MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Perasaan Yang bermain


MY FIRST AND ENDING LOVE


PART 13


HARI SEMINAR


Hari ini seminar besar itu pun di laksanakan semua mahasiswa Fakultas Ekonomi berkumpul di aula auditorium mereka semua penasaran sosok pemuda yang menjadi seorang presdir muda di sebuah perusahaan dan akan sekaligus akan menjadi dosen di Fakultas Ekonomi.


“Assalammu’alaikum, selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Hari ini adalah hari yang bersejarah buat kita semua karena hari ini kita di hadapkan dengan seorang yang berbakat dan memiliki kemampuan luar biasa di usahanya yang baru 20 tahun dia sudah menjabat sebagai Presedir George Grup. Tanpa basa basi lagi mari kita sambut Presedir George Grup Tuan Geoge Zeinko Putra Edward.” Sambut Pembawa Acara.


Eko pun menaiki panggung yang di siapkan panitia. Semua mata tertuju kepada Eko tanpa berkedip melihat seorang pemuda tampan bertubuh kekar dengan tinggi 190 CM, rambut ikal hitam pekat, hidung mancung serta mata tajam seperti elang yang di hiasi alis tebal. Terlihat jelas lelaki yang tampan blasteran Indonesia, Amerika dan Arab.


Nur melihat Eko dengan tatapan yang penuh arti dia merasakan ada gejolak di dalam dadanya dia bertanya tanya apakah benar itu dia tapi wajahnya berubah drastis? Di dalam benak Nur terus bertanya tanya hingga lamunannya terhenti di saat Dian menepuk bahu Nur.


“Nur kamu kenapa dari tadi melamun.” Tanya Dian.


“Aku ragu Dian apakah mungkin itu dia?” Kata Nur.


“Kamu dengar sendirikan tadi MC ngomong namanya bukan Eko Saputra.” Kata Dian.


“Iya sih kamu benar Dian.” Jawab Nur.


“Kalian berdua ngomong apa sih lihat itu Pak Zein ganteng banget.” Kata Tari.


Nur tidak menghiraukan ucapan Tari dia terus berlarut dalam pikirannya.


“Assalammu’alakum dan selamat siang semua salam sejahtera bagi kita semua.” Sapa Eko.


“Wa’alaikumsalam, selamat pagi juga pak.” Jawab Mahasiswa serentak.


“Perkenalkan nama saya George Zeinko Putra Edward, kalian boleh memanggil saya dengan Pak Zein.” Kata Eko.


“Hay Pak Zein.” Sapa mahasiswa semuanya.


“Baiklah tanpa basa basi akan saya jelaskan seminar hari ini tentang bagaimana kita bersaing dalam bisnis dan menghadapi perekonomian global walaupun dalam masa kritis.” Kata Eko.


Eko pun menjelaskan dengan teliti tanpa sedikit pun di biarkannya terlangkaui hingga sesi pertanyaan pun dibuka.


“Baiklah sekian dari saya, selanjutnya saya persilahkan bagi yang mau bertanya. Saya beri kesempatan 3 pertanyaan buat 3 orang masing-masing satu pertanyaan.” Kata Eko.


“Silahkan kamu yang duduk di kursi nomor 29. Lansung saja kepertanyaannya ya tidak perlu sapa lagi.” Kata Eko.


“Baiklah Pak Zein. Saya ingin bertanya kepada bapak bagaimana bapak bisa mencapai semua ini dengan umur bapak yang sangat muda yaitu 20 tahun sedangkan saya sendiri sudah 23 tahun masih kuliah, sekian terima kasih?” Tanya mahasiswa itu.


“Baik saya akan menjawabnya. Pada saat saya masih SMP dan SMA saya hanya mengambil paket pertahunnya di tahun pertama saya di New York saya menyelesaikan SMP dan yang kedua saya menyelesaikan SMA. Disaat anak umur seumuran saya sibuk dengan bermain saya sudah terjun di dunia bisnis bahkan saya hanya menghabiskan waktu 2,5 tahun untuk menghabiskan kuliah dan mendapat gelar S1 saya. Sedangkan S2 dan S3 hanya waktu 1,5 tahun saya selesai. Dan selanjutnya saya berkerja sebagai karyawan bawahan di kantor ayah saya. Dan menyelesaikan tantangan ayah saya, agar saya bisa meneruskan perusahaan ayah. Dan alhamdulillah semuanya bisa saya lewati walaupun tidak semudah mebalikkan telapak tangan.” Jawab Eko.


“Wah luar biasa Pak Zein patut di contoh buat kita semua. Selanjutnya pertanyaan kedua.” Kata MC.


Mahasiswa kembali mengangkat tangan. Kali ini Eko memilih seorang wanita.


“Silakan kursi nomor tujuh.” Kata Eko.


“Dalam waktu kurang dari 5 tahun bapak telah menyelesaikan sekolah, bagaimana kisah asmara bapak apakah bapak pernah jatuh cinta kepada seorang gadis?” Tanya mahasiswi itu.


“Ini pertanyaan di luar tema jadi saya tidak akan menjawab.” Kata Eko.


“Ayolah Pak Zein, jawab jawab jawab jawab.” Sorak para mahasiswa.


“Baiklah jika kalian memaksa saya akan menjawab.” Kata Eko.


“Hooooreeee.” Teriak seluruh mahasiswa.


“Jika saya bilang tidak pernah jatuh cinta dalam waktu itu jelas bohong karena 7 tahun lalu saya bertemu seorang gadis kecil yang manis namanya tak perlu saya sebutkan karena itu privasi saya. Tapi kami harus berpisah oleh jarak dan waktu. Saya harus pergi ke New York dan meninggalkan dia. Dia seorang gadis yang paling kuat yang pernah aku temui, senyumannya selalu membuat hati saya berdebar debar bahkan saya pernah terpesona karena pesonanya hingga akhirnya saya mengungkapkan perasaan saya di depan teman sekelas dan walaupun pada akhirnya saya di tolak tapi saya bisa tahu kalau dia mencintai saya karena matanya tak bisa bohong di mata itu memancarkan cinta kepada saya. Dan setelah kejadian itu saya pun pergi ke New York.” Jelas Eko mengingat momen bersama Nur.


“Wah ternyata Pak Zein ternyata orang yang Gentel Man ungkapkan perasaan di depan orang banyak. Lalu Pak Zein biasanya kalau orang pergi pasti meninggalkan sesuatu apa Pak Zein begitu juga?” Tanya MC membuat suasana semangkin menarik.


“Iya saya memberikan dia sebuah kalung berbentuk hati yang terukir nama kami. Dan ini adalah gambar kalung itu tapi ini saya desain sendiri di New York walaupun yang di pegang dia adalah kalung yang berbahan stensil tapi ini berbahan emas putih berbalut berlian langka yang mencapai harga sekitar 5 Milyar Rupiah.” Kata Eko sambil dia memperlihatkan gambar kalung di layar monitor auditorium.


“Waw sungguh romantis dan fantastis harganya, berarti dia gadis yang beruntung di manjakan dan lebih berharga dari sebuah bongkahan berlian.” Kata MC


“Baiklah kita lanjutkan ke sesi pertanyaan terakhir silahkan Pak Zein pilih sendiri.” Kata Mc lagi.


“Baiklah saya akan memilih kursi nomor 9 kursi yang tepat berada di hadapan saya berdiri.” Kata Eko.


“Deg deg deg”