White Roses

White Roses
Eps 26


Pagi hari di kediaman keluarga Randy Putra Utama


"Pagi ~" sapa Raymond kepada kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang makan


"Emm ~ pagi !" Randy memyambut ucapab selamat pagi dari putranya


"Hari ini kamu kelihatan bersemangat sekali ~ ada berita bagus ?" Tanya Siena dengan jahil pada putranya


"Bukankah putra ibu selalu bersemangat ? Apalagi sejak dia bertunangan ~" sahut Randy dengan tersenyum


"Hemm ? Memangnya kenapa ?" Tanya Ray pura-pura tidak mengerti dengan sindiran ayahnya


"Ohh iya nanti malam kamu sebaiknya jemput Alice" perintah Randy pada putranya


"Ray akan menghargai keputusan Alice ~ apapun itu yah" ucap Raymond sambil menyantap menu sarapannya


"Emm ~ baiklah ... Tapi kamu harus melindungi dia dengan baik" ucap Randy tegas


"Ibu tidak akan memaafkan kamu kalau sampai Alice dipojokkan oleh dewan direksi" ucap Siena menimpali


"Uhuk ! Ibu tahu dari mana soal itu ?" Tanya Raymond terbatuk


"Ibu punya banyak mata-mata di kantor kamu ! Jangan main-main dengan calon menantu ibu" ucap Siena membanggakan dirinya


"Sebenarnya siapa yang anak kandung ibu ?" Tanya Raymond dengan memasang wajah menyedihkan


"Huh ! Ibu dan ayah dengan susah payah memilih calon yang tidak neko-neko jadi kamu harus bersyukur" ucap Siena pura-pura mendengus pada putranya


"Ibu mu sangat menyukai Alice ~ meskipun dia putri seorang pengusaha tapi dia bisa menunjukkan sikap mandiri" ucap Randy menjelaskan


"Baiklah ayah dan ibuku memang yang terbaik !" Ucap Raymond dengan lantang lalu bangkit dari duduknya


Raymond berpamitan dengan membisikkan kalimat tak terduga ditelinga ibunya.


"Ray menyukai wanita pilihan ibu dan ayah" bisik Raymond lalu melambaikan tangan


"Ray berangkat ke kantor dulu bye ~" ucapnya sambil berjalan cepat menuju garasi


Siena hanya tersenyum mendengar bisikan rahasia dari putranya lalu melanjutkan sarapan bersama suaminya sambil berbincang ringan.


*


Raymond tiba dikantor lebih awal dari biasanya. Seperti biasa Andra sang sekretaris juga sudah stand by berada di tempatnya untuk menyambut sang presdir..


"Selamat pagi presdir !" Sapa Andra


"Em pagi !" Jawab Raymond dengan singkat dan menyunggingkan seulas senyum


"Boss ~ apakah kita perlu menyusun ulang jadwal anda hari ini ?" Tanya Andra


"Memangnya kenapa dengan jadwal hari ini ?" Tanya Raymond sambil memasuki ruangannya


"Jadwal hari ini cukup senggang dan anda bisa menjemput Nona Alice ke acara dinner perusahaan kita" ucap Andra menerangkan idenya


"Boss ~ anda harus mengambil inisiatif untuk mengambil hati seorang wanita hebat seperti dia" ucap Andra memperingatkan


"Hah ~ aku tahu aku akan menghubunginya sesegera mungkin agar bisa bersamanya" ucap Raymond sambil menghela nafas dalam.


"Baik boss ! Saya permisi " ucap Andra penuh semangat lega mendengar ucapan boss-nya yang melegakan


Andra berpikir bahwa boss-nya harus mengambil banyak inisiatif untuk bisa lebih dekat dengan Alice. Selama ini Alice merupakan wanita berhati dingin yang cukup populer dikalangan para pria. Wanita yang dingin dan sulit didekati akan menikah dengan boss-nya tentu saja dia harus membantu agar hubungan mereka lancar.


"Dia akan menikah dengan wanita yang luar biasa ~ bisa-bisanya begitu tidak perhatian ! Haish aku benar-benar harus turun tangan" gumam Andra di ruang kerjanya


Andra menggunakan telepon perusahaan untuk menelepon ke pihak Spring Garden grup. Dia butuh beberapa informasi mengenai jadwal Alice hari ini sebelum menghadiri undangan dinner Wintermount grup.


Tut ~


"Selamat pagi ~ Spring Garden Home design " sebuah jawaban dari resepsionis


"Ah iya ini dari Kantor pusat Wintermount grup bisa disambungkan dengan presdir Spring Garden ?" Tanya Andra dengan profesional


"Baik mohon tunggu sebentar ~ "


Trek !


"Selamat pagi dengan saya Alice owner Spring Garden Home Design ~" sapa Alice dengan ramah


"Halo selamat pagi nona ~ saya Andra sekretaris dari Wintermount grup ingin menanyakan beberapa hal mengenai jadwal anda sore ini" Andra bertanya dengan sopan


"Jadwal saya sore ini ? Emm tunggu sebentar sepertinya saya tidak memiliki jadwal khusus untuk sore ini" ucap Alice sambil melihat kembali jadwalnya


"Baik terimakasih atas informasinya, saya perlu memastikan kesediaan anda ke acara dinner malam ini" ucap Andra memberitahu


"Akan saya usahakan datang tepat waktu" ucap Alice


"Baik terimakasih nona" ucap Andra lalu mengakhiri telepon khususnya


Setelah berhasil memastikan jadwal Alice cukup longgar Andra tersenyum puas lalu bergegas menemui Raymond.


"Boss !" Andra memanggil sambil masuk ke dalam ruangan Raymond


"Ada apa ?" Tanya Raymond tidak memedulikan kedatangan Andra ke ruangannya


"Saya mendapatkan informasi mengenai jadwal nona Alice sore ini" ucap Andra berapi-api


"Lalu bagaimana hasilnya ?" Tanya Raymond melepaskan pandangannya dari monitor lalu memperhatikan Andra dengan seksama


"Nona Alice cukup luang di sore hari, sebaiknya anda menghubunginya secara pribadi untuk mengatakan bahwa anda ingin datang bersama malam ini" ucap Andra dengan percaya diri menyampaikan idenya


"Kerja bagus ! Sekarang kembalilah bekerja" ucap Raymond lalu kembali fokus dengan layar monitor dihadapannya


*


to be continued...