MY FIRST AND ENDING LOVE

MY FIRST AND ENDING LOVE
Itu Dia


MY FIRST AND ENDING LOVE


PART 15


Pov Nur


Di saat Pak Zein bertanya kepada aku lagi bagaimana aku mengetahui masalah dua purnama yang di janjikan aku jadi semangkin yakin kalau dia Eko. Tapi mengapa dia mengubah namanya menjadi George Zeinko Putra Edward, setahuku waktu SD namanya Eko Saputra.


Aku pun langsung berdiri pergi meninggalkan acara seminar itu tanpa menghiraukan panggilan kedua temanku. Aku tidak peduli jika nanti nilaiku kosong karena saat ini di dalam pikiranku hanyalah rasa sakit, sedih dan beribu pertanyaan yang ingin ku lontarkan kepada Eko.


Di saat aku melamun seseorang mendekatiku. Dia Ahmad laki laki yang menyukaiku sejak awal kami bertemu waktu awal masuk kuliah tahun lalu.


“Nur kenapa kamu pergi meninggalkan acara seminar?” Tanya Ahmad.


“Kamu sendiri kenapa pergi juga?” Tanyaku balik kepada dia.


“Di sana terasa panas.” Katanya berbohong.


“Jangan bohong. Begitu banyak AC di dalam ruangan itu.” Kataku.


“Iya baiklah. Aku melihat kamu keluar jadi aku ikuti karena aku lihat kamu menangis setelah Pak Zein bertanya padamu.” Kata Ahmad lagi.


“Aku tidak apa apa hanya ada masalah pribadi yang tak ingin aku ceritakan. Sudah dulu ya aku mau ke toilet dulu.” Kataku meninggalkan Ahmad sendiri.


Di dalam toilet aku menangis sejadi jadinya tanpa peduli ada orang yang datang. Syukurlah mereka adalah Dian dan Tari.


“Nur itu kamu ayo keluar ada masalah apa ingat tidak baik lama-lama di dalam toilet.” Kata Dian.


Aku pun keluar dan langsung memeluk Dian dan Tari.


“Dian, Tari. Pak Zein itu dia. Dia Eko Saputra orang yang selama ini aku rindukan dan cintai.” Kataku.


“Bagaimana mungkin namanya berbeda, Nur.” Kata Dian.


“Iya Nur itu benar.” Kata Tari.


“Sudah mungkin kamu salah mengerti.” Kata Tari sambil menghiburku.


“Iya Nur lebih baik kita ke Mushola salat dulu biar kamu tenang.” Kata Dian.


“Baiklah.” Kataku.


Kedua sahabatku itu langsung mengiringi langkahku agar aku tidak drop karena saat ini hatiku sedang kacau dan gundah. Pov Nur berakhir.


Pov Eko


Di saat aku melihat Nur pergi meninggalkan acara ingin rasanya aku mengejarnya tapi aku sadar saat ini aku sedang berada di atas panggung dan sebagai orang yang ternama aku tak ingin mencoreng nama baikku sendiri saat ini. Tapi di saat aku melihat ke arah pintu keluar, aku melihat seorang laki-laki mengikuti Nur keluar. Siapakah dia aku harus mencari tahu.


Dan acara seminar pun selesai aku langsung turun dan kembali ke belakang panggung untuk menemui Bagus.


“Bagus kamu selidiki laki-laki yang mengikuti Nur keluar tadi.” Perintahku ke Bagus.


“Baik bos.” Kata Bagus.


“Wah si bos cemburu ya.” Kata Sabar mengejekku.


“Diam loh Bar!” Bentakku.


“Kamu sih Bar. Ngomong tidak memandang situasi, sudah tahu Eko lagi marah malah kamu ajak bercanda.” Kata Bagus kepada Sabar.


“Iya aku salah, Gus. Eko aku minta maaf ya, seharusnya aku tidak bercanda di saat situasi begini.” Kata Sabar.


“Iya.” Kataku cuek.


Aku langsung meninggalkan mereka dengan marah dan langsung ke musola untuk melaksanakan kewajibanku sebagai muslim. Setelah selesai salat aku pun keluar tanpa di duga aku bertemu Nur sedang duduk di taman sendiri. Aku pun mendekatinya dan menyairkan sebuah puisi untuknya.


Puisi ini telahku persiapkan sejak lama jika aku bertemu langsung dengannya. Puisi yang selama ini aku pendam dan belum pernah aku bacakan dan luahkan kepada siapa pun. Memang khusus untu Nur seorang


Nur Azzahra Fatimah