
Kerena jengkel melihat ku terus bergerak Yoongi tiba-tiba mencium bibirku aku pun sedikit terkejut dengan kelakuan Yoongi, aku pun berusaha lagi melepas ciumannya itu tapi dia terus menahanku "hemm... hemm.. gumamku karena tidak ingin melepaskan ciumannya akupun menendang kearah asetnya, seketika Yoongi pun langsung melepaskan ciumannya dan berteriak kesakitan " awwwwwa... a-apa yang kau lakukan... jerit nya sambil memegang asetnya "kau tidak akan terluka jika kau tidak menciumku tadi... ucapku " a-apa yang salah dengan ciuman itu kita kan sudah menjadi sepasang suami istri jadi tidak ada salahnya melakukan itu... ucap Yoongi "bagiku itu sangat salah walaupun kita sudah menjadi sepasang suami-istri tetap saja kau tidak bisa melakukan semua diluar kemauan ku... ucapku, Yoongi pun berdiri dan berjalan mendekati ku ,aku yang melihat Yoongi berjalan kearah ku dengan wajah yang sedikit menyeramkan membuat ku berjalan sedikit demi sedikit mundur kebelakang "a-ada apa? kenapa kau melihatku seperti itu?... tanyaku sambil berjalan mundur " kenapa kau terbatah-batah apa kau sekarang takut?.. tanya Yoongi sambil terus berjalan "si-siapa yang takut dengan mu ha... jawabku, aku pun sampai di dinding kamar hotel dan Yoongi langsung menahanku dengan tangannya, dia menatap ku seolah-olah ingin menerkam ku " me-menyingkir dari hadapanku aku mau pergi tidur... ucapku sambil memalingkan wajahku "ha kau benar-benar takut denganku... ucapnya " siapa yang takut dengan mmmm... baru saja aku ingin menyelesaikan perkataan ku Yoongi kembali mencium bibirku, aku tidak tau ada apa dengan Yoongi dia terus menciumku dengan sangat ganas sampai - sampai aku sulit untuk bernafas, tentu saja aku tidak Terima di perlakukan seperti itu, aku pun menginjak kakinya agar dia menyingkir tetapi itu tidak mempan padanya ,Yoongi malah semakin memperdalam ciumannya,karena tidak ada cara lain aku pun menggigit bibirnya sampai berdarah dan yah cara itu berkerja dia langsung melepaskan ciumannya "awww... apa kau seekor an**ng kenapa kau mengigit ku... tanya Yoongi sambil mengelap darah dibibirnya "kau yang memintanya, aku sudah bilang jangan melakukan sesuatu diluar kemauan ku.. jawabku " kenapa aku harus mendengarkan perkataanmu kau sekarang sudah menjadi istri ku jadi aku bebas mau melakukan apapun padamu... tanyanya sambil mencengkram kedua bahuku "haa jangan bermimpi, kau pikir aku persis wanita-wanita diluar sana yang harus menuruti perkataan suaminya sampai - sampai mereka rela terluka karena kelakuan suami mereka, Mian aku bukan wanita seperti itu... jawabku sambil mendorongnya menjauh dariku, aku pun mengambil jaketku serta tasku dan bersiap keluar dari kamar hotel " kau mau kemana malam-malam begini... tanya Yoongi "itu bukan urusanmu... jawabku sambil menutup pintu kamar hotel dengan keras " haa ada apa denganku, kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku... gumamnya dengan kesal, setelah meninggalkan hotel aku pun memutuskan untuk berjalan - jalan dan mencari tempat minum di dekat hotel, saat aku berjalan cukup jauh dari hotel aku pun melihat bar
dan aku pun langsung memasuki bar tersebut tanpa berpikir-pikir, saat aku tiba didalamnya
aku pun sedikit kagum melihat isi bar Paris, ternyata bar di Paris cukup bagus juga, akupun langsung duduk di salah satu kursi dan segera memesan minuman, pelayan bar yang menyadari kalau aku adalah seorang turis, langsung menghampiri ku dan bertanya padaku "Êtes-vous nouveau ici?(Apakah kamu baru di sini?) tanya pelayan bar dalam bahasa Perancis "Oui, je suis nouveau ici(Ya, saya baru di sini) jawabku dalam bahasa Perancis
