
....
Sepulang makan malam dari Moonlight cafe Alice berusaha menenangkan diri. Ia berusaha untuk tetap tenang agar hatinya tidak goyah. Alice tahu dengan pasti maksud Reza yang tiba-tiba muncul saat ia telah resmi bertunangan dengan pria lain.
Reza yang hilang kontak selama ini hanya ingin membuat Alice bimbang dan bingung. Namun diluar dugaan bahwa Alice bersedia bertunangan dengan pria asing yang tidak dikenalnya. Hal ini membuat Reza mempercepat kepulangannya ke pulau J.
"Jangan membodohiku ! Aku tahu betul maksud kedatangannya kali ini, dia pikir aku akan berlutut dan memohon pertolongan agar membantuku lepas dari perjodohan ini" umpat Alice dalam hati
"Ahahaha ! Dasar pria br*ngs*k ! Aku sepuluh kaki lipat lebih memilih perjodohan ini dibanding kembali kepada pria busuk sepertinya!" Alice tertawa jahat sambil mengumpat pada Reza
*Tring~
Tiriring* ~
"Nomor tak dikenal ? Hemm aku tahu " ucap Alice sambil tersenyum licik
"Halo~" sapa Alice lembut
"Alice ini aku" ucap Reza
"Aku tahu ini kau" jawab Alice dingin
"Alice jangan bersikap seperti ini"
"Untuk apa kau menghubungiku?!" Tanya Alice
"Aku ingin membantumu sebisaku Alice"
"Membantu apa?"
"Jangan terlalu dingin~ aku tahu kamu tidak menyukai tunanganmu itu"
"Jangan bercanda Reza~" ucap Alice sambil menyeringai
"Ayolah~ aku akan membujuk Om Abraham agar pertunangan kalian dibatalkan" Reza mencoba membujuk Alice
"Aku lelah~ jangan ganggu aku" ucap Alice lalu mengakhiri telepon
"Huft ! Tebakanku benar ! Dia berpikir aku berusaha lari dari perjodohan ini"
"Benar-benar dangkal... Apa aku begitu bodoh ? Tidak perlu membatalkan pertunangan hanya untuk pria seperti mu" Alice menggumam sendiri didalam kamarnya lalu ia tertidur pulas karena kelelahan.
**
Berbeda dengan Raymond yang merasa terusik dengan hadirnya kekasih masa lalu Alice. Dia cemas jika suatu waktu Alice akan meminta pembatalan rencana pernikahan karena orang itu.
"Bisa gawat kalau sampai Alice ragu dengan pernikahan dan meminta untuk batal..."
"Arrgh ! Harusnya aku cari tau masa lalunya dulu sebelum pertunangan... Bisa-bisanya aku ceroboh" Raymond memaki dirinya sendiri
"Tidak... Tidak~ Alice tidak mengakui hubungannya dengan pria itu jadi seharusnya aku tidak perlu cemas" Lagi-lagi dia bergumam sendiri
*
Keesokan harinya Raymond berangkat ke kantor seperti biasa. Ia berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan cepat agar bisa mengunjungi Alice sesegera mungkin. Tepat pukul 11:00 siang Raymond berhasil menyelesaikan tumpukan laporan di mejanya. Lalu ia bergegas keluar dari ruangannya.
"Permisi boss anda mau pergi kemana?" Tanya Andra sang sekretaris
"Aku mau menemui tunanganku" jawab Raymond singkat
"Apa anda tidak akan kembali ke kantor tepat waktu?" Andra memastikan
"Entahlah... Aku belum tahu" jawab Raymond
"Hari ini tidak ada jadwal penting tidak.perlu khawatir" ucap Raymond menambahkan
"Baik boss " Andra menjawab dengan tegas
Kemudian Raymond melaju kearah yang sudah ditentukan. Ia mulai tidak tenang lama-lama berjauhan dari Alice.
"Entahlah perasaan aneh apa ini ? Akhir-akhir ini aku hampir gila ~ ha~~h" gumam Raymond sambil menyetir
**
"Permisi nona... ada tamu yang ingin bertemu dengan anda" ucap seorang pelayan wanita dengan sopan
"Siapa ? " tanya Alice datar
"Raymond nggak mungkin datang jam segini, ini masih terlalu awal" Alice berbicara dalam hati
"Maaf nona beliau tidak memyebutkan namanya, silahkan menuju ruang tamu utama" ucap pelayan wanita itu dengan lembut
"Baiklah terimakasih aku akan segera kesana" jawab Alice lalu bangkit dari tempat duduknya
Alice sedang berada di taman belakang menggambar beberapa desain. Ia menuruti nasehat Raymond untuk istirahat dan tidak masuk kantor. Lalu ia mengisi waktunya dengan menggambar beberapa desain tang tiba-tiba muncul saat ia duduk ditaman.
Saat Alice memasuki ruang tamu utama disana Raymond sedang menunggunya. Jarak antara Alice dan Raymond hanya tinggal beberapa meter saja, Raymond bergerak mendekatinya dengan langkah panjang.
"Aku senang kamu terlihat baik" ucap Raymond sambil memegang pundak Alice
"Kamu berpikir terlalu jauh" jawab Alice dengan tersenyum ceria
"Aku khawatir dengan keadaanmu Alice" ucap Raymond dengan lembut
"Aku sedang menikmati waktu senggangku ditaman belakang, apa kau keberatan ikut aku kesana?" tanya Alice
"Aku tidak keberatan" jawab Raymond dengan santai
*
to be continued...