
"tunggu sebentar, aku tidak mengerti apa yang kau katakan... Ucap Yoongi " Kalau begitu kau tidak perlu mengerti apa-apa... Ucapku melepas genggaman Yoongi dan berjalan naik ke lantai dua meninggalkan Yoongi
Aku pun tiba dikamar "cihh dasar pria menyebalkan... Ucapku " Bagaiamana bisa dia melupakan kejadian kemarin dengan cepat padahal dia sudah menyakiti perasaanku dengan mengatai aku seperti itu.... Ucapku kesal, Tiba-tiba Yoongi pun masuk kedalam kamar ternyata dia sudah berada disana dan mendengar semua apa yang baru saja ku katakan "jadi karena itu kau sampai stres... Ucap Yoongi " A-apa yang kau katakan... Ucapku sedikit terkejut melihat Yoongi "kenapa kau bisa sampai stres memikirkan perkataanku itu, itu hanya hal sepele... Ucap Yoongi " Apa kau bilang hal sepele, memang bagi pria itu hanya masalah sepele tapi bagi kebanyakan wanita itu adalah masalah harga diri.... Ucapku "baiklah..baiklah lupakan masalah itu kau tidak dengar apa yang tadi dikatakan doktermu janin mu itu kembali lemah karena kau stres dan memiliki banyak pikiran... Ucap Yoongi menenangkan ku " Tentu saja aku mendengarnya aku ini tidak tuli dan juga aku tidak bisa melupakan suatu kejadian dengan cepat.... Ucapku semakin melampiaskan amarahku "haa 미안해 (maaf)... Ucap Yoongi " Mweo (apa)! Apa yang kau katakan tadi.... Tanyaku "aku bilang Mianhae (maaf) sudah mengatai mu seperti itu hingga sampai membuatmu stres... Jawab Yoongi dengan tulus, aku cukup lega melihat Yoongi meminta maaf dengan ku, tapi aku tidak boleh terlalu cepat memaafkannya karena nanti dia berpikir bahwa aku bisa melupakan semua hal dengan meminta maaf saja " Oh... Ucapku singkat "jadi kumohon berhentilah stres itu tidak baik terhadap janinmu.... Ucap Yoongi " Terserah aku... Jawabku "haa baiklah aku akan turun membuatkan mu makan siang... Ucap Yoongi sambil meninggalkan ku,aku melihat Yoongi yang meninggalkan kamar " Ha kau pikir semudah itu memohon maaf padaku aniyo(tidak) kau harus berkorban banyak... Gumamku "mari kita mulai permainannya... Gumamku sambil tersenyum licik
Sejak Yoongi turun kedapur aku sama sekali belum meninggalkan kamar " Apa Yoongi sudah selesai, perutku mulai lapar... Ucapku, aku pun memutuskan untuk turun kebawah, Sesampainya aku dibawah ternyata Yoongi masih didapur membuat sesuatu "haa kenapa dia lama sekali... Gumamku sambil berjalan kearah meja makan, dan sampainya aku di meja makan ternyata sudah ada banyak makanan diatasnya
" Apa dia yang membuat semua ini.... Ucapku dalam hati "tapi kenapa dia membuat banyak sekali makanan apa dia ingin membuatku seperti b*b*... Ucapku dalam hati, Yoongi pun selesai dengan masakan terakhirnya dan dia melihatku sudah ada di meja makan " Oh kau sudah datang aku baru saja mau memanggilmu... Ucap Yoongi sambil meletakkan makanan yang dia bawa diatas meja "kenapa kau hanya berdiri ayo duduk dan segera makan... Ucap Yoongi " Kenapa kau membuat banyak sekali makanan... Tanyaku "apa! Apa ini terlalu banyak... Ucap Yoongi dengan wajah polos " Tentu saja, apa ini terlihat untuk porsi dua orang ini malah terlihat seperti porsi empat orang bahkan lebih... Ucapku "sebenarnya aku membuat untuk porsi tiga orang... Ucap Yoongi " Tiga? Apa seseorang akan datang... Tanya ku "ani(tidak)... Jawab Yoongi " Kita hanya berdua disini kenapa kau membuat porsi untuk tiga orang... Tanyaku "siapa bilang kita cuma berdua, kita ini bertiga dengan calon anak kita... Jawab Yoongi " Oh Jadi kau menyuruhku memakan untuk porsi dua ,orang apa kau ingin membuatku seperti babi... Tanya ku kesal "berhentilah marah-marah didepan makanan dan juga itu tidak baik buat kesehatan janinmu... Ucap Yoongi " Terserah kau menyebalkan Yoongi, aku tidak mau makan... Ucapku sambil meninggalkan Yoongi di meja makan "hey kau mau kemana YuRi... Ucap Yoongi
Aku pun masuk kedalam kamar dengan penuh amarah " Dasar padahal aku tadi benar-benar lapar tapi malah dia ingin aku memakan untuk dua orang dai benar-benar ingin membuatku seperti babi... Ucapku sambil mengambil jaketku dan takut lalu berjalan meninggalkan kamar, Yoongi yang melihatku turun dari atas pun meneriaki ku "kau mau kemana... Tanya Yoongi, aku menghiraukan pertanyaan Yoongi dan terus berjalan dan meninggalkan apartemen dengan mobilku