"que vous restiez ou que vous veniez simplement en vacances(apakah Anda akan tinggal atau hanya datang untuk berlibur) tanya pelayan "Je viens juste de passer des vacances(Saya baru saja liburan) jawabku "tu viens sûrement avec ton amant, non?(kamu pasti datang dengan kekasihmu, kan?) tanya pelayan "non, je suis venu seul(tidak, saya datang sendiri) jawabku "Vraiment, je pensais que tu étais venu avec ton amant(Sungguh saya pikir Anda datang dengan kekasih Anda) ucapnya "Pourquoi?(Mengapa?) tanyaku "Quelle?(Apa?) ucapnya pelayan "pourquoi devons-nous être avec quelqu'un si nous voulons voyager, ne pouvons-nous pas le faire seuls(mengapa kita harus bersama seseorang jika kita ingin bepergian, tidak bisakah kita melakukannya sendiri) ucapku
"ok je vais me dépêcher de le faire pour toi(ok saya akan cepat melakukannya untuk Anda) ucap pelayan sambil mulai membuat minuman "oh oui je suis très impressionné par ton français As-tu une famille d'ici?(oh ya saya sangat terkesan dengan bahasa Prancis Anda Apakah Anda punya keluarga dari sini?) tanya pelayan sambil membuat minuman "non, je viens de m'apprendre parce que je suis PDG j'ai besoin de connaître plus de langues(tidak, saya hanya belajar sendiri karena saya seorang CEO, saya perlu tahu lebih banyak bahasa) jawabku "tu es PDG(Anda adalah CEO).. ucapnya sedikit terkejut "Oui(Iya).. ucapku "Je suis très étonné de toi, tu as l'air très facile je pense que tu es un étudiant(Saya sangat kagum pada Anda, Anda terlihat sangat mudah Saya pikir Anda adalah seorang pelajar)... ucapnya, aku hanya menanggapinya dengan senyuman, dia pun selesai dengan pesananku "ok s'il vous plaît profiter de votre commande(ok silahkan menikmati pesanan anda)... ucap pelayan sambil memberikannya kepadaku lalu meninggalkanku dan melayani tamu lainnya, aku pun menikmati minuman yang dibuatkan oleh pelayan itu, karena pikiranku yang sedang tidak dalam keadaan baik tanpa sadar aku terus-terusan memesan minuman tanpa henti sampai kesadaranku sudah hampir hilang "haaa kepalaku pusing... gumamku sambil memegang kepalaku, tak lama dari kejauhan aku melihat seseorang menghampiri ku, karena efek alkohol aku tidak bisa melihat jelas wajahnya dari kejauhan tetapi saat dia semakin dekat wajahnya pun sudah terlihat dan ternyata dia adalah J-Hope " astaga, ternyata ini benar kau YuRi aku pikir aku tadi salah mengenal seseorang... ucap J-Hope sambil duduk disampingku "J-Hope apa yang kau lakukan disini... tanyaku " pagi tadi aku ada pertandingan disini dan saat aku ke Paris aku selalu datang Kebar ini, ini adalah tempat favorit ku... jawabnya "benarkah! shhh... ucapku sambil merasakan sakit di kepalaku akibat alkohol, J-Hope yang melihat banyak Gelas didepanku pun menyadari kalau aku sedang tidak dalam suasana hati yang bagus, J-Hope pun memanggil pelayan dan memesan minuman " Gwenchana?... tanya J-Hope "hmm Nee... jawabku dalam keadaan mabuk " a-Madta (oh iya) apa kau datang kesini karena bisnis atau sesuatu hal yang lain... tanya J-Hope penasaran, tak lama pesanan J-Hope pun datang dan dia langsung meminumnya "aku kemari untuk bulan madu... jawabku " uhuk.. uhuk.. uhuk.. ap kau bilang bulan Madu... tanyanya yang tersedak minumannya sendiri "Nee.. jawabku " terus dimana suamimu... tanya J-Hope "wae-yo (kenapa) kau ingin tau keberadaan pria aneh itu.... tanyaku balik " tidak apa-apa, kenapa dia tidak bersamamu disini bagaimana jika seseorang mencelakai mu