Please, Look At Me

Please, Look At Me
Dengan Rasa yang Sama


“Kemarin aku kalah dengan rasa bencimu. Namun, saat ini aku bangkit dengan rasa yang sama. Yaitu, mencintaimu.”


_Andrhea Alexis Sanchez_


___o0o___


“Kan gue udah bilang kalau jatuh cinta itu menimbulkan luka hati. Lo juga salah pacaran sama si brengsek itu. Emang gue kurang apa, sih, sampai lo nggak ngelirik ke gue? Padahal kita udah saling kenal dari zaman zigot-zigot di perut.”


Tidak ada sahutan sama sekali dari lawan bicaranya. Banyu menghela napasnya kasar saat melihat sahabat perempuan satu-satunya termenung menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong. Jujur kalau ia kecewa sekali dengan sahabat satunya itu, tetapi rasa khawatir lebih mendalam saat melihat kondisi sahabatnya hancur dan lebih parah lagi ia menemukannya ditengah hujan dalam keadaan basah kuyup.


“”Nyu, kenapa gue nggak bisa bahagia sedikitpun. Hidup gue selalu dicerca sana-sini dan orang tua gue nggak anggap gue ada sama sekalipun.”


Kalimat terpanjang dari Andrhea hari ini mampu membuat Banyu miris mendengarnya. “Kan, masih ada gue dan dua curut kita. Lo nggak usah mikir yang aneh-aneh, deh. Roda kehidupan itu berputar. Yang bahagia bisa aja dapat musibah setelahnya, yang miskin bisa jadi kaya, dan masih banyak lagi. Jangan takut sendiri, karena masih ada kita bertiga yang siap jadi tameng lo.”


Andrhea terkekeh sinis mendengarnya. Lalu, ia mengubah posisi menjadi miring mengahadap ke Banyu.


“Sama halnya yang baru aja lo katakan. Roda kehidupan itu berputar, sama kayak kehidupan kita berempat. Nanti lo bakalan nikah, terus istri dan anak lo mau kemanain? Kehidupan lo nggak selalu tentang gue. Ikatan yang sakral pun mampu hancur sama halnya dengan orang tua gue. Apalagi dengan persahabatan ini.”


Tersenyum walaupun kata-kata Andrhea cukup menyayat hatinya. Banyu mengulurkan tangannya mengecek suhu Andrhea, lalu mencondongkan tubuhnya hingga ia dapat merasakan napas hangat dari Andrhea. Ia selami mata Andrhea mencari sumber masalah dari semua ini, namun hanya kekosongan yang ada di sana.


"Kuncinya hanya sebuah kepercayaan,Andrhea. Suatu hubungan akan berjalan baik ketika sebuah kepercayaan saling menggandeng erat." Banyu menjeda ucapannya,lalu ia membenarkan letak rambut Andrhea dengan rapih.


"Mari kita satukan kepercayaankita. Ingat Andrhea! Masih ada kita untuk lo bersandar menceritakan keluh-kesah lo. Anggap kita sebagai rumah kedua lo dan anggap kita lebih dari sahabat. Kita saudara Andrhea, tapi berbeda darah."


Mata Andrheaterpejam bersama jatuhnya air mata di pipinya. Ia semakin terisak saat Banyu mencium keningnya dengan lembut. Hatinya bergetar saat mendengar bisikkan dari Banyu.


"Udah selesai acara nangisnya?"


Pertanyaan sarkas membuat Andrheadan Banyu menoleh ke sumber suara. Di dekat jendela, Arsen berdiri dengan membawa kantong plastik makanan dan juga obat.


Berjalan dengan gaya angkuhnya. Arsen menarik tubuh Banyu menjauhi Andrhea, lalu satu pukulan melayang di wajah Banyu.


"Ingat batasan lo sebagai teman!" desis Arsen mengancam Banyu.


 


Warning untuk kalian!!!


 


Ceritanya sudah pindah lapak ke aplikasi ******* dengan judul yang sama yaitu, Please Look Atau Mereka


dan nama pena Salbiyah Nurrohmah.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan di sana berupa review, subscribe, dan Star vote.


Sampai berjumpa di aplikasi ******* guys.