White Roses

White Roses
Eps 13


Tring ~


Tiriring ~


"Selamat malam nona Alice" ucap Moza dari seberang


"Mode sekretaris off dimalam hari Moza" Alice menjawab


"Ini laporan mengenai pekerjaan" ucap Moza tegas


"Baiklah ada apa?" Jawab Alice mengalah


"Hari ini berjalan lancar, lalu mengenai dress yang dikerjakan secara khusus sudah hampir selesai" ucap Moza


"Kerja bagus Moza, mungkin besok aku berangkat agak siangan" Alice memberi tahu


"Baik nona~ lalu ada satu lagi yang harus saya sampaikan" lanjut Moza


"Katakanlah~" ucap Alice


"Kekasih masa lalu anda datang berkunjung" ucap Moza


"Kalau dia datang lagi katakan aku tidak akan menemui dia" ucap Alice tegas


"Saya mengerti nona" ucap Moza


"Baiklah ~ sudah malam kau harus segera istirahat Moza... Aku juga lelah" ucap Alice


"Baik~ selamat malam Nona Alice" ucap Moza


"Moza ~ ada ingin kutanyakan ... " Ucap Alice sebelum mengakhiri telepon


"Apa ada cara yang lebih efektif untuk mengusir pria itu agar tidak mencariku lagi ?" Tanya Alice


"Maksud anda Reza atau calon suami anda?" Tanya Moza bingung


"Tentu saja agar Reza tidak kembali lagi~" ucap Alice


"Saat dia datang baiknya anda memberitahu tunangan anda" ucap Moza memberi saran


"Baiklah akan ku pertimbangkan lagi..." Ucap Alice lalu mengakhiri telepon.


*


Alice terbangun dipagi hari yang cerah, sinar hangat mentari menerobos melalui tirai didalam kamarnya.


"Alice ! Bangun sayang~"


"Mama sama papa nungguin dari tadi loh..."


Suara mamanya terdengar nyaring saat Alice baru selesai mandi. Ia mengambil satu set baju kerja yang lebih simpel lalu secepat kilat merias diri ala kadarnya dan turun ke bawah untuk sarapan.


"Pagi mama~ pagi pa~" ucap Alice dengan riang


"Hemm~ anak gadis tapi cerobohnya ampun~" ucap Michelle sembari merapikan rambut putrinya


"Alice buru-buru ma~" Alice menanggapi dengan riang


"Mama dengar kemarin nak Ray mampir? " Tanya Michelle tiba-tiba


Deg !


Jantung Alice berdegup kencang ketika mamanya menanyakan hal yang bersangkutan dengan Raymond.


"Ah~ iya ma waktu makan siang" ucap Alice malu-malu


"Oh~ begitu..." Ucap Michelle tersenyum


"Kemarin papa ketemu sama orang tua Raymond" ucap Abraham sang ayah


"Apa ada masalah pa?" Tanya Alice sedikit cemas


"Ada sedikit perdebatan mengenai tanggal pernikahan kalian tapi kami sudah sepakat" ujar Abraham sambil menikmati menu sarapannya


"Sepakat seperti perjanjian awal ?" Tanya Alice lagi


"Ada sedikit perubahan... Dua minggu lebih awal dari tanggal semula" Abraham menjelaskan


"Kenapa buru-buru pa?" Tanya Alice


"Bukan buru-buru sayang~ kita para orang tua hanya khawatir" ucap Michelle menjelaskan pada putrinya


"Papa dengar teman kuliah kamu itu ganggu kamu lagi jadi papa sedikit khawatir" Abraham mencoba menjelaskan


"Papa tahu dari mana ?" Tanya Alice


"Papa sempat mampir ke kantor kamu sebelum bertemu orang tua Raymond" ucap Abraham


"Jadi ? Papa ketemu sama Reza waktu datang ke kantor ?" Tanya Alice terbelalak


"Kurang lebih seperti itu, dan papa tahu situasinya" jawab Abraham


"Alasan Alice cuti kerja kemarin juga karena itu pa~" ucap Alice lemas


"Memangnya kenapa sayang ?" Tanya Michelle ikut menimpali


"Alice malas ma~ dia bikin malu aja nyariin Alice ke kantor gitu" ucap Alice kesal


"Jangan terlalu dipikirkan sayang...." Ucap Michelle menenangkan


"Iya ma~" ucap Alice ringan lalu melanjutkan sarapan


Setelah usai sarapan lalu Alice berpamitan seperti biasa dan segera berangkat ke kantor.