disini... Tanya J-Hope "aku tidak perlu dia untuk melindungiku, aku... aku bisa melindungi diriku sendiri kau tau itu... jawabku sambil teriak, seketika semua orang dibar menatap kearahku dan J-Hope "YuRi tenangkan dirimu... bisik J-Hope " lupakan.. aku ingin kembali ke hotel ku... ucapku sambil berdiri sempoyongan, saat aku berjalan beberapa langkah kesadaran ku pun hilang dan aku pun pingsan ,J-Hope yang menyadari itu pun langsung menagkapku "YuRi... YuRi.. YuRi.. app kau baik-baik saja... ucapnya sedikit panik sambil menepuk-nepuk wajahku untuk membangunkanku, karena aku tidak sdar juga J-Hope pun mengangkatku dan berniat membawaku kembali ke hotel ku,dengan mobilnya tetapi saat J-Hope sedang berjalan ketempat mobilnya yang sedang di parkir, J-Hope dihentikan oleh seseorang orang dan itu adalah Yoongi " Yoongi..? tanya J-Hope "Nee..apa yang terjadi padanya...tanya Yoongi " YuRi pingsan karena terlalu banyak meminum alkohol...jawab J-Hope "kalau begitu berikan dia padaku aku akan segera membawanya pulang ke hotel kami...ucap Yoongi " aku bisa mengantar kalian berdua naiklah di mobilku....ucap J-Hope "tidak perlu hotel kami karanganyar tidak terlalu jauh dari sini biar aku yang mengangkatnya kembali kehotel...ucap Yoongi sambil mengambil mu dari tangan J-Hope " arassoyo(baiklah)kalau itu mau mu...ucap J-Hope saat Yoongi baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba Yoongi berhenti karena J-Hope memanggilnya " Tunggu Yoongi... ucap J-Hope, Yoongi pun menghentikan gerakannya "ada apa?... tanya Yoongi " sebenarnya bukan apa-apa aku hanya mau bilang tolong perlakukan YuRi dengan baik jangan sampai menyakitinya, kalau kau sampai menyakitinya kau akan tau akibatnya... ucap J-Hope "ha apa itu sebuah ancaman.... tanya Yoongi " ani, aku hanya memperingatimu, tapi jika kau ingin menganggapnya sebagai ancaman juga tidak apa-apa... jawab J-Hope "aku tidak takut dengan ancamanmu dan yah kau tidak perlu mengajariku bagaiamana memperlakukan YuRi.... ucap Yoongi sambil melanjutkan langkahnya dan meninggalkan J-Hope
tak lama kemudian aku dan Yoongi pun tiba dihotel, Yoongi pun mengangkatku masuk kedalam hotel dan segera menuju kamar kami, sampainya dikamar Yoongi meletakkan ku di kasur " Menjauh dariku dasar pria mesum... ucapku sambil tidur "ha bagaimana bisa kau menghina seseorang dalam keadaan seperti ini... ucap Yoongi sambil menatapku " jangan pernah menyentuhku dasar pria aneh... ngigau ku "kau benar-benar harus diberi pelajaran... ucap Yoongi, Yoongi pun mulai membuka satu persatu kancing bajuku dan tanganya mulai meraba -raba sesuatu, hanya aku ,Yoongi dan author yang tau apa yang terjadi malam itu
Pagi hari di Paris
aku bangun dengan kepala yang terasa ingin pecah " awww kepalaku... ucapku sambil memegang kepalaku,pada saat aku bangun aku merasa sesutu yang aneh pada ku aku pun melihat sekelilingku "ke-kenapa aku ada di hotel bukannya aku semalam ada di bar... gumamku, aku pun bangkit dari tempat tidurku dan berjalan kekamar mandi tetapi saat aku melewati cermin aku melihat sesuatu yang aneh aku pun kembali kearah cermin dan betapa terkejutnya aku melihat diriku di cermin yang menggunakan pakaian tidur " ke-kenapa aku mengenakan pakaian tidur bukannya semalam aku keluar dengan baju ku ,apa jangan-jangan semalam aku dan Yoongi... Gumamku sedikit terkejut, aku pun berusaha berpikir positif dan mengecek sesuatu lagi dan aku pun makin terkejut setelah melihat bahwa pakain dalam ku ternyata sudah di ganti juga "Yoongiiiiiiiiiiiiiiiii....... teriak ku