MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Sebuah Rencana


MY FIRST AND ENDING LOVE


PART 10


Pov Eko


Sesampai di Bandara Soekarno Hatta aku lansung menelpon Sabar dan Bagus untuk menjemputku dan sambil menunggu mereka datang aku pergi ke restoran dekat bandara. Untuk menghilangkan rasa dahaga dan lapar yang dari tadi aku rasakan. Sekitar 30 menit dan aku pun sudah selesai makan mereka berdua pun sampai.


“ Brooo Ko.” Teriak Sabar dan Bagus. Mereka lansung mendekat dan memeluk ku erat mungkin karena rindu atau karena mereka ingin membalaskan dendam karena aku tinggalkan pergi terasa sesak mereka peluk terlalu kuat.


“ Uhuk uhuk cukup kalian berdua ingin membunuh temanmu ini apa, aku susah nafasnya.” Kataku sambil terbatuk batuk karena mereka terlalu kencang memelukku.


“ Maaflah bro habis kami rindu berat sama kamu.” Kata Sabar.


“ Iya Ko itu benar sampai sampai hampir aku tidak mengenalimu karena penampilanmu berubah 100%.” Puji Bagus padaku.


“ Apa yang berubah biasa aja kali Gus, oh ya data yang ku pinta sudah kalian dapatkan.” Tanyaku kepada Sabar dan Bagus.


Flashback 3 hari yang lalu


Aku mengirim pesan email ke Bagus dan Sabar. Karena sibuk dengan urusan kantor hampir 6 bulan aku tidak mengabari mereka.


“ Bagus, Sabar kalian sekarang lagi sibuk tidak.” Tanyaku.


“ Eko kemana aja loh. Kami kira kamu sudah lupa 6 bulan tanpa kabar.” Tanya Bagus.


“ Maaf Gus sekarang baru sempat karena kamu tau sendiri aku dan ayahku taruhan dan aku harus fokus ke tujuanku agar bisa memenuhi syarat ayah agar bisa kembali ke Indonesia.” Jelasku.


“ Terus bagaiman hasilnya.” Tanya Bagus lagi.


“ Alhamdulillah berhasil Gus 3 hari lagi aku kembali ke Indonesia.” Jawabku.


“ Waaaaahhhhh syukurlah bro.” Tiba tiba Sabar membalas chat padahal dari tadi dia tidak aktif Emailnya.


“ Lah ni si bar bar taunya muncul.” Kata Bagus.


“ Ada markus ngajak berantem sini aku ladenin, aku si sabar juara silat 7 tahun berturut turut tidak akan kalah pastinya.” Jawab sabar.


“ Sudah sudah kalian jangan bertengkar sekarang aku kasi kalian tugas masing masing. Yang pertama Bagus kamu kan mahir dalam sistem hacker kamu cari data data tentang Nur tempat tinggalnya sekarang di mana, tempat dia nongkrong, fakultas, makanan favorit, minuman favorit dan segala macam tentang Nur kamu cari tahu 3 hari nanti aku ingin melihat semua datanya.” Kataku pada Bagus.


“ Syiiaaappp Bos. Tapi jangan lupa transfernya ya hahahaha.” Tawa Bagus.


“ Iya iya kerjain aja tugas loh dengan baik. Dan buat kamu Sabar secara ahli bela dirimu baik walaupun tetap saja kalah jika melawanku. Kamu punya tugas buat hubungi semua pihak ahli bela diri buat sebuah pencarian pengawal pribadi terlatih sekitar 100 orang, agar nanti di saat kita ada masalah mereka siap dan juga pastikan kamu mencari seorang mata mata wanita untuk mengikuti aktivitas Nur di kampus sekaligus bodyguard agar dia aman.” Jelasku.


“ Iya memang aku ingin menjaga berlian yang tersembunyi di baluti arang agar berlian tersebut tetap terjaga keindahan dan kesuciannya.” Kataku.


“ Ya iya nanti aku jagain.” Jawab Sabar.


“ Oke semua sudah pahamkan.” Tanyaku.


“ Iya pak bos.” Jawab mereka serentak.


Flashback off


“ Ini datanya Nur, dari data data tersebut ada sebuah keanehan tak tercantum asal usul ayah dan ibu Nur aku juga tidak tahu mengapa, sudahku cek dengan teliti masih tidak ada.” Kata Bagus.


“ Tidak apa Gus masa lalu orang tua Nur aku bisa menghormatinya, sekarang yang penting masa depan kami berdua.” Kataku ke Bagus.


“ Terus bagaiman denganmu Sabar.” Tanyaku pada Sabar.


“ Ya elah Eko. Ini kami tidak nampak siapa di sampingku kenalin ini Rika dia akan menjadi mata mata buat Nur. Dan juga sejak kemarin dia sudah pergi mematai Nur. Sekarang kamu tanya sendiri sama orangnya.” Kata Sabar.


“ Informasi apa yang kamu dapatkan Rika.” Tanyaku.


“ Sekarang Nur ada mata kuliah sekitar 2 jam lagi dia pulang ke asramanya tapi sebelum pulang dia beserta kedua temannya terlebih dahulu Sholat Zuhur di mushola fakultas mereka.” Kata Rika.


“ 2 teman siapa mereka Gus.” Tanyaku kepada Bagus.


Bagus memberikan dua buah maaf lainnya berisi data data kedua teman akrab Nur.


“ Pertama Dian Pertiwi umur 19 tahun teman Nur sejak SMP dan satu satunya temannya yang dekat dan selalu temani Nur waktu ibunya meninggal. Kedua Lestari umur 19 tahun teman Nur sejak SMA di pertemukan pada saat MOP di SMA.” Kata Bagus kepadaku.


“ Jadi dia memiliki teman akrab ya, seberapa akrabnya mereka.” Tanyaku kepada Bagus.


“ Sangat akrab Bos. Ibarat perangko dan surat di situ ada Nur pasti ada Dian dan Tari kecuali di saat mereka sama sama kuliah baru berpisah.” Kata Rika.


“ Baiklah untuk dua orang teman Nur aku serahkan kepada kalian berdua. Bagus kamu urus Dian karena sikap cerewet dan manja Dian kamu bisa hadapi dengan sikapmu yang pemanja wanita. Sedangkan Sabar kamu urus Tari dia gadis paling rapuh dan cengeng kamu sebagai petarung sejati pasti bisa hadapi kecengannya Tari. Dan untukmu Rika aku berharap kamu bisa mendekati Nur agar kamu bisa dekat dan menjaganya di dalam kelas. Untuk masalah administrasi Rika jangan kuatir aku akan mengurusnya dan kamu hanya perlu jaga Nur saja.” Jelasku kepada mereka bertiga.


“ Ok bos.” Jawab mereka serentak.


“ Lalu apa rencana untukmu mendekati Nur, Eko.” Tanya Sabar.


“ Aku sudah punya rencana sendiri." Kataku.