
MY FIRST AND ENDING LOVE
PART4
Seminggu kemudian hari ujian nasional pun tiba. Sejak kejadian seminggu lalu Eko pun menjaga jarak dengan Nur.
POV NUR
Seminggu yang lalu, aku terus berlari dan air mataku tak henti berderai bukan rasa air mata bahagia yang keluar tapi inilah air mata penyesalan mengapa aku harus terjebak dengan rasa cinta ini mengapa harus aku yang menghadapi perasaan yang tak karuan dan menyakitkan ini. Rasa sebenarnya cinta yang harus berbuah manis malah harus berbatang duri yang menusuk hati dan pikiran. Maafkan aku Eko aku yang tak bisa jujur padamu biarlah aku dibenci dan dijauhi olehmu itu lebih baik dari pada ada orang lain yang terluka karena hubungan ini. Terutama ibuku orang yang ku miliki satu satunya di dunia ini.
Aku pun menghapus air mataku, aku harus kuat demi ibu demi cita citaku dan demi masa depanku nantinya. Tak apa bertemu dia apa lagi sebentar lagi akan Ujian dan semua ini akan berakhir. Pov Nur selesai.
Hari Senin, 2 Juni 2005
Ujian Sekolah di mulai Nur bersyukur karena dia tidak satu ruangan dengan Eko, walaupun sebenarnya dibenaknya ingin melihat Eko selalu diminggu minggu terakhir sekolah. Ujian pertama pun berlalu hingga akhirnya Nur selesai terlebih dahulu dan diperbolehkan pengawas ujian untuk keluar lebih dahulu. Setelah Nur keluar serta membawa tasnya tiba tiba didepan pintu baru satu meter dia maninggalkan kelas dia terkejut melihat Eko yang ada didepannya. Mata mereka saling menatap penuh arti cinta yang terpendam cerah bersemi walaupun harus di tutup rapat rapat rasa itu oleh Nur. Eko menarik tangan Nur dan membawa dia ke taman sekolah. Setiba ditaman sekolah Eko melepaskan tangannya dan bicara pada Nur.
“ Aku tau kamu membohongi perasaanmu sendiri, tapi aku tidak tau pasti alasanmu sebenarnya bahkan aku merasa kau sebenarnya juga membutuhkanku.” Kata Eko.
“ Siiisiapa yang berbohong dan ngapain juga aku membutuhkanmu.” Jawab Nur terbata bata.
“ Nur selama hampir satu tahun aku mengenalmu, aku tau dimana saat kamu serius dan tidaknya,aku tau semua tentangmu Nur.” Jelas Eko.
“Maaf Eko jika kamu ingin membahas masalah kemarin aku tidak peduli aku ingin pergi sekarang aku ada urusan yang lain.” Tolak Nur tak ingin berdebat.
“Nur dengar apapun alasanmu sekarang itu tidak akan mengubah keputusan ku yang sekarang aku akan menunggumu sampai kau benar benar siap menjadi milikku selamanya.” Kata Eko kepada Nur yang berjalan melangkah pergi meninggalkan Eko.
Didalam benak Nur “Maafkan aku Eko, maaf sungguh rasa ini menyiksa diriku.” Nur berjalan sambil menangis dan sekali kali mengelap air matanya dengan tangan.
Semenjak hari itu walaupun mereka berpapasan atau berjumpa mereka tak saling sapa bahkan saling diam. Hingga hari terakhir Ujian pun tiba. Semua siswa tampak gembira karena beban mereka terlepaskan. Nur berjalan kesana kemari mencari Eko untuk minta maaf tapi tidak kunjung ketemu hingga akhirnya dia berjumpa teman akrabnya.
“ Bar...bar...bar...tunggu dulu.” Teriak Nur ke Sabar.
“ Bar bar kamu kira namu ku barbar apa Nur, kalau ada yang dengar macam mana.” Kata Sabar.
