
"Moza~ jangan menakuti karyawan..." Ucap Alice sambil berlalu
Alice hanya tersenyum melihat karyawannya ditegur Moza. Ia tahu pasti Moza mengeluarkan kata-kata menakutkan seperti biasa.
"Nona~ saya hanya menegur mereka" ucap Moza mengikuti langkah Alice
"Emm~ jangan terlalu kaku, biarkan saja" ucap Alice santai
"Nona adalah direktur sekaligus owner Spring Garden, akan berbahaya bila tersebar gosip" ucap Moza menanggapi
"Lagi pula aku akan segera menikah, gosip itu akan tergantikan dengan fakta" ucap Alice sembari memasuki ruangannya
"Baiklah..." Jawab Moza
"Bagaimana dengan desain musim panas ?" Tanya Alice pada Moza
"Proses mencapai 60% " Moza melaporkan
"Tidak ada kendala?" Tanya Alice sambil mengamati laporan
"Sejauh ini aman nona~" ucap Moza
"Baiklah, kau boleh kembali ke ruangan mu" ucap Alice
"Baik, permisi" Moza meninggalkan ruangan Alice
*
Wintermount Group
Raymond tiba di perusahaan dan segera menuju meeting room. Rapat darurat dengan para pemegang saham. Beberapa rumor sedang beredar belakangan ini menyebabkan beberapa dari mereka resah.
Raymond berjalan didampingi Andra menuju meeting room.
"Selamat pagi semua" ucap Raymond menyapa kemudian menempati kursinya dengan nyaman
"Laporkan situasi~" ucap Raymond kepada Andra sang sekretaris
Andra mengawali dengan memberikan beberapa slide yang tertangkap kamera paparazi. Terlihat beberapa foto yang menampakkan dirinya bersama Alice di beberapa tempat.
"Ada apa dengan foto-foto itu ?" Tanya Raymond bingung
"Beredar berita bahwa anda menjalin hubungan dengan pesaing kita yaitu Spring Garden Grup, bagaimana anda menjelaskannya?" Seseorang yang bernama Reino bertanya
"Ada yang lain ?" Tanya Raymond
"Anda harus menjelaskannya terlebih dahulu sebelum kami memberikan saran lebih lanjut" ucap Reino
"Tidak ada masalah memiliki hubungan dengan pesaing, justru bagus jika bisa menjalin kerja sama" ucap Paman Seno yang juga sebagai pemegang saham Wintermount Grup sambil tersenyum.
"Ini bisa saja berbahaya, apalagi rumor itu telah beredar sejak 2 hari yang lalu dan pihak kita tidak memberikan keterangan" ungkap salah seorang pemegang saham
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kita tunda rapat setengah jam ada seseorang yang akan datang membantuku menyelesaikannya" ucap Raymond santai lalu meninggalkan ruangan dan diikuti Paman Seno dan juga Andra sang sekretaris
"Kenapa harus menunggu ? Bukankah kau bisa langsung menjawab akan ada peristiwa penting kepada mereka" ucap Seno sang paman
"Aku akan membawa Alice kehadapan mereka paman, agar semuanya terlihat jelas" Raymond menjelaskan
"Baiklah~ paman mengerti" ucap Seno sambil menepuk bahu Raymond
"Paman harus membantuku menenangkan mereka" ucap Raymond
"Jangan khawatir" jawab Seno
"Andra tunggu di ruang meeting, aku akan menghubungi Alice" perintah Raymond
"Baik~" ucap Andra lalu kembali ke meeting room
Tut~ ~
Panggilan Raymond tersambung
Trek~
"Ada apa?" Alice menjawab
"Bisakah kau datang kemari?" Tanya Raymond
"Aku akan kesana saat makan siang bagaimana?" Tanya Alice
"Se-ka-rang ?" Tanya Alice
"Emm~ aku tunggu setengah jam dari sekarang" Raymond menjawab tanpa ragu
"Whats wrong ?" Tanya Alice
"Ini darurat" ucap Raymond sengaja menyembunyikan niatnya
"Baiklah aku segera kesana, tunggu sebentar" ucap Alice mengambil handbag dan segera keluar menuju tempat parkir mobilnya
"Emm aku tunggu" Raymond lalu mengakhiri panggilannya
*
"Moza~ aku pergi sebentar, jika ada yang diperlukan segera hubungi aku" ucap Alice sambil berjalan dengan langkah cepat
"Apa perlu saya antar ?" Tanya Moza
"Tidak perlu, urus saja yang disini" ucap Alice dan segera berlalu
Setelah mencapai mobilnya ia segera melaju secepat yang ia bisa. Raymond mengatakan situasi darurat dan membuatnya khawatir. Ia harus memastikan apa yang sudah terjadi dengan matanya sendiri.
