
Raymond pov
Beberapa hari telah berlalu sejak ia mengunjungi Alice di Rumah Sakit Theresa. Ia bahkan tidak sempat menemani Alice setelah hari itu. Dia harus rapat dengan dewan direksi beberapa kali untuk bernegosiasi agar Alice bisa hadir di saat keadaannya sudah prima. Raymond menggunakan beberapa alasan untuk menunda pertemuan hingga esok hari.
Dengan kegigihannya dia berhasil menenangkan para dewan direksi. Karena pertemuan ini sangat penting dia memberitahu Andra agar memastikan kapan kepulangan Alice dari rumah sakit. Dengan koneksi yang dimilikinya Andra mencari informasi langsung pada Moza sang sekretaris pribadi Alice.
Kabar yang diberikan Moza secara akurat telah sampai pada Raymond dengan cepat. Karena terus di desak lalu dia memutuskan waktu dan tanggal pertemuan secara resmi dengan dewan direksi besok malam. Dengan mempertimbangkan kondisi Alice yang seharusnya cukup baik pada hari itu.
Karena merasa bersalah tidak menyambut kepulangan Alice dari rumah sakit Raymond memutuskan untuk mengunjungi rumahnya. Namun dia tidak berhasil menemukan Alice dirumahnya. Atas informasi dari orang tua Alice ia segera bergegas menuju ke Spring Garden dan malangnya ia harus menunggu beberapa saat agar bisa bertemu Alice.
"Mohon maaf pak ~ Nona Alice sedang keluar bertemu client, silahkan tinggalkan pesan akan saya sampaikan jika beliau telah tiba" ucap resepsionis pada Raymond
"Ah ~ apakah ada jadwal lain setelh makan siang bersama client ? Bisakah anda menelepon ?" Tanya Raymond
"Baik akan saya tanyakan pada beliau" ucap resepsionis dengan ramah
Resepsionis itu lalu menghubungi Moza untuk memberitahu bahwa ada tamu yang ingin bertemu Alice. Setelah beberapa saat berlalu kemudian resepsionis menutup telepon lalu menyampaikan informasi pada Raymond.
"Nona Alice sedang dalam perjalanan beliau akan segera sampai"
"Baiklah ~ saya akan menunggunya " ucap Raymond
"Silahkan gunakan ruang tunggu di sebelah kanan lobi" ucap resepsionis itu dengan ramah
"Baik ~ terimakasih" ucap Raymond lalu melangkah menuju ke ruang tunggu
Sepuluh menit telah berlalu namun Alice tak kunjung tiba dan Raymond mulai gelisah.
"Hmm sesulit inikah untuk bertemu tunanganku ?" Ia bergumam sendiri
"Ah ~ seharusnya aku menelepon sebelum datang kesini seperti mengejar pesawat yang akan boarding !" Gerutunya lagi dalam hati
Tok ! Tak !
Tok ! Tak !
Suara sepatu wanita sedang berjalan mendekat ke ruang tunggu dimana Raymond sedang berada.
Raymond menoleh ke arah sumber suara, dengan berharap bahwa Alice yang akan datang menemuinya. Namun bukannya Alice yang menghampirinya.
"Permisi ~ nona Alice telah tiba silahkan menuju ke ruangannya" ucap resepsionis pada Raymond
"Ah ~ baiklah ~" ucap Raymond tersenyum kecut
Raymond berjalan dibelakang resepsionis lalu menaiki tangga menuju ke lantai dua dimana ruangan Alice berada. Spring Garden Home Design memiliki 3 lantai namun Alice memilih lantai dua sebagai kantornya. Sedangkan lantai tiga dia gunakan untuk pertemuan penting dan sisanya ia gunakan untuk menyimpan karyanya yang belum selesai. Lalu lantai utama dijadikan sebagai galeri dan meeting room serta ruang tunggu tamu yang digunakan Raymond barusan.
Tok ! Tok !
Ceklek !
"Alice ~ " sapa Raymond sambil masuk kedalam ruang kerjanya tanpa menunggu respon Alice untuk menyuruhnya masuk.
"Ray ~ mond ? Ada apa ? Kenapa kamu datang kesini ?" Tanya Alice menyerbu Raymond dengan pertanyaanya
Alice terkejut melihat Raymond datang tanpa memberi kabar.
