MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Manisnya Kue Coklat


Asrama Mahasiswa


“Kenapa Eko selalu buat aku terjerat dengan dia?” Nur memeluk kakinya di atas kasur.


“Ada apa Nur, suram amat mukamu?” Tanya Tari.


“Mana tidak suram Tari, kamu tahu sendiri kita kelompok sama Bagus dan Sabar, sedangkan mereka berdua temannya Eko.” Jelas Dian.


“Maksudnya yan?” Tari kebingungan.


“Maksudnya Eko ingin selalu ada mengawasi Nur selama 24 jam, dengan kata lain biar Nur itu di jaga sama Bagus dan Sabar.” Dian menjelaskan.


“Gawat itu Dian, bisa-bisa kita tidak bebas sama Nur lagi.


“Iyalah, sekarang terpenting kita harus lindungi Nur dari Bagus dan Sabar, kalau mereka macam-macam kita sudah siap.” Kata Dian


“Sekarang waktunya kita siapkan bahan dan peralatan buat bela diri.” Lanjut Dian lagi.


“Ok Dian, ayo kita pergi.” Ajak Tari.


Tari dan Dian pergi ke mini maket terdekat untuk membeli beberapa bahan dan peralatan.


“Kamu cek ya, Tari.” Perintah Dian.


• Bubuk cabai


• Botol semprot


• Lada bubuk


• Merica bubuk


“Bagaimana Tari, apa semua bahan sudah terkumpul?” Tanya Dian.


“Sudah selesai Dian, ayo kita pergi.”


Dian dan Tari pun kembali ke asrama.


Sementara itu di saat Dian dan Tari pergi Nur tertidur di kasurnya dan dia bangun setelah bunyi pesan singkat masuk.


Ting pesannya kembali ke Bab awal tanggal 28 Juli 2012


From : Eko Saputra


Eko mengirimi Nur pesan untuk mengajak dia keluar malam ini tentu saja Nur tidak bisa menolak, sampai akhirnya kedua temannya datang.


“Assalamualaikum.”


“Walaikumsalam.”


“Kenapa Nur tadi kami tinggalkan mukamu suram sekarang senyum rengah tapi kelihatan bingung ada apa?” Tanya Dian.


“Eko, Dian Tari. Dia ingin mengajak aku keluar nanti malam, spontan tadi aku iyakan tapi sekarang merasa menyesal, apa aku harus batalkan ya?” Tanya Nur bingung.


“Begini saja, Nur kamu SMS dia bilang kami ikut juga.” Kata Dian.


“Iya ya kenapa tidak ke pikiran olehku.” Nur pun SMS Eko.


Bang nanti malam bolehkan aku ajak Dian dan Tari pesanku.


Tentu, itu lebih baik supaya tidak ada fitnah jawab Eko di pesannya.


Oke sampai ketemu nanti malam pesanku lagi.


Iya, sampai ketemu juga.


Malam Harinya.


Tin-tim-tin


Suara klakson mobil Eko di depan Asrama kami pun ikut mereka. Mobil pun melaju kencang menembus malam hari dan menuju ke suatu tempat yang cukup jauh sekitar 45 menit perjalanan.


Sampailah mereka di sebuah restoran bintang lima khusus pasangan, Couple Love Resto nama restoran itu.


“Bang, kenapa kita kemari?” Nur memberanikan diri bertanya.


“Untuk mencari suasana baru.” Jawab Eko asal.


“Selamat datang Tuan dan Nona, silakan duduk.” Sambut pelayan restoran.


“Iya.” Jawab Eko cuek.


Pelayan pun memberikan menu dan mereka memilih makanan paling populer di tempat itu. Sedangkan Eko memesan sesuatu yang spesial buat Nur.


“Pelayan Ice cream choco and cake garlic choco love satu ya.”


“Baik tuan dan nona, silakan tunggu sebentar.”


5 menit kemudian pesanan mereka pun datang, Nur melihat kue dan es krim pesanan Eko, dia heran kenapa Eko tahu dia suka coklat.


“Bagaimana Nur, enakkan coklatnya, itu coklat asli dari Italia harga per onsnya setara dengan 1 buah sepeda gunung.” Kata Eko.


“Mangkanya pelan-pelan makannya Nur, ini kan jadi berlepotan mukamu.” Tanpa Sadar Eko membersihkan coklat di wajah Nur dengan tisu dan membuat mereka saling berpandangan tak percaya.


Momen itu pun di lihat oleh pengunjung lain dan tentu saja kedua temannya menyaksikan mereka berdua. Tapi di sisi lain restoran ada seorang bersembunyi dan dia mengertakkan gigi geram dan cemburu dengan apa yang Nur dapatkan.


