Please, Look At Me

Please, Look At Me
Titip rindu untuk Ayah.


Update lagi guys....


Baca chapture ini sambil dengerin mulmed di atas ya.


Jangan lupa vote dan komen.


Bantu ramaikan setiap paragraf.


Jangan jadi sider berkepanjangan.


Share cerita ini ke teman, sahabat, pacar, saudara, keluarga, dll.


And...


Happy Reading guys....


___PLAM___


"Satu harapanku bersamamu, yaitu tertidur dalam dekapanmu, Ayah."


___PLAM___


Seminggu sudah Andrhea mendekam di balik jeruji penjara. Selama itu pula kondisi tubuh Andrhea semakin menurun. Kurus, kusam, pucat, dan tak berdaya. Itulah gambaran dari tubuh Andrhea yang sekarang ini sedang meringkuk kedinginan di lantai penjara.


Napas yang tersendat-sendat, sesekali batuk keras. Membuat keadaan Andrhea semakin mengenaskan. Bayangan kenyataan membuatnya menjadi seperti orang gila. Ditambah dengan penyakit sialnya yang belum sama sekali melakukan check up. Ia hanya berharap jika ia meninggal, didekap penuh kasih sayang dan ia ingin bertemu ibu kandungnya. Walaupun nyatanya ia anak yang tak diinginkan.


Tuhan, aku lelah. Bolehkan aku tertidur dalam pangkuan-MU. Jangan tolak diriku sepertinya, hanya karena aku anak yang tak diinginkannya.


"Saudari Andrhea, ada orang yang mengunjungimu," panggil sipir penjara.


Bukannya bangkit untuk menghampiri, Andrhea hanya mengerjap dengan mata mendongak ke atas langit-langit atap.


"Andrhea, silakan keluar!"


Tidak ada perubahan sama sekali. Hanya gerakan tangan lemah yang menyambut perintah dari sipir penjara.


"Biar saya saja yang masuk ke dalam, Pak. Boleh, kan?" tanya seseorang.


Sipir penjara itu mengangguk. "Silahkan, waktunya hanya satu jam dari sekarang."


Suara ketukan perpaduan lantai dengan sepatu begitu nyaring memasuki gendang telinga Andrhea.


"Andrhea," panggil orang itu serak. "Andrhea, sayang," panggilnya kembali. Namun, ia tak bisa menahan isak tangisnya lagi.


"Kenapa kamu yang menanggung perbuatan mereka. Dulu, ibumu berada dalam kondisi yang sama sepertimu. Apakah harus terulang kembali kisah masa lalu yang kelam itu," tuturnya sesekali terisak.


"Om, jika aku tak lahir. Apa semua ini tidak akan terjadi?" lirih Andrhea bergetar. "Aku salut pada Ibu. Sudah mempertahankan dosanya untuk dibesarkan. Meskipun aku tak diinginkan siapapun."


"Aku pengen, deh. Tidur di pelukan Ayah, tapi aku nggak tahu siapa Ayahku. Apa nunggu aku tertidur dulu di pangkuan Tuhan, baru bisa di peluk Ayah."


"Hei, masih ada Om. Kamu boleh peluk Om, terus bayangin kalau ini Ayah kamu," hibur orang itu.


"Hehehe... Tetap saja, pelukannya tak sehangat orang tua kandung. Walaupun aku tak pernah merasakannya."


Semakin erat genggaman tangan orang itu, maka semakin jelas kekosongan di dalam hati Andrhea. "Pokoknya setelah keluar dari sini, kamu harus mau melakukan kemoterapi. Biar Om membiayai."


Terlepas lah sudah genggaman itu. "Sudah terlambat, Om. Tak ada yang perlu diselamatkan. Hatiku sudah mati dan ragaku akan menyusulnya," ucap Andrhea lemah.


Mendadak oksigen yang Andrhea hirup semakin menipis. Ia terbatuk hebat, hingga keluar darah dari mulutnya. Telinganya berdengung saat orang itu memanggil namanya.


"Andrhea, kamu dengar Om, kan?" panggil orang itu.


"Andrhea, buka mata kamu. Jangan pejamkan!"


"PAK TOLONG!!!"


Pandangannya pun buram, tetapi ia masih melihat bahwa orang itu berlari memanggil petugas untuk menolongnya. Tetapi, itu sudah terlambat. Andrhea, tertidur dengan nyenyak. Bersama darah yang mengalir dari lubang hidungnya.


"ANDRHEAAAA!!!"


Tuhan, inikah saatnya? Aku belum pernah bertemu dengannya. Apakah ini takdir yang Engkau tulis. Kenapa begitu menyiksa diriku. Aku belum merasakan dekapannya. Apalagi melihat wajahnya. Apakah benar ini memang takdirku, Tuhan?


Jika, memang benar. Tolong aku, Tuhan. Sampaikan rinduku untuk Ayah. Bilang kepadanya, aku berterima kasih sudah membuatku ada di bumi kejam ini. Aku sayang Ayah.


TBC.


Yuhu....


Satu kata buat chapture ini?


Tebak-tebakan guys...


1). Kira-kira siapa yang ngunjungin Andrhea?


2). Andrhea masih hidup atau mati nggak ya?


3). Atau Andrhea bakalan ketemu Ayah sama ibu kandungnya?


Next?


Salam manis❤


_Salbiyah_