perkataan Alice.
"Moz~ hemm ! Pulanglah aku baik-baik saja jangan pura-pura tidak mendengarkan ku" ucap Alice tajam
"Hei ! Aku disini sebagai sahabatmu bukan bawahan mu" Moza menanggapi lagi
"Emm~ aku tahu... Tapi besok kau masih harus masuk kerja~ aku tidak ingin waktu istirahatmu berkurang akibat menemaniku" Alice mencoba menjelaskan
"Of course madam ! Jangan khawatir aku akan segera pulang~ istirahatlah dengan baik" ucap Moza bangkit dari tempat duduknya
"Hampir jam 7 makan dulu ini buatan mama" Alice menunjuk kotak makan berwarna biru muda di atas meja kecil disampingnya
"Oke ! Aku bawa pulang~ btw aku barusan mengirim email ke Raymond" ucap Moza dengan tenang
"Oh My God ! Smartphone ketinggalan di kantor Moz gimana nih ?" Alice panik
"Nih ! Ambil untung aja aku jadi sekretaris kamu" Moza mengeluarkan smartphone milik Alice dari dalam tasnya
"Ahh ! Kau yang terbaik Moza !" Ucap Alice dengan gembira
"Aku yang terbaik tapi kau sering mengabaikan saranku" Moza merajuk
"Aku akan memberimu cuti saat aku menikah~" Alice bernegosiasi dengan Moza
"Baiklah hari itu aku akan pergi berlibur ! Yeay !" Moza menjerit kegirangan
"Moz~ kau tidak mengirim email pada Raymond dan memberitahu bahwa aku sakit kan ?" Tanya Alice dengan menatap Moza tajam
"Ah ! A~aku hanya memberitahu bahwa kau tidak bisa menerima telepon karena sibuk~ iya hanya itu... Tadi dia sempat menghubungimu itu saja..." Moza mencari alasan
"A~aku sempat memakinya karena kesal ! Beraninya dia membuatmu jadi sakit itu saja" ucap Moza mencoba menjelaskan
"Bagus jangan beritahu apapun ! Sekarang pulang lah aku ingin istirahat" ucap Alice
"Oke oke aku pergi sekarang ! Istirahat yang baik bye !" Ucap Moza sambil melangkah keluar dari ruangan Alice
"Ah ! Hampir saja aku ketahuan ! Aku memberitahu pria itu agar bertanggung jawab dan menjaga Alice malam ini ah ! Betapa baiknya aku sebagai sahabatmu Alice~" Moza bergumam sendiri dalam perjalanan pulang
*
Pukul 18:30 WIB
Raymond baru saja selesai makan malam bersama keluarganya. Ia beranjak dari tempat dan menuju ke kamarnya. Ia beberapa kali memainkan smartphone miliknya ingin menghubungi Alice namun ia ragu. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan email yang masuk.
Tring ~ !
Raymond segera membuka email dan ia mendapati nama Alice tertera sebagai pengirim.
Alice : Nona Alice sedang dirawat di Rumah Sakit Theresa, jika kau punya rasa tanggung jawab sebagai pria datang dan temani dia malam ini. [Moza]
"Alice dirawat ? Apa yang sebenarnya terjadi ?" Raymond berbicara sendiri
Kemuadian dia mengambil coat dari dalam lemari lalu memakainya dan bergegas menuju ke Rumah Sakit Theresa.
*
to be continued...