MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Pesona


MY FIRST AND ENDING LOVE


PART 12


Ruang Kepala Rektor


“Tuan muda selamat datang.” Sambut Kepala Rektor.


“Iya terima kasih. Bagaimana apakah tugas yang saya pinta sudah kamu selesaikan?” Tanya Eko.


“Jangan kuatir tuan, saya sudah menyiapkan semua yang tuan pinta. Termasuk memasukkan ketiga teman tuan muda ke prodi yang tuan minta.” Jawab Kepala Rektor.


“Baguslah. Sampai ketemu besok di acara seminar.” Kata Eko.


“Baik tuan muda.” Kata Kepala Rektor.


Flashback 2 hari sebelum kembali ke Indonesia


“Ayah, Universitas Bisnis Industri di Jakarta apa masuk salah satu milik kita?” Tanya Eko kepada ayahnya.


“Iya, Sertifikat UBI kaan sudah ayah kasih ke kamu.” Kata ayah Eko.


“Baiklah ayah Eko permisi dulu ingin menelpon seseorang.” Kata Eko.


“Silahkan.” Jawab ayahnya


Tuuut tuuut tuut bunyi telepon tersambung


“Hello, apa ini dengan Kepala Rektor UBI Bapak Prof.Drs.Fransiskus Darma?” Tanya Eko.


“Iya betul. Ada yang bisa saya bantu tuan?” Tanya Kepala Rektor.


“Perkenalkan saya George Zeinko Putra Edward.” Kata Eko.


“Maaf apakah anda putra dari Tuan George Edward.” Tanya Kepala Rektor.


“Iya benar saya putra tunggalnya.” Kata Eko.


“Maaf tuan muda jika tadi saya tidak sopan karena lama mengangkat telpon.” Kata Pak Frans yang biasa dia di sapa.


“Iya tidak apa apa. Sekarang saya ada tugas buat kamu 2 hari lagi saya akan kembali ke Indonesia. Tolong kamu siapkan sebuah seminar yang besar buat penyambutan dan perkenalan saya nanti, dan juga tolong kamu masukkan tiga orang teman saya ke Fakultas Ekonomi, nanti saya akan kirim lewat email data mereka dan prodi apa mereka harus berada.” Jelas Eko.


“Baik tuan muda. Akan saya persiapkan.” Kata Pak Frans.


“Ok sampai ketemu di Indonesia.” Kata Eko.


Flashback off


Di Asrama Mahasiswa


Nur dan Dian sedang sibuk mengerjakan tugas memasak dan mencuci mereka, sedangkan Tari masih asik asiknya tidur, karena kesal Nur dan Dian mengisengi Tari.


“Ok siap.” Kata Dian.


“1..2..3..” Kata mereka berdua pelan pelan.


“Kebakaran kebakaran tolong ada kebakaran!” Teriak Nur dan Dian.


Alhasil Tari terbangun dari tidurnya dan lansung loncat loncat sambil berteriak.


“Kebakaran api api di mana api tolong air air!” Teriak Tari.


Nur dan Dian pun tertawa tawa melihat Tari yang kaget. Melihat mereka berdua tertawa Tari jadi kesal dan mengejar kedua sahabatnya itu.


“Kalian sungguh tega teganya kepada diriku.” Kata Tari.


“Mangkanya kalau teman kerja harus di bantu jangan tidur terus.” Kata Dian.


“Betul itu jangan tahunya bersih.” Kata Nur lagi.


“Iya iya aku bantu.” Kata Tari.


Mereka pun segera menyelesaikan rutinitas mereka tiap pagi yaitu membersihkan kamar dan memasak sarapan dan biasanya lansung buat makan siang. Disaat sedang asyik beres beres Nur tiba tiba teringat laki laki yang di lihatnya duduk di teras mushola.


“Syut Dian liat Nur melamun lagi gara gara cowok kemarin.” Kata Tari ke Dian.


“Lah kok aku tidak tahu, bagaiman ceritanya?” Tanya Dian.


“Iya kemarin itu ada cowok memandang Nur tanpa berkedip setelah Nur menoleh ke arahnya dia pun ikut ikutan tak berkedip.” Kata Tari.


Dian pun terdiam dan berpikir sejenak dan langsung mendekati Nur. Dan langsung menepuk pundak


“Nur, apa kamu bertemu Eko, dan apakah dia sudah kembali ke Indonesia?” Tanya Dian.


“Aku juga tidak pasti itu Eko tapi yang pasti tatapan itu seperti tatapannya Eko dulu kepadaku.” Kata Nur pada Dian.


“Tunggu dulu siapa Eko? Mengapa aku baru mendengar nama itu?” Tanya Tari.


“Eko itu cinta pertama Nur, 7 tahun yang lalu mereka berpisah. Eko ikut orang tuanya ke Amerika dan melanjutkan sekolah di sana.” Jelas Dian.


“Terus apa hubungannya dengan cowok kemarin.” Tanya Tari lagi.


“Ya Allah Tari! Masih juga tidak paham ini anak, maksudnya itu cowok kemarin mirip dengan Eko.” Kata Dian lagi.


“Oh jadi Nur apa kalian pernah saling beri kabar.” Tanya Tari lagi.


“Sudahlah Tari bertanyanya jangan ke seringan lebih baik kita siap siap ke Kampus karena nanti ada seminar dari seorang pengusaha muda yang sekarang menjadi presdir di GEORGE grup.” Kata Dian sedikit kesal.


Nur hanya terdiam mendengar pembicaraan kedua temannya dan dia terus berpikir jika itu benar Eko, mengapa Eko tidak menyapanya? Mengapa Eko berbohong padanya? Mengapa Eko sama sekali tidak menghubunginya?