Perjalanan menuju Wintermount grup di kota S butuh waktu sekitar 20 menit. Jika lalu lintas padat maka tidak akan sampai tepat pada waktunya. Namun beruntung saat ini jalanan cukup lengang sehingga Alice bisa tiba tepat waktu.
*
Raymond yang sedang menunggu di lobi dengan cemas seketika tersenyum lebar ketika melihat Alice keluar dari dalam mobil.
"Ada apa sebenarnya ?" Tanya Alice dengan wajah serius
"Aku membutuhkanmu, ikut aku ke ruang rapat sekarang" ucap Raymond sambil membimbingnya ke sayap kiri yang berada lantai 2
"Jelaskan situasinya" Alice memberi perintah seperti apa yang biasa ia katakan pada Moza
"Para pemegang saham sedang meributkan foto kita yang beredar" ucap Raymond tersenyum lebar
Alice menghentikan langkahnya dan menatap Raymond dengan geram.
"L A L U ?"
"Aku perlu memperkenalkan kamu secara resmi dihadapan mereka dan beres" ucap Raymond terkejut melihat Alice yang mulai marah
"Keterlaluan kamu Ray !" Ucap Alice meninggikan suaranya
"Tunggu~ tunggu.... Aku belum memberitahukan secara resmi, kumohon jangan marah sekarang" Raymond mencegah Alice yang akan pergi
"Oke" jawab Alice singkat
"Masuk dan ikuti sesuai alurnya" ucap Raymond memberitahu
Alice hanya mengangguk dan mengikuti Raymond dari belakang.
"Rapat bisa dilanjutkan sekarang" ucap Seno sang paman ketika Raymond memasuki ruangan bersama Alice
Mereka yang berada disana terkejut melihat kedatangan Alice sang pewaris satu-satunya dari grup Spring Garden.
"Saya sempat menunda pemberitahuan tentang rencana pernikahan kami, mohon maaf sebelumnya" ucap Raymond sambil memberikan tempat duduknya pada Alice
Alice hanya mengangguk kepada mereka lalu duduk di tempat yang diberikan Raymond.
"Saya takut calon istri saya berpikir bahwa saya memanfaatkan hubungan ini untuk bisnis, jadi saya sengaja menyembunyikan pertunangan dari para pemegang saham kecuali Paman Seno karena beliau turut hadir saat itu" Raymond menjelaskan sambil memberi kode agar Alice ikut bicara
"Apa jabatan anda di Spring Garden grup ?" Tanya Reino
"Saya tidak memiliki jabatan disana, karena saya menghandle Spring Garden Home design secara independen" ucap Alice dengan sorot mata tajam
"Hubungan saya dengan presdir tidak akan mengancam perusahaan" ucap Alice tegas
"Anda pantas menjadi pasangan presdir, tegas dan tajam" ucap Reino
"Saya tidak ingin ada pernikahan politik" ucap Alice sambil berdiri menahan amarah
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, saya rasa rapat hari ini selesai dan segera umumkan rencana pernikahan kami melalui humas" ucap Raymond lalu undur diri dari ruang rapat bersama Alice
*
to be continued...