
MY FIRST AND ENDING LOVE
PART 5
Dear My Sweet Girl Nur Azzahra Fatimah
Mungkin saat kau buka surat ini aku sudah didalam pesawat dan sedang terbang di atas awan. Maaf aku pergi tanpa memberitahumu terlebih dahulu. Aku tak ingin melihat kamu menangis karena kepergiaanku. Percayalah aku pergi hanya sebentar saja hanya 2 purnama dari sekarang. Jadilah wanita yang kuat apa pun yang menghadang lawanlah selagi kamu bisa. Karena kamu wanita yang kuat aku kenal.
Sayang maafkan aku jika aku jahat padamu karena telah meninggalkanmu tapi asal kamu tau rasa cintaku padamu takkan pernah berubah sedikit pun walaupun berjuta kilometer jarak kita dan seberapa banyak purnama yang memisahkan kita. Aku tau kau berbohong atas perasaanmu padaku sebenarnya kau menyembunyikan rasa cintamu padaku tapi ya sudahlah itu semua hak mu yang jelas sekarang aku minta maaf aku harus pergi. Selalu tersenyum si cebol kecilku sampai bertemu 2 purnama lagi. Aku akan merindukanmu walaupun cintaku masih belum kau balaskan.
Sweet Smile
Eko Saputra
Pov Eko
Hari ini ujian telah usai aku berencana ingin menemui Nur dan minta maaf tapi baru keluar ruangan aku di kejutkan dengan kehadiran mama di sekolah.
“ Ma..ngapain mama di sini”. Tanyaku sambil menyalami mamanya.
“ Mama mau jemput kamu ada hal yang harus mama omongin sama kamu sayang.” Jawab Mama Eko.
“ Tapi ma Eko ingjn bertemu sesorang dulu bolehkan.” Pinta Eko.
“ Maaf sayang tidak bisa kita harus buru buru pulang, ayah mu sedang menunggumu di rumah bibimu.” Jawab Mama Eko.
“ Iya ma.” Balas Eko. Disaat mereka mengobrol datang Bagus.
“ Ko jadi tidak main futsalnya.” Tanya Bagus.
“ Maaf Gus, aku buru buru ada urusan keluarga mendesak.” Jawab Eko.
“ Ya sudahlah tidak apa apa, hati hati di jalan bro.” Kata Bagus.
“ Siip Gus, sampaikan maafku pada yang lainnya ya. Maaf nyusahin lho Gus.” Pinta Eko ke Bagus.
“ Ya elah loh Ko, santai aja kali kitakan teman.” Kata Bagus.
“ Eko sudah nak ngobrolnya, ayo kita pulang.” Kata Mama Eko.
“ Oh iya lupa ini mamaku namanya Mama Rika.” Kata Eko ke Bagus.
“ Iya tante saya Bagus teman sekelas Eko tante.” Kata Bagus sambil menyalami Mama Eko.
“ Iya nak Bagus, kami jalan dulu ya salam kenal.” Balas Mama Rika Sambil tersenyum.
Kami pun berjalan ke arah garasi untuk mengambil mobil Mama dan lansung pulang kerumah, disaat mobil mulai berjalan aku melihah Nur berjalan sambil mencari cari sesuatu. Semoga saja dia tidak mencariku. Di dalam perjalanan aku hanya terdiam sampai mama menegurku dan menanyakan apa yang terjadi.
“ Tidak ada apa apa ma hanya saja kepikiran soal ujian tadi ma.” Balasku.
“ Ya sudah sebentar lagi kita sampai.” Kata mama.
Mobil pun melaju kencang sampai akhirnya sampai di parkiran halaman rumah bibi. Di sana sedang asik ngobrol bibi,paman dan ayah. Ayah seorang laki laki yang telah lama pergi tanpa kabar meninggalkanku dan mama sehingga mama berjuang sendiri hingga sukses dan jadi wanita karir di bidang kuliner. Hari ini ayah pulang dan kembali ke dalam kehidupan mama. Yang aku tau mama pernah bercerita jika dulu hubungan mama dan ayah tak di restui oleh orang tua ayah karena perbedaan status dan mama anak seorang petani. Hingga ayah menikahi mama secara diam diam dan sampai umurku 5 tahun ayah di paksa pulang dengan alasan nenek sakit. Dan sampai sekarang baru pulang ke Indonesia.
