MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Memaafkanmu


MY FIRST AND ENDING LOVE


PART 21


Malam Hari di Restoran Seafood


“Dian, Tari katanya restoran ini lagi viral, tapi kenapa sepi dan gelap seperti ini?” Tanya Nur.


“Mana kita tahu Nur, sedangkan kita juga baru kesini.” Jawab Tari berbohong.


“Iyalah Nur, masa kamu tidak tahu.” Jawab Dian pula.


“Iya sih, aku lupa.” Kata Nur.


“Ting” bunyi SMS di Hp dian.


“Dian, ajak Tari ke toilet biarkan Nur berjalan tepat di tengah garis yang telah kami siapkan.” Kata Bagus di dalam pesannya.


Dian pun menarik tangan Tari.


“Tari, ayo ikut aku ke toilet.” Kata Dian.


“Baru sampai sudah mau ke toilet yang benar saja kamu Dian.” Kata Tari.


Dian lalu mencubit pinggang Tari.


“Aww, kenapa kamu mencubit aku?” Tanya Tari.


“Habis kamu tidak mengerti, aku kan jadi kesal. Bagus SMS kasi kode, ayo cepat.” Kata Dian berbisik pada Tari.


“Kalian kenapa kok bisik-bisik begitu.” Kata Nur.


“Tidak Nur, ini Dian katanya mau ke toilet.” Jawab Tari.


“Ya sudah pergi sana aku tunggu di sini.” Kata Nur.


“Tunggu Nur. Kemari kamu tunggu kami tepat di tengah ruangan ini liat ada garis itu kamu tunggu di sana ya supaya nanti kami tidak susah mencari.” Kata Dian.


“Loh kenapa harus di sana?” Tanya Nur.


“Tunggu saja di sana ya Nur jangan ke mana-mana.” Kata Tari langsung menarik tangan Dian.


“Iya-iya baiklah aku tunggu. Jangan lama-lama aku takut gelap.” Kata Nur.


“Siap bos.” Kata Tari dan Dian serentak.


Tari dan Dian pun langsung menuju lokasi Bagus, Sabar, dan tim lainnya.


“Gus, Nur sudah tepat di lokasi sasaran.” Kata Dian.


“Baiklah kita tunggu kode dari Eko. Dia sedang menuju lokasi Nur.” Kata Bagus.


Lalu Eko pun mengirim pesan singkat ke Sabar.


“Siap Bar, perintahkan semuanya.” Kata Eko.


Semua tim pun bergegas ke tempat tugasnya masing-masing, sedangkan Dian, Tari, Bagus dan Sabar menyaksikan dari lantai 2 restoran.


Di sisi lain Nur berdiri tepat di tengah lokasi yang di siapkan tiba-tiba dia mendengar suara sepatu mendekat.


“Siapa itu?” Tanya Nur ketakutan.


Tiba-tiba cahaya lampu menyorot tepat ke arahnya berdiri, di sertai lampu-lampu berkelip-kelip berwarna-warni menghiasi ruangan itu. Lalu Nur merasakan ada sesuatu yang jatuh mengenai tubuhnya ternyata dari atas kelopak bunga mawar merah dan putih menjatuhi Nur. Nur pun takjub dan tersenyum melihat keindahan yang didapatkannya itu.


Lalu di saat Nur tersenyum gembira. Di depannya hidup lampu lagi yang bertulis “ I’m Sorry”.


Dan di depannya berdiri Eko sambil membawa bunga dan menatap Nur. Nur pun melihat Eko berdiri di situ, lalu Eko pun mendekati Nur yang masih berdiri di tengah.


Dan tepat Eko di tengah garis dan memberikan bunga mawar yang dibawanya kepada Nur. Nur pun mengambil bunga itu sambil tersipu malu. Akhirnya lampu terakhir pun di hidup kan.


Betapa terkejutnya Nur ternyata garis yang Nur lewati adalah gambar hati yang di bentuk dengan bunga mawar merah. Dan lebih terkejutnya lagi Nur ternyata dia dan Eko berada di tengah-tengah gambar hati itu. Lalu dari atas para tim termasuk kedua teman mereka menjatuhkan bunga sakura langsung ke tubuh mereka berdua.


“Eko.” Kata Nur sambil memandang wajah Eko.


“Iya Nur, si cebol kecilku.” Kata Eko menggoda Nur.


“Ih kamu menjengkelkan, masih panggil aku dengan nama itu.” Kata Nur merajuk pada Eko.


“Iya-iya aku minta maaf, sekarang tidak marah lagi kan.” Kata Eko.


“Siapa bilang, aku masih marahlah habis siapa dulu berjanji dua purnama pergi, jadi ini dua purnama di New York, setara 7 tahun di Indonesia.” Kata Nur.


“Iya aku salah. Kamu boleh menghukumku apa pun, tapi sebelum kamu menghukumku aku ingin memberikan kamu sesuatu.” Kata Eko.


“Baiklah aku akan menghukummu, janjikan apa pun yang aku inginkan akan kamu turuti.” Kata Nur.


“Iya, dan ini hadiah kecil buat kamu.” Kata Eko sambil mengeluarkan kado kecil dari sakunya.


“Ini buat aku.” Tanya Nur.


“Iya silakan buka.” Kata Eko.


Nur pun membuka kado itu. Dan ternyata isinya membuat semua orang yang melihatnya takjub.


“Eko ini kan liontin yang ada di foto waktu seminar.” Kata Nur.


“Iya, memang kenapa ada masalah?” Tanya Eko.


“Tapi Eko apa ini tidak terlalu berlebihan secara liontin ini seharga sebuah rumah mewah di Jakarta ini.” Kata Nur.


“Memang benar tapi itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku berikan padamu selama ini.” Kata Eko.


“Terima kasih.” Kata Nur.


“Iya, sama-sama. Sekarang apa hukumannya untukku?” Tanya Eko.


“Baiklah. Hukumannya adalah.............”