White Roses

White Roses
Eps 2


Keesokan harinya di kantor Raymond


"Boss ku dengar kau menyetujui perjodohan itu? " Tanya Andra sang sekretaris sekaligus sahabat presdir.


"Benar perjodohan yang sempurna" jawab Ray


"Apa dia cantik?" Tanya Andra lagi


"Bukan hanya cantik" jawab Ray sambil melihat laporan dari sekretarisnya itu.


"Lebih cantik dari Nona Sarah ?" Tanyanya lagi


"Jangan bandingkan Alice dengan rubah itu, besok aku akan temui dia membawa Alice. Lanjutkan pekerjaanmu." Jawab Ray dengan kesal


"Baik boss !" Jawab Andra dengan lantang sambil meninggalkan ruangan Raymond


*


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11:30 waktunya makan siang.


Raymond mengambil ponselnya dan berniat menghubungi Alice mengenai pertemuan besok siang. Beberapa saat ia hanya memandangi layar ponselnya sambil tersenyum, lalu segera menekan tombol call. Selang beberapa detik panggilannya tersambung dengan Alice yang berada diseberang.


"Halo.." suara Alice terdengar


"Ini aku .. besok jam 1 siang akan ku jemput ke kantor" ucap Ray tanpa basa-basi


"Ba ..." Ucapan Alice terpotong dan sekretarisnya masuk ke ruangan sambil berbicara panjang seperti kereta api


"Permisi Nona Alice jadwal meeting tahunan akan dilaksanan besok setelah jam makan siang persiapannya sudah hampir selesai apa ada yang perlu direvisi ulang ?"


"Maaf tolong tunggu sebentar .." ucap Alice pada Ray lalu berbicara pada sekretarisnya


"Jika bisa ajukan jadwal meeting tahunan hari ini " ucap Alice


"Tapi para penanam modal belum tentu bisa hadir hari ini" jawab Moza sang sekretaris


"Revisi ulang beberapa laporan dan hubungi penanam modal meeting ditunda sampai lusa" jawab Alice dengan tenang lalu memberi kode agar Moza segera meninggalkan ruangannya.


"Halo ... Maaf barusan ada sedikit hal yang harus aku urus" ucap Alice


"Jadi ? Meeting tahunan ditunda demi aku?" Ucap Raymond dengan suara menggoda


" Aku harus kooperatif dengan calon suamiku bukan ?" Jawab Alice dengan sedikit tertawa


"Emm... Aku harus bayar mahal atas keputusan yang kau ambil barusan calon istriku" ucap Ray dengan senyum licik


"Baiklah aku akan lihat besok apakah ini sebanding dengan jadwalku yang rela aku cancel" jawab Alice


"Jangan lupa besok bersikaplah seperti pasangan kekasih pada umumnya Alice" ucap Ray menggoda Alice


"Ah jangan menggodaku presdir aku akan berperan sa~ngat baik besok sampai jumpa" ucap Alice lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


Raymond hanya tersenyum mendengar ucapan Alice barusan, lalu ia bergegas untuk makan siang sebelum waktunya akan benar-benar habis karena memikirkan Alice.


*


Kediaman Alice dimalam hari


Makan malam telah siap namun Alice masih tak kunjung turun dari kamarnya. Abraham dan Michelle masih setia menunggu putrinya sambil sesekali berbincang. Beberapa saat kemudian Alice turun ke ruang makan dengan langkah malas. Michelle yang melihat perilaku putrinya itu menegur dengan lembut.


"Alice cepat sayang ... Papa udah nungguin dari tadi loh ini"


"Iyaa ma ... Maaf Alice lagi nyiapin kostum buat besok" jawab Alice sekenanya.


"Ohh yaa besok meetingnya jam berapa Alice ? Papa belum mendapat konfirmasi dari sekretaris kamu" ucap Abraham


"Meeting tahunan diundur sampai lusa pa ... Alice ada urusan mendadak" jawab Alice menjelaskan


"Itu pa .. Alice ada kepentingan dan ada beberapa laporan yang harus direvisi ulang gitu" Alice membuat alasan


"Begitu rupanya ... Tapi kamu belum jawab loh punya kepentingan apa ?" Tanya Abraham lagi sambil mengamati ekspresi wajah putrinya


"Maa tolongin Alice dong ..." Alice merajuk pada mamanya agar lepas dari pertanyaan papanya itu.


"Mama juga pingin tahu alasannya loh... Kenapa nggak jelasin aja ada apa sampai cancel schedule meeting?" Tanya Michelle penasaran


~Tring~~


Tiriring~


Ponsel Abraham berbunyi ditengah-tengah acara makan malam keluarga.


"Angkat dulu pa siapa tau penting" ucap Alice dengan serius sambil menghela nafas lega


Abraham pun mengangkat teleponnya.


"Selamat malam om, ini saya Raymond"


"Iya ya ... Selamat malam nak Ray"


"Saya minta maaf mengganggu waktu istirahat Om Abraham karena ada hal yang ingin saya bicarakan sekarang"


"Ada apa nak Ray?"


"Begini om .. saya ingin meminta izin"


"Izin untuk apa nak Ray?"


"Besok saya ingin membawa Alice makan siang om"


"Jadi begitu .." Abraham mengangguk tanda mengerti


"Iya om ... Rencananya saya juga ingin memilih gaun untuk Alice"


"Baiklah om setuju dan juga om mengizinkan kalian pergi bersama"


"Saya minta maaf karena Alice harus cancel jadwal penting om ... Tapi saya juga berterimakasih"


"Jangan khawatir kalian juga harus menyiapkan banyak hal mulai dari sekarang, soal perusahaan jangan khawatir om bisa mengurus sisanya"


"Sekali lagi terimakasih om dan selamat menikmati waktu istirahatnya om" ucap Ray seraya mengakhiri panggilan teleponnya.


Abraham berjalan menuju meja makan dengan wajah senang yang tak.bisa disembunyikan. Sementara Alice berusaha mencari-cari alasan untuk acara besok agar tidak dicurigai oleh papa dan mamanya.


"Ray barusan yang menghubungi papa" ucap Abraham meskipun belum ada satupun yang bertanya.


"Nak Ray ? Memangnya kenapa pa?" Tanya Michelle


"Minta izin mau kencan sama Alice katanya" jawab Abraham


"Hah ? Kencan apaan ?" Tanya Alice sambil melotot tak percaya


"Manuver yang bagus.. calon menantu mama bergerak cepat rupanya" ucap Michelle sambil menatap Alice dengan tujuan menggoda pitrinya.


"Mama ... " Alice merajuk


Abraham dan Michelle pun tertawa renyah menanggapi putrinya merajuk.


**


to be continued...