“Assalammu’alaikum.” Salamku dan mama.
“ Wa’alaikumsalam.” Jawab mereka serentak.
“ Wah ternyata nak Eko sudah pulang. Sini nak ngobrol sama sama.” Kata Bibi Rina.
“ Iya bi.” Jawabku. Kami dan ibu pun ikut dalam obrolan ayah serta paman dan bibi. Sampai ayah mendekatiku dan lansung memelukku dan minta maaf.
“ Eko maafkan ayah sayang, ayah tau ayah bukan ayah yang baik ayah telah melantarkan kalian selama bertahun tahun sampai sampai mamamu harus kerja keras maafkan ayah sayang, andai waktu bisa di ulang ayah tidak akan pergi saat itu. Sampai di Amerika ternyata ayah di bohongin oleh nenek dan ayah di paksa untuk menikah lagi. Tapi ayah menolak dengan mengancam tak akan pulang lagi ke Amerika akhirnya nenek setuju dengan syarat ayah harus tinggal disana menjalankan bisnis kakek dan kakek buyutmu.” Jelas ayah sambil memelukku erat.
“iya ayah Eko paham. Maaf juga Eko pernah benci ayah.” Kataku.
Setelah ayah melepaskan pelukkannya ayah ngobrol panjang lebar dan sampai akhirnya ayah memberikan kabar baik dan buruk kepadaku
“ Nak ada kabar baik dan buruk yang ingin ayah sampaikan.” Kata ayah kepadaku.
“ Apa yah, Eko siap mendengarnya.” Kata ku mantap.
“ Kabar baiknya ayah dan mama akan rujuk kembali dan ayah akan mengumumkan pernikahan ayah dan mama serta menunjukmu jadi perwaris berikutnya, dan kabar buruknya adalah kita harus kembali ke Amerika dan akan pergi dalam jangka waktu yang lama karena kamu akan pindah sekolah ke sana.” Jelas ayah.
Aku hanya terdiam tanpa seribu bahasa di satu sisi aku bahagia akhirnya memiliki keluarga yang utuh disisi lain aku sedih karena harus berpisah dari Nur. Sampai hari kelulusan pun tiba dan tepat hari itu pula jadwal pesawat kami berangkat. Setelah berpamitan dengan paman dan bibi aku pun pergi menemui Bagus dan Sabar untuk menungguku di depan gerbang sekolah.
“Bro lo yakin mau pergi.” Tanya bagus kepadaku.
“ Iya bro lo tak kesian sama kita berdua tidak ada lagi yang bantuin kerjain PR dan juga lo yakin meninggalkan Nur.” Tanya Sabar padaku.
Deg disaat sabar menyebut Nur hatiku mulai gundah. Ingin rasanya aku menemuinya tapi aku tidak sanggup melihat air matanya lagi.
“ Iya Bar,Gus aku yakin. Oh ya ini ada surat tolong berikan kepada Nur ya soalnya aku buru buru 1 jam lagi pesawatku berangkat.” Kata ku sambil menenagkan hatiku.
“ Iya bro hati hati di jalan ya.” Kata Bagus.
“ Jangan lupa sama kita kita ya, sudah sampai di Amerika Email kita ya.” Kata Sabar lagi.
“ Iya itu pasti.” Kata ku sambil memeluk kedua sahabat karibku itu.
Aku pun masuk mobil dan lalu ku lihat sekeliling sekolah itu yang jadi saksi bisu mempertemukanku dengan cinta pertamaku. Mobil pun melaju kencang dan akhirnya sampai di Bandara Supadio. Dan 1 jam kemudian pesawat kami pun lepas landas, aku pun terbang di atas awan melihat pemandangan dari ketinggian meninggalkan kota yang telah mempertemukanku dengan dia Nur Azzahra Fatimah.