
MY FIRST AND ENDING LOVE
PART 11
Fakultas Ekonomi
Setelah menyusun rencana Eko, Bagus, Sabar dan Rika pergi ke Kampus Nur.
“Rika di mana Nur berada sekarang?” Tanya Eko.
“Maaf bos. Dari tadi saya kan sedang bersama kalian bertiga bos, saya juga tidak tahu di mana mereka sekarang.” Jawab Rika.
“Menurut informasi dari salah satu anak buah kita Ko, Nur baru saja keluar dari kelas dan masih menunggu temannya Tari buat pulang bersama.” Kata Sabar kepada Eko.
“Baiklah kita tunggu mereka keluar.” Kata Eko lagi. Tak lama setelah mereka menunggu di tempat parkir azan zuhur di Mushola pun berkumandang.
“Sebaiknya sekarang kita salat zuhur dulu nanti kita sambung pencarian kita.” Kata Eko kepada teman temannya.
“Ok bos.” Jawab Sabar dan Bagus serentak.
Setelah melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim mereka bertiga pun keluar mushola. Di saat mereka berada di teras mushola akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari.
“Bar lihat di sana bukankah itu Tari temannya Nur.” Kata Sabar kepada Bagus.
“Iya Gus loh benar. Eko lihat ke arah jam 9.” Kata Sabar kepada Eko.
“ Apa Bar? Aku sibuk memakai sepatuku ini.” Kata Eko sambil mengikat tali sepatunya.
“Lihat aja dulu itu ada Tari tapi wanita di depan Tari wajahnya tidak kelihatan karena dia menghadap ke Tari dan membelakangi kita.” Kata Sabar pada Eko.
“ Iya iya aku lihat ke sana.” Kata Eko lansung melihat ke arah yang di tunjukkan Sabar.
POV EKO
Hampir 1 jam kami berada di lingkungan Fakultas Ekonomi. Namun apa yang kami cari belum juga ketemu yang ada mata mata genit yang terus memandangiku sampai ada yang minta mau berfoto bersama denganku untung ada Sabar dan Bagus serta beberapa keamanan yang mendampingiku dan melerai mereka yang histeris melihatku.
Lalu tiba tiba wanita itu menoleh dan memandang ke arah kami. Betapa terkejutnya diriku melihatnya dan tanpa berkedip aku memandang sosok wanita itu dari kejauhan mata sendu memancarkan keindahan dan ketenangan, kulit wajah putih bersih tanpa berpoles make up, bibir merah seperti buah delima dan hidung mancung yang indah. Tapi sosok wanita itu berbalut gaun longgar dan berhijab lebar yang di beri bros kecil di depannya sebagai pemanis. Gadis itu berpakaian syari’i sejati.
Dia adalah orang yang ku cari Nur sungguh penampilan yang sangat berubah 100% kini dia benar benar seperti berlian yang memang terjaga dan tak sembarangan orang yang bisa memilikinya. Di saat melihat dia tertawa dan tersenyum bersama Tari ingin rasanya aku menyentuh wajahnya. Canda tawanya membuat aku lupa dan terus memandangi dia. Mata elang ku terus menatapnya ingin rasanya aku memeluknya tapi aku sadar dia bukan milikku sekarang. Di saat dia tahu aku menatapnya dari tadi dia pun lansung menoleh ke lain tapi sebelum itu mata kami sempat saling bertatapan begitu kencang debaran jantungku dan terasa ingin sekali aku berteriak karena betapa senangnya hatiku. Pov Eko berakhir
Sabar pun mengejutkan Eko yang melamun.
“Eko.” Kata Sabar.
“Itu dia Bar, itu Nur. Gadis yang memakai pakaian syari’i berwarna biru dan jilbab putih itu dia.” Kata Eko masih tidak percaya menemukan Nur.
“Serius Ko. Beda amat sama Nur yang dulu ya. Waktu SMP dia masih kayak tomboi tapi sekarang sangat anggun dan cantik.” Kata Bagus.
“Ehem. Gus kalau bilang cantik kira kira nanti bos kita cemburu.” Kata Sabar memperingatkan Bagus.
“Iya, lupa aku ada bos kita di sini.” Kata Bagus lagi.
“Sudah sudah kalian berdua sekarang ikut aku ke Mall untuk menyiapkan beberapa hal untuk besok.” Kata Eko kepada mereka berdua.
“Memangnya bos ada rencana apa?” Tanya Bagus.
“Besok kalian akan tahu sendiri yang jelas besok pagi kalian berdua akan kuliah bersama teman teman Nur. Sabar satu jurusan dengan Tari dan Bagus dengan Dian.” Jelas Eko.
“Apa kuliah bos!” Teriak Bagus dan Sabar serentak.
“Iya yang jelas siap siap buat besok jadi mahasiswa.” Kata Eko lagi.
“Tapi kitakan belum daftar Ko.” Kata Bagus.
“Itu masalah gampang nanti aku yang urus kalian besok datang saja pagi pagi.” Jelas Eko.
“Kalau kami kuliah lalu kamu jadi apa Ko?” Tanya sabar.
“Besok kalian akan tahu.” Jawab Eko buat mereka penasaran.