“ Maaf Bar aku buru buru tadi, ehmm Bar liat Eko tidak, dari tadi aku cariin tidak ketemu.” Tanya nur.
“ Ini ni orang malu malu kucing akibatnya ada Eko kamu munsuhin sekarang dia tidak ada kamu cari.” Ejek sabar.
“ Aku serius Bar. Aku ingin minta maaf soal kemarin sama dia.” Jelas Nur.
“Kamu sih telat barusan dia di jemput mama nya.” Jawab Sabar.
“ Terus mereka kemana.” Tanya Nur lagi.
“ Ya mana aku tau Nur emang aku anggota spy kids apa yang ada alat mata mata buat tau apa saja yang di lakuin dan kemana aja Eko.” Kata Sabar sambil ngejek Nur.
“ Iya iya sabar jangan ngegas gitulah sudah dulu ya,aku pulang dulu.” Kata Nur.
“hmmm.” Jawab Nur sambil tersenyum.
Nur pun pergi meninggalkan Sabar sendiri, tiba tiba dari arah belakang Sabar.
“ Barbar hahahahahaha.” Ejek Bagus.
“ Aah kurang ajar loh Matkus alias matian tikus.” Balas Sabar.
“ Kenapa si Nur tumben ngajak loh ngobrol.” Tanya Bagus ke Sabar.
“ Cariin si Eko, tau tau Eko sudah pulang di jemput mamanya.” Jawab Sabar.
“ Idih tu cewek ditembak Eko malah nampar, diajak baikkan malah ditinggal pergi sekarang Eko tidak ada malah di cariin.” Kata Bagus sambil geleng kepala.
“ Biar aja Gus, urusan mereka berdua.” Kata Sabar lagi. Sambi merangkul pundak bagus dan mereka lalu pulang ke rumah mereka masing masing.
Tak terasa waktu berlalu cepat hari kelulusan pun tiba, semua siswa dan wali murid hadir untuk mengambil hasil kelulusan mereka. Nur berencana hari ini ingin mengungkapkan isi hatinya ke Eko karena dia pikir mereka pun sudah lulus dan tak harus sekolah lagi di sekolah itu. Sehingga dia bisa aman dari Vivi. Tapi sampai selesai acara kelulusan dia tidak menemukan Eko disana. Di dalam benak Nur apakah Eko datang atau tidak sudah jadi tak karuan pikiran Nur. Sampai dia termenung duduk sendiri ditaman sekolah. Dari kejauhan dua sosok memperhatikannya dan mangkin lama semangkin dekat dan tiba tiba ada sebuah tangan yang menyentuh bahu Nur dari belakang.Nur mengira itu Eko dan dia lansung memanggilnya.
“ Eko.” Kata Nur sambil tersenyum menoleh ke belakang.
“ Hmm Sabar Bagus ngapain kalian di sini.” Tanya Nur sedikit kecewa.
“ Ini Nur.” Kata Sabar sambil memberikan sebuah amplop ke Nur.
“ Ini apa Bar.” Tanya Nur.
“ Kamu buka aja kami pergi dulu.” Kata Bagus lansung menarik Sabar.
Mereka pun pergi meninggalkan Nur sendiri di Taman.
“ Gus aku kesian sama Nur.” Kata Sabar ke Bagus.
“ Aku juga Bar. Tapi itu jalan yang mereka pilih semoga cinta mereka bersatu suatu saat nanti.” Kata Bagus.
“ Iya friend nasib kita ya jomblo.” Kata Sabar lagi.
“ Loh aja kali aku sih enggak hahahhaa.” Ejek Bagus ke Sabar.
“ Dasar kamu Gus.” Sabar menjintak Bagus. Mereka lalu pulang bersama.
Sementara itu Nur masih memandang surat itu dan membuka suratnya perlahan lahan dan tertulis pesannya.
DEAR MY SWEET GIRL NUR AZZAHRA FATIMAH