White Roses

White Roses
Eps 20


Raymond berjalan tergesa-gesa menuju bagian informasi untuk mencari nomor kamar Alice. Moza tidak memberitahu dimana Alice berada dan dirinya pun tidak sempat bertanya pada Moza karena panik.


"Permisi ~ ruangan pasien yang bernama Alice ? " Tanya Raymond dengan nafas tersengal


"Mohon berikan nama lengkapnya pak ?" Tanya sang resepsionis


"Emm~ Alice Jossephine Willbert putri Bapak Abraham Willbert" Ucap Raymond


"Alice Jossephine Willbert pasien kamar nomor 013 bangsal Anggrek, dari sini lurus lalu belok kanan" ucap resepsionis


"Baik terimakasih ! " Ucap Raymond sambil setengah berlari


Raymond mengambil langkah setengah berlari agar segera sampai ketempat Alice. Seolah akal sehatnya hilang ketika mendapat pemberitahuan bahwa Alice dirawat. Baru kali ini ia merasakan takut, iya takut terjadi sesuatu yang buruk pada seseorang yang penting bagi dirinya.


***Tak ! Tak ! Tak ! Tak !


Tak ! Tak ! Tak ! Tak*** !


Suara langkah kaki Raymond


Ceklek !


Pintu kamar terbuka namun Raymond berdiri mematung didepan pintu melihat Alice terbaring di atas tempat tidur. Kemudian perlahan menutup pintu dan berjalan mendekat ke arah Alice terbaring.


Raymond duduk dikursi disamping tempat tidur Alice. Ia mengamati keadaan Alice untuk sesaat. Kemudian ia menghela nafas menyadari bahwa Alice sedang tidur lelap dengan nafas teratur.


"Hemm~ "


"Apa yang terjadi ? Aku mengkhawatirkan dirimu Alice~ " Gumam Raymond dalam keheningan sambil menyentuh tangan Alice dengan lembut agar tidak membangunkannya.


Namun Alice begitu peka dengan kehadiran Raymond, ia berusaha membuka matanya yang terasa berat.


"Emm ~ " Alice bergumam


"Alice ? Dimana yang sakit ? Apa perlu aku panggil dokter ?" Tanya Raymond panik


"Ray~mond ? Sejak kapan ?" Tanya Alice dengan suara serak kareba bangun tidur


"Baru saja~ aku panggil dokter ya sebentar~" ucap Raymond hampir menekan tombol panggilan


"Tidak perlu Ray~ aku baik-baik saja" ucap Alice sembari bangun dan duduk diatas ranjang


"Apa yang terjadi ? Aku ingin mendengar penjelasan darimu Alice ~" Tanya Raymond sambil menatap Alice


"Emm~ aku mempercepat jadwal dan butuh istirahat selama beberapa hari" Alice berkata dengan tenang


"Apa terjadi sesuatu sampai kamu bisa dibawa kesini ?" Tanya Raymond lagi


"Emm~ aku merasakan pusing dikepala dan sekelilingku bergoyang..." Alice menjawab dengan ragu


"Apa kau jatuh pingsan ?" Tanya Raymond dengan tatapan tajam


"Emm~ sepertinya iya " ucap Alice sambil mengalihkan pandangannya dari Raymond


"Ray~ aku bukan anak kecil" Alice mencoba mengelak


"Jawab aku Alice Jossephine Willbert~" Raymond menyebutkan nama lengkap Alice dengan tajam


"Aku makan siang bersama Moza jika kau tak percaya tanyakan padanya~" Alice memberikan jawabannya


"Apa yang kau makan ?"


"Aku sempat makan salad buah dan minum yogurt iya benar aku makan" ucap Alice mencoba membela diri


"Bagus sekali Alice~ Kau sebut itu makan siang ? Lain kali aku tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi" ucap Raymond dengan tegas.


"Maafkan aku~ kali ini aku benar-benar ceroboh" ucap Alice lirih


"Aku yang ceroboh membiarkanmu pergi sebelum makan" ucap Raymond sambil memeluk Alice dengan lembut


"Maafkan kecerobohanku~ aku bahkan tidak menjaga mu dengan baik" gumam Raymond


"Ray ~ aku baik-baik saja~ " Alice mencoba menegaskan kembali kondisinya


"Aku bahkan menyuruhmu datang tanpa peduli apa yang sedang kau kerjakan, maaf ~ " Raymond meminta maaf


Alice melepas pelukan Raymond


"Ray ! Lihat aku !" Ucap Alice sambil menatap Raymond tajam


"Aku hanya sedikit kelelahan~ dengan istirahat aku akan kembali pulih itu saja, okay ?" Tegas Alice


"Aku takut terjadi sesuatu yang buruk Alice" gumam Raymond


"Kedepannya aku akan menjaga diri dengan baik~ jangan khawatir" ucap Alice menenangkan Raymond


"Aku ingin kau baik-baik saja jangan sakit lagi" ucap Raymond dengan tulus


"Emm~ aku juga ingin begitu" ucap Alice mengangguk


Untuk sejenak Alice dan Raymond terdiam dalam keheningan malam. Merasa kacau dengan pikirannya masing-masing.


"Tidurlah~ kau harus istirahat dengan baik" ucap Raymond memecah keheningan


"Tapi ~ "


"Aku akan menemanimu jangan bicara lagi" ucap Raymond sambil mengusp kepala Alice dengan lembut.


Awalnya Alice merasa kurang nyaman dengan keberadaan Raymond. Ia takut akan menunjukkan wajah kacaunya saat tidur. Namun akhirnya Alice terlelap perlahan dan teratur.


Raymond yang mencoba terjaga sekuat tenaga pun akhirnya tertidur dengan bersandar dikursi. Terlihat jelas kelelahan di wajahnya yang tampan.


*


to be continued...