MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Salah Prediksi


Keesokan harinya di Kampus


Para mahasiswa memasuki ruangan kelas yang di siapkan khusus mata kuliah yang baru, semuanya duduk di tempat yang telah di siapkan sesuai nomor yang di berikan pihak kampus.


“Yan, kamu nomor berapa?” Tanya Tari kepada Dian.


“Nomor 12, kalau kamu?” Dian bertanya balik.


“Nomor 13, berarti kita sampingan duduknya.” Kata Tari lagi.


“Kalau kamu berapa Nur?” Tanya Dian.


“Ini lihat nomor 09.” Kata Nur kecewa karena harus berpisah dengan teman-temannya. Aku curiga ini semua pasti sudah di atur seseorang batin Nur berkata.


“Sudahlah ayo kita duduk sebentar lagi dosen masuk.” Kata Dian mengajak teman-temannya.


Mereka pun masuk ke dalam kelas, dan duduk di tempat masing-masing. Lalu masuklah tiga mahasiswa baru ke dalam kelas yang membuat heboh seisi kelas.


“Wah gantengnya, aku ingin pingsan.”


“Adu gantengnya, pangling aku dibuatnya.”


“Gantengnya aku ingin jadi pacarmu ganteng.”


“Jadikan aku milikmu sayang.”


“Ingin rasanya aku peluk mereka berdua.”


Begitulah teriakkan dan ucapan para mahasiswi Fakultas Ekonomi di saat Bagus dan Sabar masuk.


Lain halnya dengan para mahasiswa di saat Rika masuk.


“Aduh imutnya.”


“Manisnya seperti madu.”


“Swit-swit cantik kenalan dong.”


“Minta nomor HP-nya dong cantik.”


“I heart you girl.”


Begitulah kehebohan yang terjadi sekitar 5 menit. Sabar, Bagus dan Rika pun mendekati meja mereka. Mereka duduk di samping Nur dan kedua temannya Rika nomor 10, Bagus nomor 11 dan Sabar nomor 14.


“Yan kamu merasa tidak Bagus dan Sabar menuju ke arah kita.” Bisik Tari ke Dian.


“Iya, kamu benar Tari jangan lihat terus nanti mereka melihat kita.” Kata Dian.


Dan benar dugaan Tari dan Dian mereka mendekati mereka berdua.


“Iya sudahlah sebentar lagi dosennya masuk.” Kata Dian.


“Hay Dian kangen tidak sama aku.” Goda Bagus sambil menatap Dian. Kenapa sih ini cowok selalu goda aku kata Dian di dalam batinnya.


“Tidak.” Jawab Dian cuek.


“Tari apa kabar? Kangen tidak sama aku si Sabar yang tampan.” Goda Sabar ke Tari.


“Iya kangen, sampai-sampai aku ingin tonjok karena sering menggoda.” Balas Tari menggoda Sabar.


“Aduuuuhhhh takut!!! Tapi tonjokkan cintakan.” Gombal Sabar.


“Terserah.” Jawab Tari cuek.


Nur melihat kedua temannya di goda kedua teman Eko hanya bisa diam dan menggelengkan kepalanya. Sementara itu Rika memperkenalkan diri.


“Perkenalkan namaku Rika, kalau kamu siapa?” Rika mengulurkan tangannya ingin berjabatan tangan dengan Nur.


“Aku Nur, salam kenal.” Balas Nur dan menjabat tangan Rika.


Apa hubungan Rika, Sabar dan Bagus bagaimana mereka masuk kelas harinya bersamaan? Apa dia ada hubungan dengan Eko? Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang berada di otak Nur.


Sudahlah lebih baik jangan hiraukan mereka fokus Nur, fokus ke kuliah hari ini karena ini kesempatan buat kamu masuk ke Perusahaan George Grup batin Nur.


Tak tak tak


Suara sepatu berbunyi sepatu berbunyi di lantai dan memasuki ruangan kelas. Nur yang tertunduk dari tadi dan masih berkelahi dengan pikirannya tidak menyadari dosen masuk sampai akhirnya dosen itu angkat bicara.


“Assalamualaikum semuanya, dan selamat pagi mulai hari ini saya akan membimbing kalian di Mata Kuliah Dunia Perekonomian dan Bisnis. Dan selamat bergabung.” Eko membuka pembelajarannya.


Deg deg deg jantung Nur berdetak kencang. Ini kan suara Eko, apa mungkin dia dosennya? Batin Nur bertanya. Dan saat Nur melihat ke depan ternyata benar apa yang di pikirkannya itu Eko. Dan Eko pun tersenyum kepadanya. Karena senyuman itu membuat semua mahasiswi pangling dan merasa berbunga-bunga.


“Aduh Pak Zain ganteng banget, aku ingin sekali memilikimu.”


“Senyumnya Pak Zain manis sekali, madu saja kalah manisnya.”


“Pak Zain, I Love You.”


“Pak Zain sudah muda, pintar, ganteng dan berbakat pula.”


Begitulah teriak para mahasiswa yang mengagumi Eko.


Nur yang ingin menjauh malah harus bertemu setiap seminggu 3x dengan Eko di mata kuliah wajibnya. Sungguh tersiksa rasanya berusaha melupakan tapi jadi tambah cinta.


Dan begitulah 1 jam yang akhirnya mereka lalui Nur hanya bisa diam, sampai akhirnya mata kuliah selesai dan Eko memberi tugas kelompok buat mereka dan tentu saja Nur, Dian, Tari, Bagus, Sabar dan Rika satu kelompok