
MY FIRST AND ENDING LOVE
PART 9
Hari berganti hari dan terus berlanjut hingga tak terasa Nur, Dian dan Tari akhirnya sudah berhasil menyelesaikan SMA mereka lalu mereka mendaftar ke perguruan tinggi dengan jalur SNMPTN dan ke tiganya lulus di Universitas yang sama dan di fakultas yang sama hanya beda prodi.
Nur prodi Manajemen bisnis, Dian prodi Akuntansi dan Tari prodi Akuntansi bisnis. Walaupun prodi mereka beda tapi mereka selalu bersama jika pas mata kuliah mereka ada yang sama sama kosong.
Dan terkadang mereka pulang bersama ke Asrama Mahasiswa karena mereka merantau dari Kalimantan ke Ibu Kota Jakarta. Dan mereka 1 kamar karena berasal dari daerah yang sama. Waktu pun berlalu tak terasa mereka sudah masuk ke semester ke tiga di universitas itu. Hingga suatu hari di saat Nur dan Tari pergi ke mushola.
“ Sudah selesai belum solatnya Tari.” Kata Nur.
“ Sudah Nur.” Jawab Tari.
“ Ayo kita pulang.” Kata Nur kebetulan mereka tidak ada mata kuliah lagi.
“ Eh tidak menunggu Dian.” Tanya Tari ke Nur.
“ Tadi Dian sms aku katanya Dia sampai sore ada kelas tambahan.” Kata Nur menjelaskan.
“ Ya sudah ayo kita pulang Nur. Nur tunggu bentar deh. Lihat tu cowok kayaknya tak pernah lihat di fakultas kita.” Kata Tari tiba tiba berhenti.
“ Yang mana Tari.” Kata Nur lagi.
“ Itu loh yang duduk di batas suci mushola memakai sepatu tu.” Kata Tari lagi sambil menunjuk ke arah cowok tersebut.
Nur pun menoleh ke arah itu dan terkejut dan sedikit bingung melihat cowok tersebut hatinya berdegup kencang ada rasa penasaran di dalam dadanya tapi apa mungkin dia yang selama ini Nur nanti tapi dia belum pasti di saat Nur terus memperhatikan laki laki tersebut tiba tiba laki itu juga melihat Nur mata mereka menyatu sepasang mata elang bertemu sepasang mata sendu burung pipit yang lembut.
“ Astafirullahula’ lajim.” Ucap Nur lansung mengalihkan pandangannya.
Tari yang melihat kejadian itu lansung tersenyum senyum dan berkata sambil mengolok Nur.
“ Kenapa Nur, tadi katanya tidak melihat tapi sekali melihat tak berkedip kedip, tapi di pikir pikir tu cowok ganteng kebanyakan ya. Andaikan nanti suamiku seperti dia.” Kata Tari menghayal.
“ Sudah Tari ini kapan nyampainya ke Asrama kalau kita ngobrol terus.” Kata Nur sambil menyeret tangan Tari.
Mereka pun berjalan kaki sekitar 500 Meter dari kampus ke Asrama. Sampai di asrama mereka lansung menuju kamar dan mereka kembali berbincang bincang.
“ Nur kenapa kamu tadi terlena sekali melihat tu cowok.” Tanya Tari.
“ Tidak kok Tari perasaanmu kali.” Elak Nur.
“ Hallo bebeb ku sayang aku bukan kemarin kenal kamu kita sudah kenal 4 tahun 6 bulan 5 hari dan 7 jam.” Kata Tari lagi.
“ Ya Allah Tari yang benar kamu hitung harinya sampai segitunya.” Kata Nur heran.
“ Iya iya aku cerita. 7 tahun lalu waktu aku kelas 6 SD aku bertemu seorang cowok namanya Eko. Itu cowok suka sama aku tapi selalu aku tolak karena aku di ancam sama teman satu kelas aku lalu di saat dia nyatakan cintanya depan teman satu kelas.” Jelas Nur lalu terputus karena teriak Tari.
“ Whaaaaatttt sekelas beb. Sumpah ni cowok Gentelman benar.” Kata Tari.
“ Lah kamu tari aku belum selesai ngomong sudah di putus.” Kata Nur menegur Tari.
“ Maaf Nur riflek.” Jawab Tari sambil terkekeh.
“ Lalu aku tolak cintanya dan lalu aku tampar pipinya.” Kata Nur terpotong lagi.
“ Whaaaatttttt loh tolak dan kamu tampar lagi.” Potong Tari lagi.
“ Tari aku belum selesai cerita jangan di potong. Lalu aku lari nangis deh beberapa hari kemudian dia ngajak aku ngobrol pribadi lagi dan ku tolak lagi akhirnya pas selesai ujian niatnya mau minta maaf dan baikkan tau tau nya dia harus di jemput mama nya.” Kata Nur.
“ Habis tu apa yang terjadi Nur.” Tanya Tari sambil memeluk boneka panda kesukaannya.
“ Pas perpisahan dia tidak datang lalu dua teman akrabnya Sabar dan Bagus memberikan sebuah amplop yang cukup besar kepadaku kata mereka itu dari Eko.” Jelas Nur lagi.
“ Lalu lau apa isinya.” Tanya Tari penasaran.
“ Ada surat dan sebuah liontin berbentuk Love yang terukir nama kami berdua Eko❤Nur.” Cerita Nur semua.
“ Lalu sekarang kamu tau dia di mana.” Tanya Tari lagi.
“ Setauku waktu itu di dalam surat dan kata teman teman dia pindah ke New York, Amerika sana. Dan sampai sekarang belum tau kembali atau tidak.
“ Jadi cowok tadi itu dia.” Kata Tari lagi.
“ Aku tidak yakin Tari ini sudah 7 tahun pasti sekarang umurnya sudah 20 Tahun waktu itu umurnya baru 13 tahun pasti banyak berubah.” Kata Nur menjelaskan.
“ Iya sih. Tapi kalau itu benar benar dia.” Tanya Tari lagi.
“ Jika itu benar benar dia aku pasti gembira karena dia menepati janjinya akan kembali kepadaku dan aku berharap dia tak pergi lagi.” Kata Nur lagi.
Mereka pun terdiam dan berlalu di dalam lamunan.
“ Eko jika itu benar benar kamu tolong jangan pergi temui aku sungguh aku merindukanmu tapi aku tau kalau jodoh itu sudah di suratkan sejak dalam kandungan. Tapi wajah itu terasa tidak asing aku rasanya pernah melihatnya di suatu tempat tapi di mana ya.” Di dalam benak Nur berpikir.
Pov Eko
“ Akhirnya aku kembali si cebol kecilku. Dan aku pasti akan menemukanmu. Aku tak akan melepaskanmu kali ini.”