
MY FIRST AND ENDING LOVE
PART 8
Pov Nur
“ Kliiiikkk” suara kotak itu berbunyi dan terbuka. Aku membuka kotak peninggalan ibu dan di saat aku melihat isinya begitu banyak foto foto kenangan ibu dan ayah dan ada sebuah foto yang membuat aku penasaran foto itu terdapat 6 orang di sisi kanan ada foto sepasang suami istri yang menggendong bayi perempuan berumur sekitar 6 bulan dan di sisi kiri ada sepasang suami istri yang di antara mereka seorang anak laki laki berusia 4 tahun. Aku berpikir sejenak mungkin ini foto hanya kenangan ibu ayah dan temannya. Dan ku lihat lagi ke bawah ada sebuah foto laki laki tua berumur 60an aku yakin ini foto kakek. Setelah melihat lihat aku letakkan foto itu ke dalam kotak itu kembali.
Setelah kepergiaan ibu aku memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah tapi paman melarang sehingga aku pun tinggal di rumahnya. Tapi aku tak ingin identitasku terbongkar jadi aki sekolah seperti biasanya menggunakan sepeda buntutku hanya Dian seorang yang tau tentang aku.
“ Nur kamu tidak apa apa, apa kamu sudah mendingan?” Tanya Dian kepadaku.
“ Iya aku tidak apa apa, tidak baik terus berlarut dalam kesedihankan.” Kataku mencoba tabah.
Dian adalah satu satunya sahabat yang aku punya yang selalu ada untukku. Hari berganti hari tak terasa bulan berganti bulan akhirnya kami lulus dari SMP. Dan kami pun melanjutkan ke SMA yang sama dengan Dian dan juga di terima di jurusan yang sama yaitu Jurusan IPS.
Pada suatu hari kami mengadakan MOP ( Masa Oriantasi Pramuka ). Kami berdua pun mengikuti acara tersebut dan pada malam hari setelah api unggun kami bubar dan di saat aku ingin kembali ke tenda seseorang memanggilku.
“ Hey.” Kata orang tersebut memanggilku.
“ Iya kak, ada yang bisa saya bantu.” Tanyaku.
“ Iya kak, aku minta tolong temanin ke toilet ya. Soalnya aku takut sendiri.” Katanya.
“ Baiklah ayo kita pergi.” Kataku.
“ Terima kasih ya.” Katanya.
Kami pun menuju toilet yang cukup jauh dari lokasi tenda dan dia pun lansung masuk ke dalam toilet cukup lama sekitar 5 menit dia di dalam aku menunggunya di luar toilet. Hingga akhirnya dia selesai dan kami pun kembali ke lokasi tenda. Kami ngobrol sambil berjalan.
“ Nama kamu siapa aku Lestari.” Katanya kepadaku memperkenalkan dirinya.
“ Aku Nur Azzahra Fatimah.” Kataku sambil menjabat tangannya.
“ Salam kenal ya.” Katanya.
“ Iya. Sudah dulu ya aku ke tenda dulu.” Kataku menuju tendaku.
Belum sampai aku ke tenda tiba tiba kami di panggil kakak pembina dan tenda kami di acak agar bisa berbaur dengan yang lain.
“ Baiklah sekarang ambil kertas di dalam terdapat nomor 1 sampai 9 karena kita ada sembilan regu dan masing masing regu terdiri 3 orang di dalam tenda. Nanti bagi nomornya sama berarti kalian 1 tenda dan tak boleh ada protes. Dan setiap tenda sudah di beri nomor sesuai angka 1 sampai 9 silahkan kalian menyesuaikan dengan nomor yang ada. Mengerti..!!” Kata kakak pembina kepada kami.
Kami pun mengambil masing masing nomor di dalam toples dengan teratur dan tak di sangka aku satu tenda lagi dengan Dian walaupun sempat pisah grup tapi akhirnya bisa satu tenda. Tapi kami tidak tahu siapa teman satu tenda kami lalu kami pun masuj terlebih dahulu ke dalam tenda dan di saat kami sedang asik ngobrol tiba tiba ada orang yang datang sambil membawa barang barangnya.
“ Assalammu’alaikum.” Kata orang itu.
“ Wa’alaikumsalam, silahkan masuk.” Jawab kami berdua.
Dia pun masuk dan betapa terkejutnya aku ternyata dia.
“ Lestari.” Kataku.
“ Kau kenal Nur.” Kata Dian.
“ Iya ini orang yang tadi aku ceritain Dian yang ketakukan mau pergi ke toilet.” Kataku sambil tawa tawa.
“ Iya maaf ya tadi aku merepotkan kamu Nur.” Kata Tari.
“ Santai aja kali Tari, itu hanya hal kecil.” Kataku.
“ Tidak itu berarti buat ku karena dari tadi aku cari orang untuk temenin aku tapi tak ada yang mau sampai aku beranikan diri mengajak kamu.” Jelas Tari ke kami.
“ Tidak masalah Tari kapan kapan kamu minta tolong boleh kok.” Kataku lagi.
“ Iya Tari jangan sungkan sama kami.” Jawab Dian lagi.
“ Terima kasih Nur, eh lupa ini siapa Nur dari tadi kita ngobrol tapi tidak di perkenalkan.” Kata Tari.
“ Oh iya lupa kami.” Jawabku dan Dian lansung tertawa.
“ Kenalin aku Dian Pertiwi temannya Nur dari SMP.” Kata Dian.
“ Salam kenal Dian aku Lestari.” Katanya sambil mereka berjabat tangan.
Kami bertiga lalu bercerita cerita di dalam tenda dan saat asik asiknya ketawa tawa tiba tiba kami di kejutkan oleh suara.
“ Kalian bertiga kapan mau tidur mau kami hukum.” Kata salah satu kakak panitia.
Kami pun bergegas mengambil selimut dan lalnsung tidur dan terbawa di alam mimpi. Dan di sinilah awal kisah persahabatan kami sampai akhirnya kami di bilang 3 serangkai oleh teman teman seangkatan sekolah karena kemana mana selalu bertiga. Termasuk ke mushola sekolah buat solat, ke kantin, perpustakaan dan banyak lagi tempat. Mereka adalah sahabat terbaikku yang selalu mengajakku dalam kebaikkan hingga suatu hari kami bertiga memutuskan untuk berhijrah dan sama sama mengenakan hijab. Semiga persahabtan kami hingga bisa saling melindungi dan membawa kami ke syurga nanti.