“Kurang ajar, ternyata setelah 7 tahun dia masih bisa menggoda Eko.” Kata Orang itu bermonolog.


Orang itu pun memfoto Nur dan Eko sedang makan berdua dan ingin memberikan Nur perhitungan.


“Kita lihat saja, anak pembantu ingin jadi cinderella itu tidak mungkin, hahahahaha.” Orang itu terus berbicara sendiri.


Orang itu lalu menelepon seseorang dan menyuruhnya berbuat sesuatu.


“Halo, aku ada tugas buat kamu.”


“Tugas apa, nona muda?” suara di seberang sana.


“Culik seseorang untukku, hancurkan dia dan masa depannya, jangan beri ampun sama sekali.”


“Baik nona muda, saya laksanakan.”


“Baiklah lusa kamu pastikan dia sudah beres.”


“Iya nona muda.”


Telepon itu terputus dan orang itu terus tertawa jahat menantikan kehancuran Nur.


Sementara itu Nur masih menikmati makanannya dan penuh semangat Eko melihat Nur memakan dengan lahap, dia memesan 10 lagi buat Nur bawa pulang.


“Pelayan!!! Tolong kamu bungkus 10 lagi seperti yang saya pesan tadi.” Perintah Eko.


“Eko, apa ini tidak berlebihan jika 10 lagi yang kamu pesan berarti setara dengan satu buah motor sport dong.” Kata Nur.


“Aku tidak maslah asalkan kamu bahagia dan senang.” Jawab Eko.


“Apaan sih bang, gombal deh.” Kata Nur.


Mereka berdua pun bercanda gurau bersama-sama, dan pada akhirnya kue pesanan itu tiba dan mereka semua menuju Parkir untuk pulang.


Mobil pun melaju kencang menembus malam dan dinginnya malam, Nur pun merasakan kedinginan dan memeluk tubuhnya sendiri. Eko yang melihatnya langsung berhenti di tepi jalan.


“Kenapa berhenti bang?” Tanya Nur.


“Iya Ko, ada apa?” Tanya Sabar.


Eko tidak memedulikan pertanyaan mereka dia langsung membuka jas dan memberikannya kepada Nur untuk di jadikan kain. Karena Jas Eko terbuat dari bahan khusus yang bisa di atur di saat cuaca panas atau dingin jadi Nur merasakan hangatnya jas Eko.


“Terima kasih ya bang.” Kata Nur.


“Iya sama-sama, asalkan kamu aman dan nyaman aku bahagia.”


“Ehem, kami masih ada di sini!!!” Teriak Sabar.


“Iya ini bos, dari di restoran sampai di dalam mobil romantisan terus, seperti tidak anggap kami ada di sini iyakan Dian.” Tanya Bagus kepada Dian.


“Kenapa aku yang kena?” Tanya Dian sambil cemberutkan bibirnya.


“Idih imutnya, sayangku ini.” Goda Bagus kepada Dian.


“Bagussssss!!!!” Teriak Dian.


Sementara itu Sabar dan Tari terdiam dan tersenyum melihat tingkah laku teman-temannya.


“Kamu mau aku gombali Tari?” Tanya Sabar.


“Tidak usah Bar.” Tolak Tari.


“Ya padahal ingin sweet juga kayak Eko ke Nur.” Kata Sabar merasa kecewa.


“Terserah.”


Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di asrama mereka.


“Sampai ketemu besok ya semuanya.” Kata Eko kepada Nur dan teman-temannya.


Keesokan harinya karena Nur tidak ada kelas pagi jadi dia bangun siang dan berangkat kuliah sendiri. Di saat awal perjalanan semua berjalan baik sampai akhirnya Nur melewati jalanan sepi.


Dan tiba-tiba “Buk” seseorang memukul Nur dari belakang hingga pingsan. Dan Nur tidak sadarkan diri sama sekali. Sementara itu di kampus Eko mencari-cari Nur sampai akhirnya dia berpapasan dengan Ahmad.


“Hei, tunggu kamu Ahmad kan, apa kamu melihat Nur?” Tanya Eko.


“Tidak ada. Nur tidak ada kelas pagi, siang baru sampai kampus.” Jawab Ahmad.


“Sudahlah silakan kamu pergi, saya ingin cari Nur lagi.” Kata Eko.


“Terserah kamu.” Ahmad berlalu meninggalkan Eko.


Di sebuah rumah kosong


Nur di ikat di sebuah kursi mata dan mulutnya di tutup oleh orang itu.