*


Alice tiba dikantor lebih lambat dari biasanya. Seharusnya pukul 07:30 ia sudah stand by di kantor, tapi hari ini ia sengaja datang 30 menit lebih lambat. Butuh banyak energi untuk menghadapi kekasih masa lalunya itu. Tentu saja hari ini Reza akan kembali mencari Alice karena sebelumnya ia gagal.


"Selamat pagi ~" ucap Alice menyapa


"Pagi Nona Alice" ucap Moza menyambut kedatangan Alice


"Apa kau sengaja menunggu ku disini?" Tanya Alice heran pada Moza


"Tentu saja saya harus memastikan keadaan anda nona" ucap Moza tegas


"Baiklah ~ ikut aku ke atas sekarang" perintah Alice


Moza mengikuti Alice dari belakang tanpa ragu.


Tring~


Tiriring~~


Baru saja Alice tiba diruangannya namun teleponnya mulai berdering.


"Iya ini saya~" ucap Alice


"Ada tamu yang ingin bertemu anda boss" ucap karyawannya dari balik telepon


"Siapa?" Tanya Alice dengan cepat


"Seorang pria yang kemarin membuat janji dengan anda"


"Baiklah~ padahal aku baru datang" ucap Alice menggerutu


"Apakah beliau boleh keruangan anda?" Tanya karyawannya lagi


"Aku yang akan turun" ucap Alice lalau menutup telepon


Alice menghela nafas panjang


" Hmm~ Moza jika keadaan jadi gawat tolong hubungi Raymond, ini smartphone ku" ucap Alice lalu memberikan smartphone pada Moza


"Iya Nona Alice" ucap Moza sambil mengikuti Alice turun


"Perhatikan saja di dekat resepsionis, aku akan temui dia sendiri" ucap Alice


"Baik nona~" jawab Moza singkat


*


"Alice ! Apa kau sudah sehat ? Kudengar kau sakit?" Tanya Reza sambil menghampiri Alice


"Aku baik-baik saja" jawab Alice ringan


"Bisakah kita bicara diluar sebentar?" Tanya Reza


"Kita bicara di meeting room saja" ucap Alice lalu memberi tanda pada Moza


"Apa kau keberatan jika kita bicara diluar?" Tanya Reza ragu


"Aku baru saja tiba... Akan terlihat buruk jika aku keluar lagi" jawab Alice


"Baiklah mungkin lain kali kita bisa makan siang bersama" ucao Reza


"Duduklah..." Ucap Alice


"Alice ~ aku ingin bicara mengenai hubungan kita" ucap Reza to the point


"Tidak ada hubungan apa-apa diantara kita Reza" ucap Alice dingin


"Kita sudah bertahun-tahun bersama... Apa kau lupa ?" Tanya Reza


"Sudah sering kali kau datang dan pergi, kali ini aku benar-benar melepaskanmu" Alice menjelaskan


"Akhir-akhir ini aku sibuk Alice ... Apa kau tidak.bisa memaafkan aku?"


"Berhentilah mempermainkan aku Reza !" Ucap Alice dingin


"Apa kau benar-benar menginginkan pertunangan dengan pria itu?" Tanya Reza menyelidik


"Jika aku tidak menginginkannya untuk apa cincin ini ada dijariku?" Ucap Alice sambil memperlihatkam cincin yang tersemat dijari manisnya


"Alice jangan membohongiku... Aku tahu tidak semudah ini kau dekat dengan pria lain" ucap Reza tak percaya


"Semuanya sudah jelas, sekarang pergilah" ucap Alice


"Alice maaf... Aku memang sempat tidak memberi kabar tapi aku..."


"Cukup Za... Aku akan segera menikah jangan melakukan hal yang sia-sia" ucap Alice memotong ucapan Reza


"Alice ... Berikan aku satu kesempatan" ucap Reza merengek pada Alice


Alice berjalan menuju pintu keluar dan tidak menghiraukan ucapan Reza sama sekali. Ia muak dengan pria yang selalu mempermainkan perasaanya.


Reza mencoba mengikuti Alice dari belakang, namun Alice tetap berjalan menuju ruangannya.


Saat ia melangkahkan kakinya ditangga menuju keatas tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara orang yang dikenalnya.


"Alice~" sebuah suara menyapa dengan lembut


Alice menoleh kebelakang dan terkejut mendapati Raymond berdiri sejauh 3 meter darinya.


"Ray~ ? Sejak kapan?" Tanya Alice merubah arah jalannya dan menghampiri Raymond


.....


to be continued...