Tidak butuh waktu lama aku sudah berada diluar rumah ibuku, aku pun segera masuk kedalam tanpa mengetuk pintu " Kau sudah pulang chagiya... Ucap seseorang dari ruang tamu, itu suara ibuku mungkin dia kira aku adalah ayahku tapi kemana ayahku pegi tumben ayah pergi tanpa ibuku, aku pun menghampiri ibuku yang berada diruang tamu "eomma... Ucapku " Ah omo ternyata YuRi ya... Ucap ibuku sedikit terkejut "eung(iya) eomma eodia appa(ayah dimana)... Tanyaku " Appa mu katanya keluar sebentar... Jawab ibuku "keluar kemana eomma... Tanyaku " Entahlah.. Ah sudah tidak perlu dipikirkan, bagaimana kabarmu... Tanya ibuku "gwenchana (aku baik-baik saja)... Jawabku " Benarkah, apa cucuku didalam sana sudah baik-baik saja... Ucap ibuku sambil memegang perutku yang buncit "네 (iya) cucu eomma baik-baik saja... Ucapku ,aku tidak bisa memberitahukan ibuku kalau keadaan janinku kembali memburuk " Haha,oh iya apa kau datang kemari sendirian! Dimana suamimu... Tanya ibuku "ada dirumah, ah iya eomma aku lapar... Ucapku " Ah kenapa kau kesini jika lapar... Tanya ibuku "tentu saja karena aku ingin memakan masakan eomma sudah lama aku tidak memakan masakan eomma... Jawabku " Ah lihat putry ku sangat manja, baiklah eomma akan membuatkan mu makanan yang enak... Ucap Ibuku, Ibuku pun kedapur dan segera membuatkanku makanan
aku menunggu ibuku diruang tamu "hemm apa kau ingin kekamar eomma chagiya... ucapku sambil mengelus perutku " kajja(ayo) kita kekamar eomma... ucapku sambil bangkit dari sofa dan berjalan kearah tangga menuju kamarku "eomma aku ada akan naik kekamar sebentar... teriak ku "네(ya) chagiya... ucap ibuku dari dapur
aku pun tiba dikamar ku " haaa aku sangat merindukanmu kamarku... ucapku sambil duduk di ranjang ku "aku tidak rela meninggalkan kamar ku ini... gumamku, aku pun bangkit dari ranjang ku lalu memeriksa rak-rak buku dan aku menemukan sebuah Album aku pun membuka album itu dan semua yang ada dalam album foto itu adalah fotoku mulai aku dari menjadi sebuah janin hingga sampai aku menikah ibu dan ayahku mengabadikan semua momen-momen yang aku alami " ha kapan mereka mengambil semua foto ini... ucapku sambil terus melihat album foto "hmm eomma juga akan membuat album foto tentangmu chagiya hingga jika kau sudah jadi seperti eomma kau bisa melihatnya dan mengetahui betapa besar cinta orang tua kepada anak-anak nya... ucapku sambil mengelus perutku, Saat aku sedang asik melihat foto tiba-tiba aku mendengar suara ayahku yang sudah pulang " ah appa sudah pulang... ucapku sambil meletakkan album foto dan langsung turun kebawah
aku pun tiba dibawah, ibuku masih memasak didapur, aku pun langsung menghampiri Ayahku yang sedang duduk di ruang tamu "appa... ucapku sambil memeluk ayahku dari belakang " ah omo... siapa ini... ucap ayahku lalu melihat kearahku "ternyata putry appa, kapan kau datang chagiya... tanya ayahku " baru saja appa... jawabkuu sambil duduk di samping ayahku "pantas eomma mu membuat banyak sekali hidangan ternyata putry kesayangannya berkunjung... ucap ayahku " hemm oh iya tadi appa dari mana... tanyaku, baru saja aku bertanya seperti itu tetapi tingkah ayahku terlihat mulai panik "a-appa cuman berjalan - jalan saja hahah... jawab ayahku dengan canggung " khojimal (bohong).... ucapku "ani(tidak) mana tega appa berbohong kepada putrynya ini.... ucap Ayahku " appa berhenti berbohong aku ini bukan orang lain yang tidak mengetahui kapan appa berkata jujur dan kapan appa berkata bohong, aku ini putry appa.... ucapku "hahah baiklah, baiklah appa sebenarnya tadi dari minum Soju jangan bilang ke eomma mu... bisik ayahku " apa appa masih minum bukannya appa sudah berhenti.... ucapku "bukan begitu appa cuma minum sesekali saja.... ucap ayahku " tapi kenapa appa itu tidak bagus untuk kesehatan appa.... ucapku "entahlah appa hanya tiba-tiba ingin minum hahaha.... ucap ayahku " tetap saja appa tidak boleh minum lagi ini terakhir appa minum... omel ku "baiklah.. baiklah appa mengerti aigo appa seperti memiliki dua istri saja.... ucap ayahku, " chagiya ayo makan... teriak ibuku dari dapur, aku dan ayahku pun langsung bangkit dari sofa dan segera menuju ruang tamu