MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Ungkapan Rasa


My First and Ending Love


Part 3


Hari berganti hari bulan berganti bulan semenjak kejadian itu Nur menjaga jarak dengan Eko hingga suatu hari tepat beberapa hari sebelum Ujian Nasional dimulai terjadi kehebohan di kelas mereka.


“Nur dengerin aku dulu. Mengapa beberapa bulan ini kamu menjaga jarak dengan aku. Apa salahku coba.” Tanya Eko kepada Nur.


Nur hanya diam seribu bahasa tak ingin berbicara dengan Eko. Entah apa yang membuat dia diam dan tak ingin berbicara dengan Eko tapi karena suatu hal yang membuat dua seperti itu.


Pov Nur


Hari itu setelah mengerjakan tugas dan membawa buku Eko di tengah jalan aku dihadang oleh 2 orang teman sekelasku mereka The Baby Girl Gank mereka adalah Risa dan Vivi.


“ Hai cewek tomboi ngapain loh dekat dekat sama cowokku.” Kata Risa.


“Apain sih kamu cowok yang mana semua cowok dikelaskan memang teman ku.” Kataku


Tiba tiba Vivi mendorongku hingga aku terjatuh dari sepeda. Ingin rasanya ku pukul balas dia tapi aku tak ingin terkena masalah dengan keluarganya secara orang tuanya kepala sekolah di sekolah kami.


“Aduuuh.” Teriakku.


“ Ingat ya loh jangan dekat dekat sama Eko apa lagi seperti tadi Eko sangat memperhatikanmu sedekat itu. Kamu itu hanya buat masalah buat dia.” Kata Risa kepadaku.


“ Betul itu ingat hal itu jika tidak aku tidak segan segan laporin kamu ke papa ku agar kamu di keluarin dari sekolah kita. Betul tak girl.” Ancam Vivi.


“ Ingat satu hal lagi jangan sampai ada orang yang tau hal ini terutama Eko.” Kata Vivi lagi.


Aku hanya terdiam ingin rasanya aku melawan tapi aku tak berdaya jika aku melawan ibu bisa bisa dipecat bekerja sebagai pembantu di rumah Risa apalagi orang tua Risa konglemerat ternama di Kampungnya.


Mereka berdua lalu meninggalkanku di jalanan. Aku terluka disiku dan lututku lecet dan mengeluarkan darah. Aku pun lansung bangkit dan pulang kerumah agar bisa mengobati lukaku dan supaya ibu tidak kuatir. Sudah cukup selama ini ibu banting tulang membesarkanku karena ayah sudah lama meninggal sejak 3 tahun yang lalu. Karena mereka juga aku bertingkah seperti tomboi dan tak berbaur dengan anak perempuan lainnya karena terus mengancamku agar posisi mereka sebagai kesayangan kelas tidak tergeser. Memang aku seharusnya jaga jarak dengan Eko biarlah rasa yang kurasakan ini ku pendam selalu. Tanpa satu orang yang tau ku jatuh cinta pada pandangan pertama pada Eko.


Lebih baik aku menjaga jarakku agar ibu dan aku aman. Apa lagi aku dengar Risa dan Vivi pernah ungkapkan persasaannya ke Eko dan ditolak mentah mentah oleh Eko. Bahkan Eko tak sudi memandang mereka. Tapi ada hal terjadi tak pernah ku duga.Pov Nur berakhir.


“ Semuanya hari ini jadi saksi di atas perjuanganku dengarkan aku berbicara harap semua diam dan tetap di bangku masing masing.” Pinta Eko. Lalu dia berjalan ke depan kelas.


Nur tidak memperdulikan ucapan Eko dia terus berjalan ingin keluar kelas tapi tepat di saat dia baru satu meter dia melewati Eko, Eko lansung menarik tangannya hingga dia berbalik dan lansung menghadap ke Eko dan hampir menabraknya.


“ Nur tunggu dulu aku tau kau menjaga jarak denganku tapi asal kamu tau selama aku mengenalmu kau gadis yang kuat kau pasti bisa lalui semua hal yang membuatmu menghindar dariku kau pasti bisa melawannya yakinlah pada dirimu sendiri jangan dengarkan apa orang lain katakan.” Kata Eko kepada Nur.


“Apaan sih kamu Ko, lepaskan tanganku aku ingin pulang.” Pinta Nur sambil menarik tangannya dari genggaman Eko.


“Nur dengarkan aku hari ini mereka semua jadi saksi dan mereka yang telah menyakitimu agar tau bahwa orang yang penting dalam hidupku tidak boleh mereka sakiti.” Kata Eko lantang.


“Maksud kamu apa..? Aku tidak mengerti sama sekali.” Tanya Nur bingung.


Eko lalu jongkok didepan Nur sambil memegang kedua tangannya lalu berkata.


“ Nur Azzahra Fatimah mau kah kamu menjadi milikku selamanya jujur aku mencintaimu semenjak pertama kali melihatmu karena kamu berbeda dari mereka yang hanya terobsesi dengan ketampananku tapi kamu tidak melihat dari sisi itu kamu melihat dari sisi yang berbeda.” Jelas Eko.


Nur terdiam sejenak lalu berkata “ Kamu kamu kamu terlalu bodoh mencintaiku lihat aku aku seorang gadis yang kasar aku hanya gadis biasa masih banyak lagi wanita yang lebih baik dariku.” Jawab Nur.


“Tidak kamu gadis istimewa di mataku Nur.” Kata Eko lagi.


“plaaak” satu tamparan keras di wajah Eko, Nur lansung pergi meninggalkannya sambil menangis dan berlari keluar kelas.


Eko pun hanya terdiam sambil memegang pipinya yang merah lalu teman teman nya mendekat menghiburnya.


“ Sabar bro kalau jodoh tidak akan kemana mana.” Kata Sabar.


“ Lah ello Bar, nama loh aja Sabar masih sebut sebut sabar aja pamer nama lo.” Kata bagus mengejek Sabar agar suasana hening sedikit cair.


Tawa tawa anak anak lain pun bergemuruh dan satu persatu meninggalkan kelas untuk pulang kerumah masing masing. Dan Eko hanya terdiam di kelas sambil memegang kalung yang rencananya akan diberikannya kepada Nur sebagai tanda cintanya berukir nama mereka.