"Aku menunggu mu sejak tadi ~" ucap Raymond pada Alice
"Menungguku ?" Tanya Alice sambil menoleh ke arah Moza
"Saya permisi nona ~" ucap Moza sambil keluar dari ruangan Alice
"Tunggu ~ jadi tamu yang dimaksud itu kamu ?" Tanya Alice tak percaya
"Astaga ! " Alice berteriak lalu segera membungkam mulutnya karena tak percaya
"Sulit sekali mencarimu ~ sungguh seharusnya aku datang kerumah sakit untuk menjemputmu tapi aku masih ada rapat pagi ini" ucap Raymond masih berdiri dihadapan Alice
"Maaf aku membuatmu menunggu dan bahkan tidak menemuimu di bawah ~ " ucap Alice
"Duduklah ~" ucap Alice mempersilahkan Raymond untuk duduk
"Apa kau sudah benar-benar pulih ? Baru kekuar dari rumah sakit lalu bertemu client di luar seperti ini" tanya Raymond menginterogasi
"Aku sudah cukup beristirahat beberapa hari di rumah sakit, aku baik-baik saja" ucap Alice
"Aku ingin memastikan keadaanmu sebelum pertemuan besok malam, syukurlah kau sudah terlihat lebih baik" Raymond tersenyum lega setelah bertemu Alice.
"Hari itu aku pingsan karena tekanan darah rendah dan dokter memintaku untuk istirahat " Alice menjelaskan
"Kau harus memperhatikan kesehatan dan juga jangan mengambil terlalu banyak pekerjaan" ucap Raymond memberi saran
"Aku hanya ingin memastikan bahwa tidak ada yang terhambat karena tenggat waktunya hampir bersamaan dengan tanggal pernikahan yang diminta orang tuaku" ucap Alice sambil memegangi jemarinya untuk menenangkan kecemasannya.
"Maaf ~ Aku bahkan tidak bisa membantumu dan hanya membuatmu tersiksa karena perubahan rencana pernikahan kita" ucap Raymonf menyesal
"Emm ~ bagaimanapun aku harus bertanggung jawab papa pekerjaan yang telah aku ambil" ucap Alice sambil tersenyum
"Besok akan ada wawancara eksklusif sebelum makan malam dimulai, apa kau keberatan dengan itu ?" Tanya Raymond mengubah topik pembicaraan
"Aku sudah mendengarnya dari Moza, tak apa aku sudah siap untuk membuka ke publik mengenai hubungan kita" ucap Alice dengan tenang
"Emm ~ baiklah jika kau tak keberatan, aku hanya khawatir itu akan menyakitimu" ucap Raymond
"Tak apa~ publik hanya perlu tahu kebenaran rencana pernikahan kita, itu tidak akan mempengaruhiku ataupun keluarga ku" ucap Alice sambil tersenyum
"Aku harap benar-benar tidak akan membuatmu terluka karena terlibat denganku, aku merasa bersalah dewan direksi berharap kau ikut menangani perusahaan setelah menikah denganku"
"Emm ~ aku akan menjelaskan pada mereka untukmu" ucap Alice menenangkan kecemasan Raymond
"Terimaksih kau selalu mempercayaiku Alice" ucap Raymond pada Alice
Alice hanya menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Raymond
"Apa kau sudah makan siang ?" Tanya Alice
"Aku sempat makan siang sebelum kesini" ucap Raymond berbohong
"Benarkah ? Apa kau berbohong padaku ?" Ucap Alice lalu berdiri dan menuju ke arah meja kerjanya
Alice membuka lacinya dan ia mengambil dua kotak dimsum ayam yang ia beli dari Sunshine cafe lalu memberikan salah satunya pada Raymond.
"Aku belum sempat menikmati makan siang ku karena sibuk mendiskusikan design dengan owner-nya" ucap Alice sambil membuka kotak dimsum miliknya dan membuka pembungkus sumpit.
"Jika kau merasa bersalah karena tidak menjemputku dari rumah sakit, makanlah itu lalu kembali ke kantor" ucap Alice menambahkan
Raymond tersenyum sambil menghela nafas,
"Ah ~ baiklah nona ~"
Alice tersenyum menanggapi ucapan Raymond lalu melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda.
*
to be continued...