
Wintermount Hotel di kota S
Raymond tiba di aula utama Wintermount Hotel di kota S bersama Alice. Mereka memasuki ruangan dengan elegan, hanya dengan melihat mereka berjalan bersama orang-orang akan percaya bahwa mereka adalah couple goals abad ini.
Beberapa tamu undangan melihat mereka lalu berbisik-bisik.
X : "Mereka berani datang bersama rupanya "
Y : "Bahkan tim pewawancara sudah menangkap momen sejak mereka baru turun dari mobil"
Z : "Mereka adalah pasangan yang serasi memangnya ada yang salah jika mereka datang bersama ?" Tanya sebuah suara
X : "Bukankah presdir Wintermount tertarik karena dia pewaris grup Spring Garden ?" Celoteh seseorang lagi
Y : "Siapa yang tahu ~ pewaris grup Spring Garden sangat sulit didekati, dia punya julukan The Frozen Queen"
Sementara itu Alice dan Raymond menuju ke tempat wawancara yang sudah disiapkan. Mereka duduk berdampingan dan dipandu oleh seorang pewawancara.
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan dan mereka berdua menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa canggung. Bahkan mereka terlihat begitu natural bagai pasangan yang telah bersama bertahun-tahun. Hingga disesi terakhir muncul sebuah pertanyaan yang cukup mengejutkan untuk Alice.
"Satu pertanyaan terakhir ! Saya mendengar desas-desus yang kurang mengenakkan lalu saya pikir akan baik jika Nona Alice dan juga Tuan Raymond meluruskan ketidakpastian rumor ini ~"
"Benarkah mengenai kabar bahwa rencana pernikahan kalian ini bukan keinginan kalian melainkan karena pernikahan politik ? Lalu bagaimana Nona Alice menjelaskan tentang julukan The Frozen Queen yang dilekatkan dengan anda ?" Tanya seorang perempuan yang mewawancarai mereka
Alice yang cukup terkejut dengan pertanyaan itu menanggapinya dengan tersenyum lebar lalu melihat ke arah Raymond kemudian mereka tertawa bersama.
Kemudian Raymond membuka suara,
"Saya akan langsung memberikan jawaban ~ tentu saja bukan karena politik alasan kami akan menikah, saya memang baru beberapa kali bertemu dengan Alice, tapi saya tertarik dan ingin lebih dekat dengan dia lalu diadakanlah pertunangan kami meskipun hanya dihadiri oleh keluarga inti saja..." Ucap Raymond lalu memberi kode agar Alice membantu menjawab
"Awalnya saya ragu, Raymond memutuskan untuk melamar saya dipertemuan keluarga yang pertama ~ kemudian saya mencoba menjalani beberapa kali kencan dengan dia dan setuju untuk lanjut ke pertunangan dan menentukan tanggal pernikahan" ucap Alice dengan membumbui jawabannya
"Ah ~ saya tidak tahu bagaimana orang-orang memberikan julukan itu ~ mungkin karena mereka belum tahu bagaimana saya yang sebenarnya ~" ucap Alice dengan ramah
"Benarkah ? Mungkin karena anda jarang terlihat bersama dengan pria sebelumnya"
"Mungkin juga itu benar ~" ucap Alice sambil mengerlingkan matanya
"Alice sedikit tertutup mengenai hubungannya, dia tidak ingin hubungannya diketahui pihak luar sebelum dia benar-benar yakin ingin melangkah ke arah yang lebih serius" ucap Raymond mencoba menjelaskan mengenai kepribadian Alice yang tertutup
Lalu sesi wawancara mereka berakhir dengan baik dan selanjutnya mereka menuju ke tempat perjamuan makan malam bersama para dewan direksi Wintermount grup.
Raymond dan Alice menyapa mereka dengan sedikit membungkukkan badan. Lalu setelah itu mereka berdua duduk bersebelahan. Letak tempat duduk Alice berdekatan dengan mama dan papanya, lalu Raymond juga dekat dengan kedua orangtuanya.
Makan malam pun dimulai setelah sepatah dua patah kata dari ayah Raymond yaitu Randy Putra Utama.
"Seperti yang sudah sempat disampaikan putra saya beberapa waktu lalu, memang benar keluarga kami akan melangsungkan pernikahan dengan putri dari keluarga Bapak Abraham Willbert dari Spring Garden grup"
"Saya sebagai orang tua berharap pernikahan ini tidak akan menyinggung siapapun, saya juga cukup terkejut putri saya setuju menerima lamaran pria yang baru saja beberapa kali ia temui. Namun sebagai orang tua saya berharap yang terbaik masa depannya" ucap Abraham menyambung perkataan Randy dengan sopan
"Saya mewakili dewan direksi, kami tidak berpikir mengenai pernikahan ini dapat menyinggung kami. Kami hanya khawatir kabar itu tidak benar dan daoat mengganggu persahabatan bisnis hanya itu, selebihnya kami bisa menerima dengan lapang karena itu merupakan hak setiap orang untuk menikah" ungkap salah satu perwakilan yang mewakili untuk berbicara
"Iya itu benar ~" sahut yang lain
"Anak muda sudah seharusnya menentukan pilihannya"
"Baiklah mari kita mulai makan malam kali ini dan kita bicarakan hal-hal yang menyenangkan" sahut yang lain lagi
*
to be continued...