
Disuatu tempat disebuah rumah kawasan kota S seorang wanita muda dengan tinggi badan sekitar 160 cm berambut ikal sebahu sedang make over habis-habisan penampilannya agar terlihat lebih dan lebih menawan. Sarah begitulah nama panggilannya. Perempuan bermuka tebal yang terobsesi dengan Raymond.
Setelah bergelut dengan berbagai macam make-up diatas meja riasnya dia segera melaju untuk memenuhi undangan makan siang yang sangat berharga. Tentu saja itu berharga menurut Sarah.
Selama ini Raymond sang pujaan hati tidak pernah bergeming sedikitpun dengan kehadiran Sarah. Atau apapun yang dilakukannya tidak pernah menarik perhatiannya sama sekali. Lalu hari ini ia berkesempatan untuk makan siang bersama tentu saja ia berfikir bahwa Raymond telah berubah pikiran.
*
Ketika Sarah tiba di SunShine Cafe Resto ia melihat Raymond sedang berjalan memasuki Cafe bersama Alice. Namun Sarah tidak menghiraukannya dan berlari ke arah Raymond dengan riang.
"Ray ! aku merindukanmu" ucap Sarah dengan gembira bergelayut manja
Raymond menunjukkan ekspresi tidak senang dengan tindakan Sarah.
"Sarah tolong lepaskan" ucap Raymond
"Raymond apa ini ?" Tanya Alice spontan karena terkejut
"Tidak... Maaf akan aku jelaskan didalam" ucap Ray menggenggam tangan Alice
Raymond menuntun Alice menuju meja nomor 03 yang terletak tak jauh dari pintu masuk.
Sarah pun tidak menghiraukan Alice dan mengikuti mereka kedalam.
Setelah mereka bertiga duduk satu meja barulah Raymond mencoba menjelaskan pada Alice.
" Alice wanita ini adalah Sarah, dan juga Sarah kau harus tahu bahwa wanita dihadapanku ini adalah Alice calon istriku" ucap Raymond membuka pembicaraan
"Calon apa katamu Ray ?! " Tanya Sarah terkejut setengah gila
"Ohh jadi wanita ini " ucap Alice mengangguk pelan tanda ia mengerti
"Jadi Sarah ini adalah rubah betina itu" ucap Alice dalam hati
"Apa maksudmu *wanita ini* ?" Tanya Sarah dengan sinis pada Alice
"Raymond ingin aku bertemu dengan seseorang dan orang itu kamu Nona Sarah" Alice tersenyum menanggapi tatapan sinis Sarah
"Ohh ya ? Aku terkejut apakah kau tidak tahu aku adalah kekasih Raymond sejak kuliah?" Ucap Sarah
"Aku tidak tahu tapi apa itu penting ?" Tanya Alice
"Apa kau sudah gila ? Tiba-tiba datang dan mengaku bahwa kau calon istrinya ?" Ucap Sarah
"Raymond yang menyampaikannya padamu bukan aku" jawab Alice dengan tenang
"Raymond katakan bahwa kau sedang bercanda denganku cepat katakan..." Ucap Sarah tidak sabaran
"Aku mengundangmu secara khusus untuk memberitahukan kabar baik ini Sarah" ucap Raymond
"Tidak mung~kin " ucap Sarah dengan sorot mata tak percaya
"Kau pasti bercanda ... Aku tahu kau hanya ingin bermain-main dengan wanita ini sebentar kan ? Tapi kau akan kembali lagi padaku Ray ! " Ucap Sarah
"Jaga ucapanmu Sarah" Raymond meninggikan suaranya
"Aku akan segera menikah... Mulai sekarang jangan menemuiku lagi sesuka hatimu. Aku tidak ingin membuat calon istriku khawatir" ucap Raymond
"Aku sudah memesan makanan melalui asisten pribadiku sebelum kita tiba, mari kita nikmati makan siang ini dengan tenang" Raymond mengingatkan bahwa agenda hari ini adalah makan siang
Alice yang terlarut dalam drama ini pun tersadar bahwa ia sudah mulai lapar.
"Apa kau sudah menyiapkannya tanpa memberitahuku?" Tanya Alice pada Raymond
"Jangan khawatir aku sudah memesan sebelum kita sampai" Jawab Raymond
Tok~ Tak~
Tok~ Tak~
Suara langkah kaki pelayan yang menyiapkan hidangan makan siang ke meja nomor 03
"Sirloin steak medium range, selamat menikmati waktu makan siang anda tuan dan nona sekalian" ucap seorang pelayan dengan ramah lalu undur diri
Sarah yang sudah hilang nafsu makan hanya diam tak bergeming. Alih-alih menyentuh makanannya dia malah ingin segera pergi dari tempat itu.
"Aku tidak bisa melanjutkan makan dengan kalian... Aku ada janji dengan client" ucap Sarah lalu meninggalkan mereka berdua
Alice dan Raymond belum sempat mencegahnya pergi namun Sarah sudah hilang dari pandangan mereka. Alice hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap Raymond dengan heran.
"Ada apa Alice?" Tanya Raymond dengan jahil
"Aku hampir gila menghadapi wanita barbar sepertinya" ucap Alice tak berdaya
"Aku harap kau tidak salah paham dengan apa yang dikatakan Sarah barusan" ucap Raymond menatap Alice penuh selidik
"Entahlah~ kenapa kau tega meninggalkan kekasihmu?" Ucap Alice sambil tersenyum
"Dia terlalu banyak menghayal, jangan dipikirkan lagi" ucap Raymond datar
"Aku hanya bertanya bukan memikirkannya" Alice tak mau kalah
"Ha~h ... Dia terobsesi denganku makanya begitu" Raymond menghentikan makan siangnya
Alice terdiam tidak ingin tahu lebih banyak mengenai wanita itu. Karena mereka telah sepakat menikah bukan karena cinta. Lagi pula hubungan masa lalu tidak akan ada kaitannya dengan pernikahan mereka. Alice hanya ingin menerima pernikahan dengan tenang dan tidak mau pusing memikirkan cinta.
*
Teman-teman sekalian yang sempat mampir tinggalkan jejak ya 🙏🙏 saya hanya pemula yang masih belajar 🙏🙏 mohon kritik dan saran supaya lebih baik 😉😉